Pengalaman Mendapatkan Beasiswa Maroko

Pengalaman Mendapatkan Beasiswa Maroko

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakaatuhu, Halo sobat scholars Gimana kabar kalian semua? Semoga selalu diberi kesehatan dan kelimpahan rezeki di tengah-tengah kondisi seperti ini. Aamiin yaa rabbal aalamiin. Perkenalkan nama saya  Nanda Azzah Salsabillah. Saya adalah salah satu penerima beasiswa di Maroko. Oke, sebelumnya saya ingin menyampaikan bahwa apa yang saya sampaikan pada kesempatan kali ini adalah murni pengalaman pribadi saya sendiri atau dari teman-teman lain. Barangkali jika teman-teman yang pernah mendengar informasi tentang kabar serupa dan berbeda, mohon diserap dan dikritisi masing-masing. Untuk info persiapan beasiswa lainnya, click disini.

Baca juga:Jasa Penerjemah Tersumpah

Moroko adalah sebuah negara yang memiliki garis pantai yang sangat panjang di Samudera Atlantik. Secara geografis, memiliki wilayah yang sebagian besar terdiri dari gurun dan pegunungan yang terjal. Ia merupakan salah satu dari hanya tiga negara (dengan Spanyol dan Prancis) yang memiliki garis pantai di Samudra Atlantik dan juga di Laut Mediterania. Berikut ini beberapa jalur yang bisa ditempuh untuk dapat menempuh pendidikan di Maroko dengan jalur-jalur beasiswa

Baca juga:Fakta Unik Beasiswa INPEX Untuk Kuliah S2 di Jepang

Jalur-jalur Beasiswa Maroko

Pada dasarnya jalur pendaftaran atau jalur testing ke instansi pendidikan Maroko itu semuanya bersifat government to government, jadi tidak ada yang namanya jalur terjun bebas, ataupun jalur nekat, dll. Nah, alasan ini lah menjadi jawaban kenapa PPI Maroko itu tidak sebesar komunitas mahasiswa negara lain, padahal sebenarnya peminatnya cukup banyak. Umumnya, untuk bisa kuliah ke Maroko biasanya teman-teman di sini itu menempuh 3 jalur yaitu:

1. Jalur Kerjasama Kemenag

biasanya Dikti kemenag selalu mengadakan tes ke timur tengah, yang regular itu membuka peluang belajar ke tiga negara, yaitu Mesir, Sudan dan Maroko. Kadang-kadang juga menyelipkan negara lain. Namun yang regular dan bisa dipastikan selalu dibuka itu ya 3 negara tersebut.
Namun, khusus tahun ini Alhamdulillah jalur kemenag sudah tersedia jalur pendaftaran baru selain jalur timteng ini, yaitu PBSB (program Beasiswa Santri Berprestasi). Jalur ini dikhususkan untuk pondok pesantren yang sudah terdaftar di database kemenag. Jadi, tidak semuanya bisa mengikuti tes jalur ini. Jadi, ada 2 jalur kemenag. Yaitu, Jalur tes timteng yang nantinya jika lulus akan dikirimkan ke universitas-universitas di bawah kementrian pendidikan tinggi Maroko, atau disebut Ta’lim ‘Ali. Kemudian untuk Jalur PBSB yang nantinya jika lulus akan dikirimkan ke instansi pendidikan di bawah kementrian wakaf Maroko atau biasa disebut Ta’lim ‘Atiq.

Baca juga:Fakta Unik dan Menarik Perekrutan Anggota TNI Angkatan Laut

Jalur Timur Tengah

Program kemenag yang bekerjasama dengan ta’lim ‘ali ini biasanya meloloskan 15 orang setiap tahunnya. Namun, Alhamdulillah setelah lobi-lobian dengan pemerintah tahun ini mendapatkan kuota tambahan menjadi 20 orang. Tapi karena kebetulan mendapatkan surat edaran dari kemenag bulan lalu bahwa tes timur tengah tahun ini ditunda karena kondisi yang seperti ini.

