Persiapan Awal Beasiswa LPDP

3 hal yang harus dipersiapkan sejak awal saat mempersiapkan beasiswa LPDP

Artikel ini sangat cocok untuk mahasiswa semester 1 – 7 yang kadang masih kebingungan tentang apa yang harus dipersiapkan dari awal untuk mendapatkan beasiswa. 3 persiapan ini harus benar-benar dipersiapkan dari jauh-jauh hari, tidak bisa dadakan. Karena ada proses yang harus di lalui. Sedangkan selain 3 syarat berikut, saya rasa dapat di selesaikan dalam waktu satu sampai tiga hari. Contohnya surat keterangan bebas narkoba. Kamu cukup pergi ke rumah sakit pemerintah dan Surat keterangan bebas narkoba pun sudah di tangan dalam waktu beberapa jam saja.

Baca juga: Persiapan Kuliah di Inggris

Kontribusi

Kontribusi adalah syarat paling utama untuk dipersiapkan karena apapun beasiswa yang mau kamu apply, kontribusi menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi. Beasiswa LPDP juga secara tidak langsung mensyaratkan seorang pemohon beasiswa memiliki kontribusi nyata. Secara sederhana, Kontribusi adalah apa yang kamu berikan kepada masyarakat disekitar kamu di tempat kamu berada. Kontribusi dapat berbentuk kegiatan amal, bina desa, membangun rumah baca, kegiatan voulenteer dan lain-lain. Pada dasarnya kegiatan apapun yang dibutuhkan masyarakat, atau menyelesaikan masalah di masyarakat walaupun dalam bentuk yang sederhana tetap layak untuk disebut kontribusi.

Kontribusi tersebut nantinya akan dituangkan dalam bentuk essay. Tidak hanya kontribusi di masa lalu, tapi juga saat ini, dan di masa depan. Akan sangat bagus ketika kontribusi yang disampaikan dalam essay berkesinambungan antara kontribusi di masa lalu, sekarang, dan masa depan. Hal tersebut akan memberikan kesan bahwa kamu adalah orang yang benar-benar terencana dengan baik. Jadi pilihlah kontribusi yang sekiranya mendukung kontribusi kamu di masa depan. Jika tidak ada, jangan berkecil hati, kamu bisa pilih kontribusi yang dibutuhkan masyarakat, berdampak, atau berkesinambungan walaupun kurnag berhubungan dengan kontribusi kamu di masa depan.

Banyak scholarship hunters yang bingung harus menceritakan apa ketika harus menulis essay kontribusi. Ada dua tipe scholarship hunters berdasarkan kebingungannya. Pertama, karena mereka tidak paham tentang apa yang harus ditulis, kontribusi seperti apa yang harus dimaksukkan, dan bagaimana harus menulis. Scholarship hunter tipe pertama ini dapat ditolong dengan membaca essay awardee, bertanya kepada awardee, atau mencari info di internet. Scholarship hunters bingung tipe kedua adalah karena dia sama sekali tidak memiliki kontribusi Karena saat kuliah mereka mungkin kurang aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial, kegiatan amal, atau organisasi. Mereka adalah mahasiswa kupu-kupu. Saran saya, jika kamu masuk tipe yang kedua ini, setelah membaca tulisan ini dan sadar, sebaiknya kamu cepat-cepat memikirkan apa yang dapat kamu lakukan dan kontribusikan kepada masyarakat. Saran saya, ikutilah komunitas-komunitas positif, relawan-relawan, atau organisasi-organisasi. Dengan begitu, kamu akan memiliki wadah untuk berkontribusi.

Sertifikat Bahasa

Belajar bahasa tidak mungkin instan. Ada proses yang harus dilalui sehingga tercipta progres. Begitupun saat kamu belajar bahasa inggris, kamu membutuhkan waktu untuk mencapai target yang diinginkan. Lebih lagi kalau bahasa inggris kamu benar-benar dari dasar atau nol banget. Secara teori setidaknya butuh 3 bulan untuk mencapai level TOEFL dari level basic. Hitungan Kasarnya, mempersiapkan Bahasa Inggris setidaknya butuh 5 – 6 bulan jika mau memiliki target di atas 550 untuk TOEFL. Masih berdasarkan teori, kemampuan bahasa seseorang akan meningkat satu level, contoh dari  500 – 550 untuk nilai TOEFL, atau dari 4.5 – 5.0 untuk nilai IELTS, membutuhkan waktu 200 jam belajar. Namun, perlu diingat bahawa setiap orang belajar dengan kecepatan yang berbeda. Belajar juga dipengaruhi oleh tingkat kerajinan dan strategi belajar yang kamu miliki. Kamu yang memahami kemampuan dan kecepatan belajar mu sendiri.

