Perbedaan Proposal Studi dan Rencana Studi Beasiswa LPDP 2019

Perbedaan Proposal Studi dan Rencana Studi Beasiswa LPDP 2019

Beasiswa LPDP 2019 resmi dibuka pada tanggal 10 Mei 2019, sedangkan untuk batch 2 Beasiswa LPDP 2019 dibuka pada bulan september. Banyak kebijakan baru yang dikeluarkan oleh lpdp diantaranya adalah essay yang harus ditulis. Melihat Beasiswa LPDP 2018, ada dua essay yang harus ditulis oleh pejuang beasiswa yaitu stement of Purpose dan rencana studi. Pada tahun 2019 ini, beasiswa mengubah mengganti Statement of Purpose dengan proposal studi. Jadi pejuang beasiswa lpdp 2019 harus menulis dua essay yaitu proposal studi dan rencana studi.

Baca juga: Info Beasiswa Paling Lengkap dari Berbagai Negara

Jika dilihat secara Sekilas, dari segi nama kedua essay tersebut terlihat mirip dan di forum-forum banyak pejuang beasiswa yang juga kebingungan untuk membedakan kedua esai ini. Namun, jika kamu cukup teliti, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas. Dan artikel kali ini akan membahasa apa sebenarnya perbedaan proposal Studi dan Rencana Studi Beasiswa LPDP 2019.

Perbedaaan Pertama

Secara sederhana, proposal studi memuat tentang apa alasan yang menjadi latar belakang kamu melanjutkan kuliah. Kamu mau lanjut kuliah pasti punya alasan dong. Dengan kata lain, kamu pasti punya alasan mengapa kamu mau S2 dan mengapa tidak cukup hanya memiliki gelar S1. Alasan-alasan tersebut yang kamu tuliskan di proposal studi.

Salain alasan, hal lain yang ada di proposal studi adalah apa yang akan kamu lakukan setelah kamu selesai kuliah. Dengan semua ilmu, skill dan koneksi yang kamu dapatkan di S2 dan miliki sekarang, kamu lalu mau ngapain. Kalau kamu belum punya, kamu harus sesegara mungkin memikirkannya. Oh ya. bukan hanya rencana ala kadarnya ya. Tapi, kamu harus membuatnya dengan detail.

Sementara itu, rencana studi adalah esai yang berisi tentang apa saja yang akan kamu lakukan selama kuliah. Rencana studi fokus pada kegiatan-kegiatan kamu baik kegiatan akademik, non-akademik, ekstrakurikuler dan riset. Terlihat jelas disini bahwa cakupan rencana studi hanya pada waktu kuliah saja. Bukan sebelum dan bukan juga sesudah kuliah.

Baca juga: Persiapan Beasiswa Paling Lengkap

Perbedaan Kedua

Perbedaan kedua ini akan fokus pada perbedaan yang disediakan oleh beasiswa LPDP 2019 berupa kisi-kisi tentang apa saja yang harus ada di proposal studi dan rencana studi. Perlu diingat bahwa ini adalah hasil interpretasi scholars dari kisi-kisi atau guide line yang disediakan oleh beasiwa LPDP.

Pada kisi-kisi proposal studi di website resmi beasiswa LPDP, tertulis  “Justifikasi rasional pemilihan bidang studi, perguruan tinggi, area disiplin keilmuan, dan relevansinya terhadap kebutuhan institusi asal maupun pembangunan nasional.” Kisi-kisi tersebut dapat dibagi menjadi dua. Pertama “tertulis  “Justifikasi rasional pemilihan bidang studi, perguruan tinggi, area disiplin keilmuan”. Kedua “relevansinya terhadap kebutuhan institusi asal maupun pembangunan nasional.”

Berdasarkan kisi-kisi bagian pertama tersebut, kamu harus memberikan alasan yang akademis mengapa kamu memilih jurusan tersebut. lanjutkan dengan alasan memilih kampus tujuan. mengapa harus kampus tersebut, mengapa tidak kampus lain. dilanjutkan dengan alasan memilih disiplin keilmuan.

Berdasarkan kisi-kisi bagian kedua tersebut, kamu mencoba memaparkan tentang apa yang bisa kamu lakukan dan berikan kepada institusi atau masyarakat (pembangunan nasional) dengan keilmuan yang kamu dapatkan. Dengan kata lain, kontribusi apa yang akan kamu berikan kepada institusi atau masyarakat untuk pembangunan nasional. Disini, kata yang digunakan adalah atau. Jadi, kamu bisa memilih salah satu. Sesuai dengan impian kamu di masa depan.

Sementara itu, untuk kisi-kisi rencana studi tertulis “Deskripsikan rencana perkuliahan dan sks per-semester yang akan ditempuh hingga selesai studi. Deskripsikan topik apa yang akan Saudara tulis dalam tesis. Deskripsikan aktivitas di luar perkuliahan yang akan Saudara lakukan selama studi. Melampirkan daftar silabus perkuliahan [kuliah studi lapangan (field study) yang mengeluarkan biaya tambahan tidak dibiayai oleh LPDP].”

Panduan Menulis Proposal Studi Beasiswa LPDP

Dari kisi-kisi di atas, terlihat dengan jelas bahwa rencana studi memang benar-benar fokus hanya pada tentang hal-hal yang berhubungan dengan perkuliahan. Seperti mata kuliah, jumlah sks, topik penelitian, aktifitas non-akademik. Cuman bagaimana cara membuatnya? Sepertinya akan ada artikel lanjutan yang akan fokus pada membuat tips cara membuat proposal studi dan rencana studi. Setuju?

Baca juga: Langkah-Langkah Mendaftar Beasiswa LPDP

Please follow and like us:
Follow by Email
Facebook
Twitter
INSTAGRAM

11 thoughts on “Perbedaan Proposal Studi dan Rencana Studi Beasiswa LPDP 2019

  1. Ry says:

    Thank udh share kak. Kalau boleh adakah contoh rencana study dan proposal study dri alumni awardee disini. Supaya bisa lebih mantap lagi pemahamannya thank

  2. Yuni says:

    Terimakasih atas infonya..sangat bermanfaat sekali..

  3. Fakhrul Indra says:

    Edukatif, simpel, jelas

  4. Fika Dwi Utami says:

    kak, ditunggu artikel lanjutannya tentang cara bikin rencana studi dan proposal studi kak

    1. imam says:

      Sudah ada ka. Silahkan dibaca

  5. Marif Nurrahman says:

    Boleh Saya minta link website resmi, dimana bisa melihat kisi-kisi proposal studi lpdp? Saya belum nemu.

    1. imam says:

      Ada di buku panduan beasiswa lpdp ka

  6. astutik says:

    Assalamualaikum kak, saya ingin bertanya apakah di rencana studi tahun ini akan ada studi objektif/latar belakang seperti tahun kemarin?

    1. imam says:

      untuk isinya, pihak LPDP sudah memberikan kisi2 di buku panduan

  7. astrit says:

    assalamualaikum kak, tolong di share dong contoh proposal studi. thanks

    1. imam says:

      waalaikumussalam,
      untuk contoh memang kadang yang bersangkutan kurang setuju untuk dishare ka

Leave a Reply

Your email address will not be published.