Pengalaman Mendapatkan Beasiswa LPDP

Pengalaman Mendapatkan Beasiswa LPDP

Halo semuanya. Perkenalkan saya Muhammad Chusnan Ma’arif, biasa dipanggil Chus. Saya kuliah di UINSA Surabaya program studi Ilmu Kelautan. Saya adalah salah satu penerima beasiswa LPDP Dalam Negeri. Berikut ini adalah pengalaman saya selama proses seleksi beasiswa LPDP. Semoga bisa memberikan pengetahuan serta motivasi kepada teman-teman yang lain. Untuk persiapan beasiswa lain, click disini.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) adalah program beasiswa untuk kuliah S2 dan S3 baik di dalam maupun di luar negeri. LPDP merupakan program beasiswa yang didanai oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia. LPDP setiap tahunnya memiliki perubahan sistem seleksi. Pada tahun 2019, seleksi LPDP dibagi menjadi 2 tahap. Selain tahapan seleksi, beasiswa LPDP dibagi dalam 3 jenis beasiswa, yaitu Beasiswa Umum, Beasiswa Afirmasi dan Beasiswa Targeted Group. Informasi lengkap tentang beasiswa LPDP dapat diakses di https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/ atau http://crmlpdp.kemenkeu.go.id/. Di tahun 2019, tahapan seleksi beasiswa LPDP dibagi dalam 3 tahapan seleksi yaitu, Seleksi Administrasi, Seleksi Berbasis Komputer, dan Seleksi Wawancara.

Baca juga: Syarat Dokumen Beasiswa LPDP S2 Dalam Negeri dan Luar Negeri

Seleksi Administrasi

Seleksi Administrasi merupakan tahapan awal. Di tahap ini, para pendaftar diminta untuk mengupload dokumen-dokumen persyaratan. Dalam tahap ini, setiap jenis beasiswa LPDP mensyaratkan dokumen-dokumen pendaftaran yang berbeda. Jadi perhatikan dengan seksama dokumen-dokumen apa saja yang dibutuhkan. Dokumen-dokumen yang dibutuhkan diantaranya, ijazah, transkrip nilai, surat pernyataan, sertifikat TOEFL ITP/IELTS/TOAFL, surat keterangan sehat dan bebas narkoba, surat rekomendasi, rencana studi, proposal studi dan proposal disertasi (ini khusus untuk pendaftar S3). Secara keseluruhan berkas2 tersebut dibutuhkan di semua jenis beasiswa LPDP. Selain itu, beberapa dokumen tambahan diperlukan untuk setiap jenis beasiswa LPDP. Sebagai contoh, beasiswa alumni Bidik Misi, dokumen tambahan yang dibutuhkan adalah SK rektor atau kemendikbud tentang Pengumuman Hasil Seleksi Bidik Misi.

Baca juga: Format Surat Rekomendasi beasiswa LPDP

Seleksi Berbasis Komputer (SBK)

Selanjutnya, tahapan Seleksi Berbasis Komputer atau SBK. Pada tahun 2019, Seleksi Berbasis Komputer menggunakan Computer Assisted Test (CAT). Pada tahap ini, pendaftar akan diminta untuk mengerjakan beberapa Soal TPA (Tes Potensi Akademik), Soal TKK (Tes Karakter Kepribadian) dan menulis Essay on the Spot. Pada tahap ini, peserta yang lolos mengacu pada Nilai TPA. Tahap awal SBK dimulai dengan TPA yang terdiri dari 60 Soal dengan rincian 30 soal verbal, 15 soal numerik, dan 15 soal analitik. 60 soal ini harus diselesaikan selama 90 menit. Berdasarkan pengalaman saya, di tahap TPA ini setiap peserta memiliki type soal yang berbeda.

Tahapan selanjutnya dalam SBK adalah Tes Karakter Kepribadian (TKK). Ditahap ini, para pendaftar akan diberikan beberapa soal tentang kepribadian. TKK terdiri dari 60 soal dan harus selesai dalam waktu 30 menit. Kamu hanya perlu menjawab sejujur-jujurnya berdasarkan dirimu sendiri. Jangan berpatokan pada orang lain. Kamu bisa berlatih soal-soal TKK dari internet sebagai bahan perbandingan. Tapi, jangan pernah meniru jawaban orang lain. Jawablah sesuai dengan kondisi dirimu yang sebenar-benarnya.

