Tips Menulis Statement of Purpose

Tips Menulis Statement of Purpose

 

Kesalahan terbesar dalam menulis Statement of Purpose adalah menganggap bahwa Statement of Purpose tidak akan benar-benar dibaca sehingga menulis Statement of Purpose apa adanya, tanpa persiapan, dan tanpa dibaca berulang-ulang. Akibatnya, Statement of Purpose yang kamu buat akan terkesan monoton dan tidak menarik. Padahal, Statement of Purpose adalah media yang tepat untuk mu menunjukkan seberapa berharga kamu untuk mendapatkan beasiswa dan juga menjadi media yang tepat untuk pemberi beasiswa yang diwakili oleh reviewer untuk mengetahui apa saja kontribusi yang sudah kamu lakukan. Statement of Purpose menjadi salah satu pertimbangan dalam mengambil keputusan apakah kamu diterima atau tidak.

Baca juga:
Cara mendapatkan LoA
Jasa penerjemah regular

Kebanyakan Statement of Purpose berisi hal-hal seperti ini

Saya melamar beasiswa karena dengan beasiswa ini saya yakin saya dapat melanjutkan studi ke tingkat magister dengan begitu saya akan mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman baru. Kedua hal tersebut akan membantu saya untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.

Banyak kasus yang terjadi adalah sering sekali pejuang beasiswa menggunakan kata-kata seperti itu. Saya yakin semua orang paham bahwa tujuan beasiswa adalah membiayai kamu. Saya rasa hal-hal seperti itu tidak usah lagi disampaikan karena pemberi beasiswa lebih tahu. Juga, hal tersebut membuang space Statement of Purpose kamu yang berharga.

Kata-kata kedua yang saya ingin kritisi adalah  “melanjutkan studi ke tingkat magister dengan begitu saya akan mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman baru”. Memang itu tujuan belajar! Tidak usah ditulis di Statement of Purpose pun, pemberi beasiswa sudah pasti tahu.

Baca juga:
Tips menulis CV yang baik
Jasa Penerjemah tersumpah

Dalam Statement of Purpose, kamu membutuhka Purpose yang nyata (riil), menyentuh masyarakat, menyentuh masalah dan potensi yang ada, dapat dan mungkin untuk dilakukan (feasible), unik, dan asli. Jangan pernah berniat untuk copy paste Statement of Purpose. Kamu boleh membaca sebagai rujukan, wawasan (insight), contoh, atau inspirasi. Tapi, jangan pernag copy paste dan buatlah dengan kata-kata kamu sendiri.

Ceritakan, bukan katakan

Sebuah Statement of Purpose adalah sebuah Statement of Purpose yang bercerita tentang mengapa dan bagaimana kamu melakukan sesuatu. Kamu mencoba untuk menggambarkan kegiatan-kegiatan kamu sehingga ketika orang lain membaca Statement of Purpose tersebut, mereka seolah-olah hadir di dalam cerita itu, mereka dapat membayangkan apa yang yang ditulis. Orang akan tetap membaca Statement of Purpose saat sisi emosi atau perasaan mereka disentuh. Saya ingin menyampaikan di awal bahwa semua hal luar biasa membutuhkan waktu untuk terbentuk seperti sebuah berlian.

Baca juga: cara mendapatkan dan menulis surat rekomendasi

Angka itu penting

Statement of Purpose harus memberikan data yang akurat tentang apa yang kamu lakukan. Dan angka akan membuat Statement of Purpose lebih meyakinkan dan memberikan gambaran lebih mendalam tentang apa yang kamu lakukan. Misalkan kamu ingin menceritakan tentang penagalaman mu ketika kamu mengadakan kelas gratis untuk tetangga sekitar rumah kamu. Tunjukan berapa lama program tersebut, berapa yang hadir, berapa lama belajar dalam satu kali pertemuan, kelas berapa dan usia berapa saja yang terlibat, dan lain-lain. Tentu saja itu hanya contoh, kamu bisa memikirkan dalam bidang yang lain.

Spesifik bikin asyik

Jangan pernah puas dengan hanya memberikan satu alasan untuk satu hal yang kamu lakukan. Cobalah untuk menggali lebih detail dan lebih dalam tentang mengapa kamu memilih untuk melakukan itu, bukan hal lain. Mengapa harus itu dan apa dampaknya bagi orang lain.

