Tips Menulis Statememt of Purpose Beasiswa lpdp 1

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menulis Statement of Purpose beasiswa LPDP

 

Ceritakan kontribusi bukan menyebutkannya

Kesalahan pertama dari pejuang beasiswa adalah hanya menyebutkan kontribusi yang dilakukan dengan menuliskan satu atau dua kalimat, atau membuat list 1 2 3 atau a b c dari kontribusi yang dilakukan tanpa menceritakan dengan detail bagaimana proses kontribusi tersebut. Jika kamu hanya menyebutkan atau membuat list kontribusi yang kamu lakukan, maka statement of purpose kamu akan terasa hambar, datar, gitu-gitu aja, dan tidak hidup. Dan tentunya hal tersebut akan membuat reviewer bosan untuk membaca essay kamu.

Yang berharga dari sebuah kontribusi adalah perjuangan dan prosesnya. Oleh karena itu, cara yang tepat untuk menyajikan kontribusi dalam statement of purpose adalah dengan cara menceritakan proses yang dilakukan. Mulai dari alasan kontribusi tersebut penting untuk dilakukan, proses persiapan dan pelaksanaan kegiatan, hal-hal menarik atau luar biasa yang terjadi, tantangan dan cara mengatasi, sampai hasil dari kontribusi tersebut. Ceritakanlah dengan detail sehingga orang yang membaca dapat merasakan, melihat, dan seolah-olah berada di tempat yang sama dimana kontribusi tersebut dilakukan.

Ingat, kunci terbaik untuk membuat tulisan apapun dengan selalu memperhatikan 5W dan 1 H. What, who, why, where, when, dan how.

What artinya apa. Apa kontribusi yang kamu berikan harus disebutkan dengan tegas dan tersurat. Kamu bisa menyebutkan nama atau tema acara seperti mengajar gratis, membangun rumah baca, atau santunan anak yatim.

Why artinya mengapa. Alasan kontribusi tersebut dilakukan. Apa pentingnya kontribusi tersebut bagi masyarakat sekitar. Alasan kontribusi tidak boleh datang dari anggapan, pikiran, atau perasaan kamu pribadi. Alasan harus berasal dari apa yang dibutuhkan masyarakat. Agar bersumber dari masyarakat, biasanya alasan kontribusi ini dapat di ambil dari “masalah yang ada di masyarakat” atau dapat juga berupa “potensi yang mungkin dikembangkan di masyarakat”.

Where artinya dimana. Tempat atau lokasi kegiatan dilakukan. Jangan ragu untuk menyebutkan lokasi dengan spesifik seperti nama dusun, desa, kelurahan, nama instansi, nama lembaga, atau nama daerah.

When artinya kapan. Waktu kontribusi tersebut dilaksanakan. Jangan ragu untuk menyebutkan tanggal, bulan, atau tahun. Waktu juga bisa dalam bentuk semester, pada saat KKN, pada saat PKL, saat PPL, atau libur semester.

Who artinya siapa. Sebutkan orang-orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Misalkan dari komunitas apa, program apa, lembaga atau instansi apa. Jika kamu berkontribusi dengan teman kamu, maka sebutkan namanya. Menyebutkan nama orang lain di kontribusi kamu tidak akan mengurangi nilai kontribusi tersebut malah akan menambah nilai karena artinya kamu mengajak orang lain untuk juga turut berkontribusi dan kamu mampu bekerja sama dalam kelompok dengan baik. Dan pada dasarnya tidak ada suparman yang ada adalah supergroup.

How artinya bagaimana, bagaimana kontribusi tersebut direncakan, dilakukan dan diselesaikan. Bagian how ini sangat menentukan apakah pembaca akan terkesan dengan tulisan yang kamu sajikan atau tidak. Karena how ini adalah bagaimana kamu mengemas cerita. Ibarat kopi, mau kamu jual di pinggir jalan atau cafe.

Baca juga: Cara mendapatkan LoA

Boleh mencertikan lebih dari satu kontribusi

Kamu boleh menceritakan lebih dari satu kontribusi yang kamu pernah lakukan. Kontribusi tersebut boleh berhubungan dengan jurusan kamu. Misalkan kamu jurusan pendidikan, dan  kontribusi yang pernah kamu lakukan adalah menjadi voulunteer mengajar gratis untuk anak-anak kurang mampu di desa mu.

Kontribusi juga boleh tidak berhubungan dengan jurusan kamu. Hal tersebut tidak menjadi masalah karena aspek yang dilihat dan penting dari sebuah kontribusi adalah kebermanfaatan kontribusi tersebut untuk masyarakat. Misalkan kamu seorang mahasiswa jurusan pendidikan, tapi kamu menceritakan kontribusi dengan cara membuat bisnis yang pekerjanya kamu ambil dari pengangguran di desa mu.

