Pengalaman Menerima Beasiswa Chevening

Pengalaman Menerima Beasiswa Chevening

Hallo, Pejuang beasiswa! Aku Akarina, dan aku adalah salah satu penerima beasiswa atau awardee beasiswa Chevening tahun 2017. Pada kesempatan kali ini, aku mau berbagi cerita terkait pengalamanku sebagai penerima beasiswa Chevening. Semoga ceritaku bisa memberikan informasi tambahan untuk kamu yang berniat melanjutkan studi di Inggris, khususnya melalui beasiswa Chevening. Untuk info persiapan beasiswa lain, silahkan click disini.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Terkait Chevening

Kamu pasti sudah tahukan, Inggris merupakan salah satu tujuan favorit bagi pelajar international? Hal ini didukung dengan banyaknya beasiswa ke Inggris, yang disediakan oleh pihak swasta, kampus, maupun kepemerintahan. Chevening sendiri merupakan beasiswa yang didanai oleh Foreign and Commonwealth Office (bagian departemen pemerintah Inggris). Bagian departemen pemerintah Inggris tersebut dibantu oleh organisasi mitra seperti perusahaan atau universitas untuk menyelenggarakan beasiswa Chevening ini.

Baca juga: Pengalaman Meraih Beasiswa LPDP Universitas Sydney Australia Part 1

Chevening menyediakan dua kategori atau skema beasiswa. Skema yang pertama adalah Chevening fellowship. Program ini khusus untuk kandidat yang telah bekerja (di posisi mid-career), namun masih ingin meningkatkan kemampuan, pengetahuan, atau jaringan melalui short courses, research, dan professional placement di lembaga-lembaga Inggris. Lalu, kategori kedua ada Chevening scholarship yang ditujukan kepada calon mahasiswa S2. Nah, aku adalah salah satu awardee Chevening scholarship tersebut.

Chevening scholarship memang ditujukan untuk calon mahasiswa S2. Namun untuk bisa mendaftar, kamu harus sudah memiliki pengalaman kerja minimal 2.800 jam atau selama 2 tahun. Pengalaman kerja ini bisa berupa kerja full time, part time, voluntary work, serta paid/unpaid internship. Chevening tidak mengharuskan bukti konkret untuk pengalaman kerja kamu. Dan alasan kenapa seorang kandidat harus memiliki pengalaman kerja adalah agar kandidat dapat lebih fokus kepada tujuan mereka melanjutkan studi.

Baca juga: [Bagian 2] Pengalaman Meraih Beasiswa LPDP Universitas Sydney Australia

Menjadi Penerima Beasiswa Chevening

Sebelum diterima menjadi awardee Chevening, sebenarnya aku sudah ditolak oleh tiga beasiswa. Tapi karena itulah aku berusaha lebih keras dan lebih fokus dalam pendaftaran beasiswa Chevening. Untuk bisa mendaftar, selain harus memiliki pengalaman kerja, kamu juga harus sudah  diterima di tiga universitas di Inggris, dibuktikan dengan LoA. Nah, tahap pendaftaran universitas dan pemilihan jurusan ini harus kamu pikirkan baik-baik. Aku sendiri perlu waktu berbulan-bulan untuk memikirkan jurusan yang aku pilih berikut menyusun esainya.

Kenapa pemilihan jurusan sangat penting? Itu karena Chevening mencari kandidat dengan tujuan dan goal yang jelas. Sehingga akan lebih baik jika kamu memilih jurusan yang bisa mendukung kamu untuk mewujudkan sesuatu dalam bidang atau pekerjaan yang kamu tekuni. Bahkan akan semakin baik jika jurusan program S1 kamu linier dengan jurusan S2 yang kamu pilih. Walaupun, sebenarnya, tidak benar-benar harus linier pun tidak masalah. Maksudnya adalah, asalkan kamu bisa mengaitkan jurusan yang kamu ambil dengan tujuan/goal kamu, maka itu sudah cukup.

Baca juga: Pengalaman Meraih Beasiswa S1 S2 dan S3: Tidak Ada Mimpi yang Terlalu Tinggi untuk Hati yang Ikhlas Berusaha.

Pentingnya Pencapaian

Berdasakan pengalaman sebagai awardee, kandidat yang memiliki pencapaian akan mendapat peluang yang lebih besar untuk bisa menjadi awardee. Chevening memang mencari kandidat yang memiliki jiwa kepemimpinan, dan hal tersebut dapat dicerminkan melalui pencapaian yang dimiliki seseorang. Bentuk pencapaian tersebut tidak perlu sesuatu yang besar seperti menjadi CEO. Pencapaian ini bisa berupa mengikuti kegiatan volunteer atau menjadi ketua sebuah projek di tempat kerjamu.

Baca juga: Pengalaman Penerima Beasiswa Unggulan

Dalam Menulis Esai

Esai menjadi salah satu komponen penting dalam proses pendaftaran beasiswa Chevening. Seperti yang aku ceritakan tadi, aku bahkan memerlukan waktu lebih dari 1 bulan untuk menyusun esai. Lantas, apa yang harus ditulis dalam esai ini? Esai yang ditulis harus menjelaskan pengalaman leadership dan influence skill kamu. Selain itu, kamu juga bisa menjelaskan bagaimana kamu membangun networking. Lalu, kamu juga harus menjelaskan alasan memilih jurusan yang kamu pilih, serta menerangkan bagaimana Chevening dan jurusan pilihanmu dapat membantu kamu kedepannya. Terakhir, kamu diminta untuk membuat outline career goals setelah lulus nanti. Oh iya, jangan lupa untuk membangun cerita. Cerita yang dimaksud adalah cerita tentang kendala yang pernah kamu jumpai dalam pengalaman leadershipmu, lalu menjelaskan bagaimana caramu mengatasi kendala tersebut.

Baca juga: Pengalaman Mendaftar Lolos dan Kuliah di PKN STAN

Melalui Wawancara

Wawancara beasiswa Chevening nanti akan dilakukan oleh 3 panelis yang berasal dari kedutaan Inggis, Chevening committee, dan alumni Chevening. Wawancara akan dilakukan di kedutaan Inggris di Jakarta. Hanya beberapa kandidat terpilih yang akan dipanggil untuk wawancara. Selama wawancara, topik yang akan dibahas adalah informasi yang kamu tulis di esai sebelumnya. Intinya, pada tahap ini, panelis ingin mengetahui aspirasi pribadi dan professional kamu. Selain itu, disini panelis juga ingin mengetahui lebih jauh bagaimana Chevening dapat membantu kamu mencapai tujuan/goal kamu kedepannya.

Baca juga: Pengalaman Lolos Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI)

Leave a Reply

Your email address will not be published.