Baca juga: Kegiatan yang Mendukung untuk Mendapatkan Beasiswa

Selain proses dalam menguasai bahasa inggris yang membutuhkan waktu. Kamu juga harus mengetahui bahwa mengambil official test TOEFL hanya diijinkan sebulan sekali. Artinya kamu tidak dapat mengambil dua test TOEFL di bulan yang sama. Walaupun sebenarnya, TOEFL ITP itu dilaksanakan dua kali tiap bulan. Selain itu, kamu tidak langsung mendapatkan nilai TOEFL langsung setelah kamu selesai ujian. Kamu setidaknya harus menunggu dua minggu atau 10 hari kerja untuk mengetahui hasil test TOEFL.

Jadi kalau dihitung-hitung, kamu akan membutuhkan setidaknya 6 bulan mulai dari persiapan bahasa inggris dasar, belajar TOEFL, mengambil official test dan mendapatkan nilai TOEFL. Pikirkan baik-baik. Dan sekali lagi, informasi di atas bukan pasti dan tidak dapat diubah. Setiap orang memiliki cara masing-masing dalam belajar. Namun, secara umum, jika kamu mempersiapkan diri dari nol, kamu akan butuh waktu kurang lebih seperti perhitungan di atas.

Essay

Essay harus dipersiapkan dari awal dan dengan sebaik mungkin. Selain essay ini akan menjadi endorse kamu, mungkin kamu akan merasa kesulitan dalam menulis essay karena faktor-faktor seperti tidak tahu apa yang harus ditulis, atau tidak paham bagaimana struktur yang baik dalam menulis essay. Untuk mendapatkan tips dari scholars tentang menulis essay. Click tips menulis Statement of purpose, dan tips menulis rencana studi.

Faktor pertama, tidak dapat menulis essay karena tidak tahu apa yang harus ditulis. Faktor pertama ini disebabkan oleh tidak memiliki bahan untuk ditulis. Entah karena memang benar-benar tidak memiliki atau tidak sadar bahwa apa yang dimiliki itu dapat dimasukkan ke dalam sebuah essay. Solusinya adalah membaca! Misalkan kamu mau menulis essay rencana studi. Sebaiknya mulailah dengan membaca-baca website kampus yang mau kamu tuju. Selain itu, waktu lebih lama dibutuhkan dalam membuat essay adalah karena sering sekali kita merasa stuck dalam menulis karena tidak tahu apa yang harus ditulis. Kalau sudah begini, cari inspirasi dengan berdiskusi dengan awardee atau membaca essay milik orang lain.

Faktor Kedua, tidak tahu apa yang harus ditulis karena tidak memahami bagaimana cara menyampaikannya dalam bentuk tulisan. Kamu memahami apa yang mau ditulis tapi merasa sangat sulit untuk menuangkan dalam bentuk tulisan. Kalau sudah begini, mau tidak mau, kamu harus mengumpulkan informasi terlebih dahulu dengan membaca essay miliki orang lain, memahami struktur penulisannya, mencari tips menulis essay dan mencari tahu apa yang sebaiknya ada dan tidak boleh ada dalam essay.

Faktor yang membuat essay harus dipersiapkan dalam waktu yang lama adalah karena Kamu harus membacanya berulang-ulang. Kamu harus meminta orang membaca essay tersebut atau istilah kerennya proofreading. Kamu bisa meminta proofreading pada teman, dosen atau awardee LPDP. Proofreading penting karena mungkin menurut kamu apa yang mau kamu sampaikan di essay sudah jelas, namun belum tentu bagi orang lain. Bagi kamu, sesederhana apapun tulisan kamu, kamu akan tetap memahami tulisan tersebut dengan mudah karena kamu punya background memory di dalam pikiran kamu yang membantu kamu memahami kejadian yang kamu tulis di essay. Sedangkan orang lain, tidak memiliki background memory tersebut, jadi orang lain hanya akan menangkap dan memahami sesuai dengan apa yang kamu tulis.

Untuk saat ini, itu dulu informasi yang bisa scholars berikan. Follow website ini untuk dapat informasi lebih banyak nantinya. Jika ada pertanyaan, leave in the comment!

Persiapan Awal Beasiswa LPDP

Baca juga:Pengalaman Mendapatkan Beasiswa KGSP Jalur Embassy

Please follow and like us:
Follow by Email
Facebook
Twitter
INSTAGRAM

5 thoughts on “Persiapan Awal Beasiswa LPDP

  1. Mei Putra Jaya Waruwu says:

    Gmn sih biar bisa diskusi dengan awardee Kak ?

    1. imam says:

      biasanya sih ikut kegiatan seminar beasiswa gitu
      sekarang banyak kok seminar online

  2. Annisa Sholihat says:

    MaasyaaAllah semoga bisa 💪

  3. Aisyah Nurul Hidayah says:

    Kak, untuk kontribusi, kalau pernah mengikuti organisasi apakah harus mencantumkan SK atau sertifikatnya?

    1. imam says:

      gak harus ka.

Leave a Reply

Your email address will not be published.