Baca juga: Seleksi Berbasis Komputer Beasiswa LPDP

Essay on the Spot bertujuan untuk menilai kepekaan pendaftar terhadap isu-isu terbaru di Indonesia. Melalui Essay on the Spot, pendaftar akan dinilai kemampuannya dalam menganalisa suatu permasalahan dan memberikan alternatif solusi yang masuk akal. Jadi, sebelum SBK, pastikanlah untuk sering update informasi terkini. Di sesi ini, kamu akan membaca narasi yang terpampang di monitor berisi tentang latar belakang permasalahan yang terjadi dan kemudian kamu akan diminta untuk memberikan pendapat serta solusi yang logis. Pendaftar akan diberikan topik yang berbeda-beda. Untuk tujuan luar negeri, kamu harus menulis essay dalam Bahasa Inggris. Manfaatkan waktu sebaik mungkin, karena waktunya hanya 30 Menit.

Baca juga: Contoh On The Spot Writing Essay Beasiswa LPDP

Wawancara

Bagi pendaftar yang lolos tahapan SBK akan diinformasikan untuk mengikuti tahapan selanjutnya, yaitu tahapan wawancara. Pihak beasiswa LPDP akan menginformasikan melalui email mengenai jadwal individu dan kelompok wawancara. Setiap pendaftar akan diberikan kelompok, jadwal verifikasi dan jadwal wawancara yang berbeda. Tahapan wawancara dibagi dalam beberapa tahapan, yaitu sesi Verdok (Verifikasi Dokumen), Wawancara 1, dan Wawancara 2. Pada sesi Verdok, pendaftar akan dipanggil secara bergiliran, pihak LPDP akan mengecek semua dokumen-dokumen yang diupload saat pendaftaran. Jadi, jangan sampai ada yang tertinggal.

Baca juga: Apa yang harus dilakukan untuk Menghadapi wawancara beasiswa LPDP

Selanjutnya adalah sesi wawancara 1. Di sesi ini, kamu akan berhadapan langsung dengan 3 panelis yang bertugas untuk mengecek secara mendalam tentang hal-hal akademik, baik track record akademik, rencana studi kedepannya, urgensinya untuk pembangunan Indonesia, pengalaman organisasi atau pengalaman kerja (jika ada), kontribusi sosial, karakter dan psikologis, serta inovasi para pendaftar. Di sesi ini, tidak ada batasan waktu, berdasarkan pengalaman saya, ada yang sampai 1 jam dan ada yang cuman 45 menit saja.

Sesi selanjutnya adalah sesi wawancara 2. Di sesi ini hanya ada 1 pewawancara. Wawancara 2 lebih berfokus pada wawasan kebangsaan dan nasionalisme, nilai-nilai pancasila, dan beberapa sejarah pergerakan di Indonesia. Di sesi ini juga tidak ada batasan waktu, pengalaman saya sendiri, di sesi wawancara 2 sekitar 10 menit. Sesi wawancara ini adalah sesi paling krusial menurutku. Kamu harus jadi diri sendiri, cerita apa adanya, jangan sampai berbohong atau mengada-ada. Kamu hanya perlu memberikan jawaban-jawaban yang logis dan rasional. Jangan berbicara terlalu mengada-ada untuk terlihat keren, tapi justru tidak bisa mengimplementasikannya. Jangan ragu untuk memberikan jawaban yang sederhana, namun kamu bisa mewujudkannya.

Baca juga: Tips Lolos Tes Wawancara Beasiswa LPDP

LoA Membantu atau Tidak

LoA  atau Letter of Acceptance adalah surat yang menyatakan bahwa kamu diterima di suatu universitas. Dengan adanya LoA, tentu hal ini sangat membantu untuk mendapatkan LPDP. Memiliki LoA menjadi nilai plus pada tahap wawancara. Karena kamu bisa meyakinkan panelis dengan adanya LoA tersebut. Dengan memiliki LoA, kamu bisa lebih cepat masuk kuliah. Dalam arti lain, setelah lolos LPDP, kamu bisa langsung kuliah, tanpa harus mencari-cari LoA lagi.

Baca juga: Tips Menulis Rencana Studi Beasiswa LPDP Setiap Paragraf

Leave a Reply

Your email address will not be published.