Misalkan kamu ingin berkata “Saya melamar beasiswa karena saya ingin lebih bermanfaat bagi orang lain dengan ilmu yang akan saya dapatkan nantinya.” Pernyataan tersebut mungkin terdengar bijak, tapi akan lebih bagus lagi jika kamu menambahkan dengan jawaban dari pertanyaan seperti “bermanfaat seperti apa yang akan kamu berikan? Mengapa kamu ingin memberikan manfaat tersebut? Apa yang akan terjadi jika kamu tidak melakukan itu? Bagaimana bisa ilmu yang kamu dapatkan menambah kebermanfaatan mu kepada orang lain?”

Hindari perkataan yang bertele-tele seperti ‘Saya ingin mengubah dunia’ atau ‘Saya ingin menemukan jati diri saya’. Sebagai gantinya, fokuslah pada permasalahan dan potensi yang ada di masyarakat. Kemudian, berfikirlah bagaimana cara yang paling logis untuk mengerjakannya. Bagaimana harus memulai, langkah-langkah yang harus dilakukan, siapa yang akan diajak kerjasama, dan lain-lain.

Mungkin benar bahwa pihak pemberi beasiswa ingin mengetahau tujuan kamu apa. Itulah kenapa namanya Letter of purpose. Namun, lebih penting lagi pemberi beasiswa ingin kamu berfikir sendiri tentang mengapa kamu mengambil keputusan untuk melakukan sesuatu tersebut; mengapa menurut kamu apa yang kamu lakukan itu adalah hal terbaik yang bisa kamu lakukan; dan mengapa kamu berpikir bahwa kamu benar-benar membutuhkan beasiswa untuk berhasil dalam hidup. ‘Mengapa’ selalu sangat penting, dan juga pertanyaan yang sangat menantang untuk dijawab. Itulah sebabnya, jika kamu dapat menemukan jawaban untuk semua alasan, kamu layak untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan.

Baca juga: Daftar tempat tes TOEFL dari sabarng sampai merauke

Essay yang sesuai

Saat kamu ingin apply beasiswa, kamu harus mencari tahu dan memahami semua tentang beasiswa tersebut mulai dari logo dan filosofinya, budaya, visi, nilai, motto, kelebihan, dan kekurangan. Dengan memahami semua itu, kamu akan paham gambaran tentang orang seperti apa yang diinginkan oleh pemberi beasiswa sehingga apa yang kamu tulis akan sesuai dengan apa yang pemberi beasiswa cari. Jangan berpura-pura atau mengada-ada, tetap jadi diri sendir, temukan potensi yang ada dalam diri mu yang ada hubungannya dengan pejuang beasiswa seperti apa yang dicari. Kamu tidak perlu khawatir jika kamu tidak memiliki semua kriteria yang ada. Salah satu saja ada, itu suda cuku. Tentu saja, jika lebih banyak, tentunya akan lebih baik.

Menggabarkan diri sendiri

Saat memulai menulis essay, saya berfikir antara dua pilihan. Pertama, seseorang yang luar biasa, memiliki banyak kesuksesan, tanpa menyebutkan kegagalan. Kedua, seseorang yang pekerja keras, pejuang, dan pantang menyerah. Saya memutuskan untuk memilih opsi yang kedua. Setelah itu, saya memikirkan bagaimana cara menggambarkan itu semua. Pada akhirnya saya bercerita bahwa saya pernah gagal. Benar-benar sangat terpuruk sehingga membuat orang tua menangis. Tidak ada niat untuk lanjut kuliah S1 dan memilih untuk bekerja. Setelah itu, saya bercerita bagaimana titik balik dalam hidup yang membuat saya belajar dari kegagalan, bangkit, dan menjadi lebih baik.

Begitulah cara saya menentukan akan terlihat seperti apa di dalam essay yang saya tulis dan bagaimana cara untuk menggambarkan itu semua. Kamu juga harus memilih kamu ingin tergambarkan seperti orang yang seperti apa. Misalkan kamu memutuskan untuk menggambarkan diri kamu sebagai seseorang yang “passionate about teaching”, jangan langsung mengatakan “saya sangat mencintai mengajar”. Tapi, tunjukkanlah dengan menceritakan kegiatan atau pengalaman yang secara tidak langsung mengkomunikasikan bahwa kamu sangat semangat dalam mengajar seperti “mengajar menjadi kegiatan yang selalu saya tunggu walaupun tidak ada hari libur, wajah murid yang tersenyum paham menghapus semua lelah di badan dan memberikan semangat baru untuk menemani kelas 9 SMP persiapan ujian akhir di jam 19.00 WIB.”