Baca juga: Kesalahan yang Dilakukan Saat Mendaftar Beasiswa Chevening

Poin yang bisa jadi sangat penting adalah kontribusi yang pernah kamu lakukan berhubungan dengan kontribusi kamu setelah lulus kuliah nanti atau kontribusi di masa depan, karena hal tersebut menandakan bahwa hidup kamu terencana dengan baik dan kamu benar-benar sangat serius dengan kontribusi yang mau kamu berikan, satu hal lagi, kamu akan terlihat seperti orang yang sudah memiliki bekal, tidak kosongan, dalam mewujudkan kontribusi kamu.

Namun, jika kamu tidak memiliki kontribusi yang berhubungan dengan kontribusi kamu di masa depan, jangan putus asa. Ceritkan yang ada.

Tolak ukur kontribusi yang baik

Mungkin kamu merasa minder karena kamu memiliki kontribusi tapi seolah-olah kontribusi tersebut remeh, kecil, atau sederhana. Atau mungkin kamu tidak PD karena skala kontribusi kamu hanya skala kampus atau kampung bukan skala provinsi atau nasional. Percayalah bahwa tolak ukur kontribusi yang baik itu bukanlah hal tersebut. berikut beberapa indikator yang bisa digunakan dalam memilih kontribusi untuk essay LPDP:

Kebermanfaatanya. Pilihlah kontribusi yang bermanfaat atau dibutuhkan untuk masyarakat sekitar. Bermanfaat atau tidak dapat dilihat dari apakah kontribusi tersebut adalah solusi dari masalah yang ada atau apakah kontribusi tersebut adalah pemberdayaan atau pengembangan dari potensi yang ada di masyarakat. Walaupun hal tersebut sederhana atau bahkan remeh. Namun ide tersebut bermanfaat, maka itu adalah kontribusi yang berharga.

Keberlangsungan. Jika kamu punya kontribusi yang berlangsung sampai saat ini atau memberikan manfaat sampai saat ini, hal tersebut layak untuk diangkat menjadi salah satu kontribusi di essay LPDP.

Berdampak. Salah satu indikator bahwa kontribusi itu berharga adalah memberikan dampak positif untuk masyarakat. Ada perubahan ke arah positif. Ada harapan yang bisa digenggam. Atau dengan kata lain tujuan kontribusi tersebut tercapai.

Jangan bandingkan kontribusi kamu dengan milik orang lain

Mungkin kamu pernah membaca kontribusi orang lain, orang yang sudah mendapatkan beasiswa atau teman kamu yang sedang mencari beasiswa juga, dan kamu merasa bahwa kontribusi yang kamu miliki tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan miliki mereka.

Jangan pernah membandingkan kontribusi mu dengan milik orang lain. Selama usaha mu maksimal, selama niat mu tulus dan serius, selama kontribusi mu bermanfaat, dibutuhkan, dan berdampak, maka itulah kontribusi yang besar. Membandingkan kontribusi mu dengan milik orang lain adalah kesalahan terbesar dalam mencari beasiswa.

Jika mau dibandingkan, seharusnya kamu membandingkan kontribusi milik mu dengan kontribusi milik mu yang lain. Bandingkan  usaha yang diberikan dalam melakukan kontribusi tersebut. Kontribusi mu yang paling layak adalah kontribusi dengan usaha yang paling maksimal di antara kontribusi mu yang lain.

Selama usaha yang kamu lakukan itu maksimal, selama usaha yang kamu lakukan itu penuh perjuangan, maka kontribusi tersebut selalu sama berharganya dengan milik orang lain.

Baca dan revisi berulang-ulang

siapapun, jika dia menulis pasti membutuhkan tiga hal, yaitu: butuh dibaca berulang-ulang, butuh direvisi berulang-ulang, dan butuh proofreading berulang-ulang.

Saat memulai menulis essay, jangan langsung fikirkan tulisan yang kamu buat akan sangat bagus, tertata rapi, dan tanpa salah, semua butuh proses. Pertama kali menulis, pasti tulisan tersebut akan acak-acakan, atau sering sekali ide yang muncul kadang terasa kurang cocok. Saran saya, jangan menunggu ide yang bagus datang. Tulis saja semua hal yang ada di kepala mu. tuangkan saja, sesuai atau tidak, jangan terlalu dipedulikan. Saat kamu sudah merasa buntu, kamu boleh berhenti dan tutup laptop mu. Lanjutkan besok.

Saat semua ide sudah terkumpul dalam bentuk tulisan, maka saatnya sekarang menata ide tersebut dengan rapi. Baca berulang-ulang. Jika sudah dirasa rapi. Minta teman, dosen, atau siapa saja untuk membaca dan memberi masukan. Istilah kerennya sih proofreading. Dan pada titik ini, pasti masih bakal banyak masukan. Jangan berkecil hati. Karena semua orang yang menulis dan semua orang yang membuat essay pasti pernah mengalami hal tersebut.

Untuk bertanya seputar beasiswa LPDP, tinggalkan pertanyaan di kolom komentar!

Baca juga:
Tips menulis essay rencana studi beasiswa lpdp perparagraf

Please follow and like us:
Follow by Email
Facebook
Twitter
INSTAGRAM

Leave a Reply

Your email address will not be published.