Pengalaman Meraih Beasiswa S1 S2 dan S3: Tidak Ada Mimpi yang Terlalu Tinggi untuk Hati yang Ikhlas Berusaha.

Pengalaman Meraih Beasiswa S1 S2 dan S3: Tidak Ada Mimpi yang Terlalu Tinggi untuk Hati yang Ikhlas Berusaha.

There is a will, there is a way. Dengan niat, kesungguhan dan  keteguhan hati menjadikan kak Adi mampu meraih double degree untuk S3. Kemisikinan rupanya hanya alasan klasik bagi mereka yang tidak gigih berjuang dalam mengenyam pendidikan. Pendidikan merupakan faktor utama pemutus rantai kemiskinan. Itulah yang ada di benak kak Adi. Nama lengkap ia adalah Rachmad Adi Riyanto. Ia adalah alumni Bidikmisi program studi Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP), Fakultas Pertanian (FP), Universitas Sebelas Maret (UNS) angkatan tahun 2010. Ia merupakan seorang yatim piatu dari keluarga sederhana namun memiliki mimpi besar untuk bisa menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Kala itu, pemerintah mencanangkan program bantuan pendidikan Bidikmisi pada tahun 2019 tepat ketika ia lulus SMK. Akhirnya ia berhasil mendapat kesempatan emas yang sebelumnya tidaklah mungkin baginya untuk kuliah. Untuk info beasiswa lain, bisa di cek disini.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah Termurah.

Sebagai mahasiswa Bidikmisi ia berkomitmen untuk tidak menjadi mahasiswa yang biasa-biasa saja. Hal ini ia buktikan dengan aktif di lebih dari 6 organisasi kemahasiswaan baik tingkat fakultas, universitas bahkan tingkat nasional. Ia aktif di Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi Nasional (Permadani Diksi Nasional) sebagai salah satu badan perumus dan pernah beramanah sebagai koordinator badan pengawasnya. Di tingkat universitas, ia aktif di organisasi berbasis keilmiahan seperti Ikatan Mahasiswa Berprestasi (IMAPRES) UNS, Studi Ilmiah Mahasiswa (SIM) UNS, Kelompok Studi Ilmiah (KSI) FP UNS dan lain-lain. Ia ingin meruntuhkan paradigma kebanyakan orang bahwa aktivis organisasi itu biasanya lulusnya lama dan IPKnya kurang bagus. Alhamdulillah walaupun aktif di banyak organisasi ia masih bisa menorehkan beberapa prestasi akademik dan non akademik. Puncaknya adalah ia bisa menembus batas mimpi nya menjadi Juara 1 mahasiswa berprestasi tingkat UNS tahun 2013 bahkan terpilih menjadi salah satu dari 15 finalis mahasiswa berprestasi tingkat nasional di tahun yang sama. Ia juga berhasil lulus UNS tepat waktu dengan IPK 3.83 dan menjadi wisudawan terbaik se-FP UNS pada periode wisuda ke-135 tahun 2014 lalu.

Baca juga: Beasiswa Karya Salemba Empat: Beasiswa untuk Mahasiswa S1

Setelah lulus S1 ia melanjutkan perjuangan nya untuk mewujudkan mimpi terbesar dalam hidup nya, yaitu menjadi seorang guru besar di bidang pangan. Ia lolos beasiswa afirmasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk alumni Bidikmisi dan melanjutkan studi di University of Leeds pada tahun 2016-2017. Saat kuliah di Leeds ia juga aktif menjadi ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Leeds, Alhamdulillah ia bisa lulus dari Leeds dengan predikat pass with distinction (cumlaude). Setelah lulus S2 ia menikah dan seringkali berbagi inspirasi ke berbagai kampus di Indonesia baik di Jawa maupun luar Jawa sebagai motivator. Saat ini ia sedang melanjutkan studi S3 di Gifu University dengan beasiswa Monbukagakusho dan akan berlanjut di UNS pada 2021, insya Allah tahun 2023 mendatang ia akan mendapatkan gelar ganda Dr dan PhD, dan semoga juga sudah menjadi dosen tetap di UNS. Sebagai mantan aktivis, ia tidak bisa lepas dari aktivitas organisasi, di tengah kesibukan S3 nya, ia juga aktif sebagai wakil kepala Pusat Kajian dan Gerakan Perhimpunan Pelajar Indonesia seluruh Dunia (PPI Dunia). Apa yang ia raih saat ini tidak lepas dari Bidikmisi yang telah membantu nya menembus batas-batas mimpi nya.

Baca juga: Beasiswa S2 dan S3 dari Jepang dan Asian Development Bank

Kak Adi adalah salah satu bukti bahwa paradigma orang miskin tidak bisa berpendidikan tinggi tidak lagi berlaku di negara ini. Ia seorang yatim piatu dari keluarga sederhana bisa menjadi calon Dr dan PhD sekaligus. Karena bidikmisi ia bisa mengenyam pendidikan S1, S2 bahkan S3 double degree dan semoga ke depan nya benar-benar bisa mewujudkan misi Bidikmisi untuk memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia. Terima kasih bidikmisi, terima kasih Indonesia.

Baca juga: Beasiswa Marshal Pap-worth-Harpers Adam University: Beasiswa S2 ke Inggris.

Please follow and like us:
Follow by Email
Facebook
Twitter
INSTAGRAM

Leave a Reply

Your email address will not be published.