Baca juga: Mental Pejuang Beasiwa

Sampaikan Masalah

Saat menulis Statement of purpose, mungkin kamu ingin terlihat luar biasa. Tapi kamu harus sadar bahwa kamu hanya manusia biasa bukan superman. Pasti ada saat dimana kamu gagal dan terpuruk. Kamu bisa menyampaikan hal tersebut, tapi pastikan sampaikan dengan cara yang anggun. Penting untuk mengatakan kenapa kamu gagal misal, tapi lebih penting lagi kamu menceritakan bagaimana kamu mampu bertahan dan mengatasi itu. Cukup sampaikan masalah dan alasan dalam satu ada dua kalimat dan gunakan sisanya untuk menceritakan perjuangan mu mengatasi masalah, kelemahan, atau kegagalan yang kamu alami.

Ingat untuk menyampaikan apa yang pelajari, komitmen apa yang kamu buat, dan prinsip hidup seperti apa yang kamu pegang setelah masalah itu. Tunjukkan kalau kamu menjadi lebih baik dan terus lebih baik. Dengan begitu, citra kamu di depan pemberi beasiswa akan terlihat sebagai pejuang beasiswa yang matang, dengan kemampuan untuk “menghadapi tantangan tambahan” dan “menyelesaikan tepat waktu”, bahkan ketika ada hal-hal yang bertentangan denganmu.

Baca juga: Kesalahan konyol penyebab gagal mendapatkan beasiswa

Peran Beasiswa

Dengan semua hal hebat yang kamu tulis sebelum-sebelumnya, pasti pemberi beasiswa ingin tahu apa atau dibagian mana peran beasiswa ini bermanfaat bagi kamu. Jawaban “beasiswa ini akan menjadi batu loncatan bagi saya untuk berkontribusi lebih baik” terdengar umum dan klasik. Kamu butuh alasan yang lebih personal. Cari tahu apa kelebihan dari beasiswa yang mau kamu apply mulai seperti program, kegiatan awarde, atau pemberdayaan alumni, kemudian hubungkan dengan apa yang akan kamu lakukan di masa depan saat kamu mendapatakan beasiswa atau setelah kamu selesai studi.

Baca juga: Tips menulis rencana studi perparagraf

Proofread

Kesalahan lain yang dilakukan pejuang beasiswa adalah menyimpan essay mereka untuk diri mereka sendiri. Mungkin kamu pemalu, atau mungkin kamu berpikir bahwa teman-teman dan keluarga kamu tidak paham dengan essay atau beasiswa. Jadi kamu berpikir tidak ada gunanya meminta teman dan keluarga untuk mengkritik esai kamu. Salah! Itu adalah pemikiran yang salah! Karena

Mungkin teman dan keluarga kamu tidak paham tentang beasiswa, tapi, mereka pasti paham tentang ‘kamu’. Mereka akan memberikan masukan tentang kelebihan atau keuntungan yang mungkin saja terlewatkan. Selain itu, mereka akan bertanya ketika apa yang kamu tulis kurang jelas. Dan saat itulah kamu akan sadar bahwa ada perlu beberapa tambahan atau perbaikan agar tulisan mu menjadi lebih matang.

Selain itu, kamu juga bisa meminta saran dari dosen kamu. Sempatkan untuk bertemu dengan beliau. Selain untuk meminta saran untuk statement of purpose. Sekalian kamu bisa meminta surat rekomendasi dan meminta doa.

Jika ada pertanyaan atau pernyataan, tinggalkan di kolom komentar.

Baca juga:
Test TOEFL Online
Download Soal TEOFL Sturcture
Persiapan kuliah ke UK

Please follow and like us:
Follow by Email
Facebook
Twitter
INSTAGRAM

4 thoughts on “Tips Menulis Statement of Purpose

  1. ajeng says:

    Sangat bermanfaat sekali dan memberikan banyak wawasan mengenai apa yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan ketika membuat statemen of purpose. Agar menjadi statement of purpose yang baik. Terimakasih…

  2. Anju Eranti says:

    Benar yang di tuliskan admin kalau kita hanya berkata bahwa ” saya ingin bermanfaat bagi orang lain” pasti akan ada pertanyaan “bermanfaat yang seperti apa dan bla bla bla” saya telah mengalaminya sekitar 2 bulan yang lalu dan alhamdulillah allah masih membantu saya untuk lulus. Saya harap semoga untuk pelamar beasiswa selanjutnya tidak mengalami hal konyol seperti saya karena masalah spele

  3. Dwipa Ajiati says:

    Kak satu statement of purpose bisa digunakan untuk apply beberapa beasiswa?

    1. imam says:

      masing2 beasiswa memiliki foramt essay yang berbeda2

Leave a Reply

Your email address will not be published.