Pengalaman Menjadi International Speaker di Berbagai Negara

Pengalaman Menjadi International Speaker di Berbagai Negara

Halo semuanya, perkenalkan nama saya adalah Qonita Maryam. Saya adalah seorang mahasiswi S2 di New York University. Saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman saya menjadi international speaker di berbagai negara. Saya harap, melalui cerita saya kamu juga bisa memiliki kesempatan untuk menjadi international speaker. Untuk info edu lain, click disini.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Pada dasarnya, ada banyak sekali kegiatan konferensi internasional. Mulai dari yang self-funded hingga fully-funded. Saya sudah ikut berbagai macam konferensi, termasuk yang self-funded. Tapi, saya juga pernah mengikuti yang dibiayai oleh panitia (fully-funded). Gimana caranya saya bisa mengikuti konferensi-konferensi internasional tersebut? Jadi, waktu itu saya mencari informasi konferensi disini opportunitydesk.org dan https://opportunitydesk.org/category/training-and-conference/. Nah disini ada banyak kesempatan bagi kamu untuk mendaftar konferensi internasional dan semuanya fully funded.

Baca juga: Pengalaman Mengikuti Program ASEAN Youth Speech Contest

Januari 2016 adalah pertama kalinya saya menjadi seseorang yang berbicara di depan audiens yang merupakan orang asing. Berbicara dengan Bahasa Inggris dalam sebuah acara internasional ICFP 2016 di Bali Nusa Dua Convention Centre (80% dari 3000 audiens adalah orang asing, diantaranya adalah para stakeholders bahkan Pak Presiden Jokowi dan juga Pak Habibie). Saat itu, saya adalah mahasiswa tingkat 2 Psikologi UNJ. Konferensi tersebut fully funded. Saya mendapatkan tiket pesawat PP Garuda Indonesia, kamar VIP hotel bintang 5 di Bali selama 6 malam, dan juga uang saku sebesar 2,5 juta rupiah.

Setelah mengikuti konferensi tersebut, entah kenapa setelah itu jadi lebih mudah untuk mengikuti berbagai konferensi lainnya. Mungkin karena membuka cakrawala dan juga memperluas networking. Kenapa saya bisa lolos dalam seleksi konferensi ICFP di Bali tahun 2016 kemarin? Karena waktu itu saya menulis cerita dalam Bahasa Inggris tentang seorang anak perempuan yang dipaksa nikah muda oleh orang tuanya dan juga kurangnya pendidikan seksual pada anak-anak remaja di Indonesia. Pengalaman itu saya dapatkan dari kegiatan di tingkat desa.

Baca juga: Pengalaman Menjadi Awardee YSEALI Academic Fellow

Jadi act locally, think globally. Beraksi lokal, berpikir global. Biasanya mereka yang menjadi pembicara di tingkat internasional juga karena mereka berkontribusi di lingkungan mereka seperti orang-orang biasa pada umumnya, tapi mereka mampu mendemonstrasikannya dalam Bahasa Inggris. Memiliki kesempatan untuk berbicara di tingkat internasional bukan hal yang terpenting, itu adalah bonus. Yang paling penting adalah kontribusi yang kita berikan ke lingkungan kita. Tidak harus jauh-jauh mencakup seluruh Indonesia. Lihatlah masalah kelaparan, pendidikan, kesehatan, ketimpangan sosial, atau ekonomi yang ada di masyarakat sekelilingmu. Analisislah permasalahan tersebut dengan pisau analis yang tajam. Jadilah bagian dari solusi dan perubahan menuju yang lebih baik.

Networking juga memiliki peranan yang sangat penting. Jika kalian menghadiri sebuah event dan kalian masuk dalam sebuah grup WhatsApp, jangan keluar dari grup WhatsApp tersebut setelah kegiatannya selesai. Karena seringkali kesempatan-kesempatan berharga disebar secara terbatas antar kelompok. Saya menyadari kalau ternyata anak-anak muda yang menjadi moderator atau young speakernya biasanya sudah dipilih dari awal, yang memang sudah dikenal dengan sesama organizer.

Baca juga: Tips dan Trick Berpartisipasi Dalam Konferensi Internasional

Tapi, jangan minder dulu. Karena selalu ada slot untuk orang baru dan ide baru. Biasanya setelah bergabung konferensi, kamu akan ditawarkan untuk bergabung organisasi. Dari ICFP, saya bergabung IYAFP. Karena IYAFP adalah penyelanggaranya. Misalnya juga program UNESCO dan UNFAO yang mengadakan sebuah kompetisi berjudul World Food Programme bagi para pendiri startup yang dapat menyelesaikan permasalahan kelaparan di dunia. Ide-ide inovasi tersebut sangat berharga bagi kita dan bisa jadi tiket kita untuk keliling dunia. Karena satu ide yang berharga,  percayalah seluruh dunia ingin mengetahuinya.

Berikut ini adalah beberapa hal yang kamu bisa coba terapkan agar memudahkan langkahmu untuk berkesempatan menjadi international speaker, yaitu: pertama, mengembangkan sebuah ide, inovasi, atau produk baru untuk menangani 17 Sustainable Development Goals. Kedua, aktif mencari informasi seputar konferensi internasional di Google ataupun di sosial media. Ketiga, membangun organisasi sendiri atau menjadi founder organisasi profit ataupun non-profit. Keempat, menulis buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Kelima, mendaftar konferensi self-funded dan mengajukan sponsor. Keenam, mengadakan konferensi sendiri dan menjadi pembicaranya

Baca juga: Tips dan Trick untuk Menjadi International Public Speaker yang Baik

Leave a Reply

Your email address will not be published.