Nah, menurut pengalaman pribadi saya sendiri untuk tes timteng lewat jalur kemenag ini terdiri dari dua tahap ujian. Yaitu ujian tulis dan ujian lisan dan pada tahun ketika saya mendaftar Kemenag menggunakan ujian tulis berbasis online, sehingga proses penilaian dilakukan oleh komputer.

Baca juga:Fakta Unik Beasiswa The AVIS+ untuk Kuliah S1 di Vietnam

2. Jalur PBSB

Yang kedua adalah jalur PBSB. Jalur ini baru dibuka untuk Maroko pada tahun ini. Terakhir kali yang saya dengar dari informasi, bahwa jalur PBSB sendiri sudah mengumumkan nama-nama 90 orang (jika tidak salah) lebih kurang yang lulus tahap pertama dan untuk tes tahap kedua jalur ini juga mendapat edaran surat dari panitia dalam penundaan pelaksanaannya. Sama seperti tes timteng.

Untuk kuota PBSB ada 30 orang, cukup banyak. Terdiri dari 2 tahap, yaitu tahap pertama akan diminta submit data beserta portfolio ke website PBSB. Kalau yang berjalan kemarin itu mereka mengirim biodata diri, transkip nilai semester 1-5, rekomendasi pengasuh pondok pesantren, sertifikat hafal Al-Qur’an minimal 10 juz, surat pernyataan mampu membaca kitab berbahasa Arab, sertifikat prestasi, dan juga submit video peserta memilih ayat ahlam dalam rentang juz 1 sampai juz 10, kemudian dijelaskan isinya menggunakan bahasa Arab fushah. Kemudian tes tahap keduanya adalah wawancara. Menurut informasi yang ada, bahwa tes tahap kedua ini akan langsung diuji oleh para pengajar ta’lim ‘atiq Maroko secara langsungSelain wawancara, nanti juga akan dites hafalan Al-Qur’an sepuluh juz, kemampuan membaca kitab berbahasa Arab bab Ubudiyah, tes kemampuan hafal matan seperti Fathul qarib, al-ajrumiyah, arba’in nawawiyah, Alfiyyah Ibnu malik, dll. Sementara ini jalur kedua masih ditunda.

Baca juga:Cara Mendaftar dan Mendapatkan Beasiswa INPEX di Jepang

Jalur PBNU

Ini merupakan jalur resmi kerjasama pendidikan antara kementerian wakaf dan Urusan Agama Islam Maroko dengan PBNU yang dimulai dari tahun 2010 hingga sekarang. Beasiswa ini merupakan hadiah yang diberikan oleh Raja Maroko, Muhammad VI kepada Ketua Umum PBNU K.H DR. Said Aqil Siraj sebagai orang Asia pertama yang secara khusus mendapatkan undangan untuk menyampaikan pidato pada acara Durus Hasaniyah di Maroko. Durus Hasaniyah merupakan majelis khusus yang diselenggarakan kerajaan Maroko yang dihadiri oleh keluarga kerjaan, para petinggi pemerintahan, Dira besar negara sahabat dan undangan khusus lainnya.

Kuota yang diberikan untuk jalur PBNU ini juga cukup banyak, yaitu berkisar 30 orang yang meningkat setiap tahunnya. Namun, entah karena kendala apa tahun ini PBNU hanya mengirim 6 orang delegasi ke Maroko. Untuk yang lulus melalui jalur ini akan dikirim ke instansi pendidikan ta’lim ‘atiq. Perlu diketahui juga, bahwa peserta yang lulus melewati jalur ini tidak langsung memasuki perkuliahan, mereka akan melewati tes muraqabah di Maroko yang akan menentukan dimana mereka bersekolah. Jika lulus maka bisa dipastikan langsung bisa berkuliah, namun apabila belum lulus atau nilai tidak memadai maka bisa ditempatkan di SMA atau bahkan SMP yang memiliki jenjang yang sama seperti di Indonesia, yaitu 3 tahun. Namun ada juga instansi yang tidak perlu bersekolah di SMP atau SMA, melainkan diganti dengan kelas persiapan selama setahun

