Pengalaman Mendapatkan Beasiswa AAS di Australia

Pengalaman Mendapatkan Beasiswa AAS di Australia

Halo semuanya. Perkenalkan nama saya Iswandi Banna. Saya adalah penerima beasiswa AAS 2019. Saya adalah mahasiswa PhD di Charles Sturt University Australia dan mulai kuliah pada tahun 2020. Saya akan membagikan seperti apa proses mendaftar hingga saya bisa mendapatkan beasiswa AAS. Semoga setelah membaca cerita saya, kamu juga bisa menjadi penerima beasiswa AAS selanjutnya. Untuk persiapan beasiswa lain, click disini.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Beasiswa AAS atau beasiswa Australia Awards Scholarship adalah beasiswa yang didanai oleh pemerintah Australia. Beasiswa AAS merupakan program beasiswa untuk kuliah S2 dan S3 di universitas-universitas Australia. Beasiswa AAS merupakan salah satu beasiswa dengan pembiayaan yang sangat lengkap, seperti biaya kuliah, biaya hidup, biaya pesawat, biaya kursus Bahasa Inggris, serta biaya-biaya penunjang akademik lainnya. Bagi yang ingin mendaftar beasiswa AAS, pahamilah hal-hal berikut:

Baca juga: Cara Mendapatkan Beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS) di Australia

Pahami Proses Seleksi dan Important Dates

Hal penting yang harus kamu tahu adalah proses seleksi dan tanggal-tanggal pentingnya. Kamu harus update tentang kapan pendaftarannya berakhir atau adakah perpanjangan waktu? Untuk tahun ini, pendaftaran online beasiswa AAS diperpanjang hingga akhir Juni. Selain itu, kamu juga harus mengetahui tanggal-tanggal penting lainnya, seperti pengumuman lolos seleksi administrasi (akhir Agustus), seleksi tahap dua (September) dan pengumumannya (Oktober). Kamu juga harus memastikan bahwa email yang kamu daftarkan adalah email yang aktif karena informasi mengenai kelulusan akan disampaikan melalui email.

Baca juga: Penjelasan Proses Seleksi Beasiswa AAS

Kenali Target Penerima Beasiswa

Taget penerima beasiswa AAS terbagi dua, yaitu targeted dan non-targeted. Yang termasuk kategori targeted adalah daerah-daerah seperti Aceh, NTB, NTT, Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara. Selain itu ada juga embassy partner, yaitu pendaftar yang dinominasikan oleh Kedutaan Besar Australian. Sedangkan untuk yang tidak termasuk dalam kategori di atas artinya menjadi non-targeted group. Kamu bisa tetap mendaftar beasiswa ini. Ada banyak pendaftar dari kategori non-tergeted yang diterima. Jadi, jangan menyerah.

Baca juga: Penjelasan Syarat Dokumen Beasiswa AAS

Jurusan Prioritas

Beasiswa AAS menetapkan jurusan-jurusan prioritas seperti, effective economic institutions and infrastructure, human development for a productive and healthy society, dan an inclusive society through effective governance. Bagaimana jika jurusan yang ingin kamu ambil tidak termasuk dalam jurusan prioritas. Kamu tetap bisa mendaftar dan berkesempatan mendapatkan beasiswa. Sebagai bahan pertimbangan, kamu bisa menghubungkan jurusanmu dengan jurusan-jurusan prioritas di atas. Coba temukan keterkaitannya dan jadikan hal tersebut sebagai salah satu alasanmu mengambil jurusan tersebut.

Baca juga: Penjelasan Jurusan Beasiswa Australia Award Scholarship (AAS) untuk Indonesia

Essay dan Supporting Statement

Untuk menulis essay dan supporting statement yang berkualitas, kamu harus meluangkan banyak waktu. Waktu sangat penting karena kamu membutuhkan waktu untuk mendapatkan ide, membuat kerangka tulisan, mulai menulis, merivisi, dan proofread. Saya sarankan untuk menulis essaymu sekitar 1000-1200 kata. Oleh karena itu, luangkan waktumu sebaik mungkin. Untuk essay pertama (alasan pemilihan studi), tulislah latar belakang kamu. Tuliskan pendidikan, pengalaman baik pekerjaan maupun organisasi atau komunitas, serta bagaimana rencana masa depanmu. Kaitkan pemilihan studi dengan latar belakang pendidikan dan pengalamanmu. Cobalah pelajari keunggulan jurusan/universitas tujuanmu.

Baca juga: Tips Menulis Esai Beasiswa Australia Awards Scholarships (AAS) part 1

Untuk essay kedua (how will the proposed study contribute to your career), tuliskanlah karir yang ingin dilakukan di masa depan, seperti apa kontribusi yang ingin diberikan, dan kaitkan studi yang diambil terhadap karir/kontribusimu. Sedangkan pada essay ketiga (how have you contributed to solving a challenge and to implementing change or reform). Kamu bisa menyampaikan apa yang sudah kamu lakukan di pekerjaan, kegiatan sosial, atau kegiatan akademik yang telah berperan dalam membantumu menyelesaikan sebuah permasalahan dan melakukan perubahan. Selain itu, ambil satu permasalahan yang menjadi bidang fokusmu dan temukan solusi untuk menyelesaikanya. Melalui essaymu, pihak beasiswa AAS akan melihat bagaimana kemampuan problem solving dan kemampuan leadershipmu.

Baca juga: Tips Menulis Esai Beasiswa Australia Awards Scholarships (AAS) part 2

The Power of 4P

Berdasarkan pengalaman pribadiku selama mendaftar beasiswa AAS. Saya memiliki 4P, yaitu purpose, preparation, pray, dan persistence. Pertama, purpose atau tujuan, niatkan sebaik-baiknya untuk belajar dan berkontribusi terhadap Indonesia. Kedua, preparation atau persiapan, kamu bisa mempelajari jenis seleksi pemberi beasiswa, pahami setiap detailnya, persiapkan dokumen-dokumen pendaftaran, dan latihan Bahasa Inggris. Ketiga, pray atau doa, kamu juga harus memperbanyak ibadah, doa, serta mohon doa restu orangtua untuk memberikan support spiritual. Terakhir, persistence atau ketekunan. Hal utama adalah jangan pernah menyerah, persiapkan dirimu untuk lulus dan persiapkan pula dirimu untuk gagal.

Baca juga: Fakta Unik dan Menarik tentang Beasiswa Australia Award Scholarship (AAS)

Leave a Reply

Your email address will not be published.