Baca juga:Pengalaman Mendapatkan Beasiswa ICCR India

3. Jalur MoU antar Instansi

Dan yang ketiga adalah Jalur MoU antar Instansi, ini berbeda dengan dua jalur sebelumnya yang dimana melakukan kerjasama dengan pemerintah atau pihak PBNU. Jalur ini mengadakan kerjasama dengan salah satu pondok di Indonesia. Saat ini pondok yang melakukan MoU dengan Maroko adalah Diniyah Putri di Padang panjang. Namun tahun ini, mereka tidak mengirim delegasi dari pondok.

Dan informasi yang saya dapatkan dari alumni Diniyah Putri, bahwa kemungkinan pondok mereka tidak akan mengirimkan delegasi ke Maroko, karena sulitnya melakukan kerjasama yang telah disepakati ketentuannya. Dan perlu diketahui bahwa jalur MoU ini tidak menyediakan beasiswa berbeda dengan jalur lain. Kecuali apabila pondok tersebut memberikan beasiswa.

Baca juga:Cara Mendaftar dan Mendapatkan Beasiswa Queen Margaret University untuk Kuliah S1 dan S2 di Inggris

Jalur Untuk Pendaftar S2 dan S3

Disamping tiga jalur yang sudah disebutkan diatas. Ada jalur lain yang bisa dimanfaatkan khusus untuk pelamar jenjang S2 dan S3. Jalur tersebut adalah LPDP dan jalur 5000 Doktor. Hanya saja saya kurang begitu mengetahui secara detail jika memalui 2 jalur ini. Selanjutnya, jumlah beasiswa yang disediakan dan diterimakan dari masing-masing jalur yang ada diatasberbeda-beda.

Jika Jalur KEMENAG-DIKTI akan diberikan 1500 MAD dirham setiap dua bulannya beserta asrama, tidak termasuk uang buku dan makan, uang pesawat, dll. Jadi jika ada yang bertanya apakah beasiswa Kemenag adalah Beasiswa full? Jawabannya tidak, dan beasiswa itu diberikan oleh pihak kerajaan Maroko. Untuk beasiswa jalur PBNU, itu biasanya asrama untuk makan sudah disediakan ditambah uang 500 MAD setiap dua bulannya. Tapi berbeda-beda lagi setiap institusi nya, ada yang tidak menyediakan. asrama hanya saja jumlah beasiswa yang diberikan berkisar 1500 MAD setiap bulannya. Seperti di universitas Hassan II.

Untuk jalur PBSB, yang saya ketahui, bahwa beasiswa ini diberikan full. Mulai dari tiket pesawat, uang tunjang perbulan, yang makan, dan uang asrama. Juga teman-teman yang lulus jalur ini tidak lagi melakukan ujian muraqabah di Maroko seperti jalur PBNU, melainkan mereka sudah bisa langsung berkuliah.

Baca juga:Pengalaman Mengikuti Model United Nation (MUN) PBB

Perbedaan TA’LIM, ALY dan TA’LIM

Bagi kalian yang belum tahu apa perbedaan ta’lim Aly dan ta’lim ‘atiq. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa ta’lim ‘ali adalah universitas-universitas yang berada di bawah naungan kementerian pendidikan dan pendidikan tinggi Maroko, kalau di Indonesia seperti Kemendikti. Analoginya ta’lim Ali ini seperti universitas negeri di Indonesia, seperti UGM, ITB, UI, dll. Yang mana setiap universitas itu memiliki jurusan studi Islam (dirosat Islamiyyah). Maka teman-teman yang lulus jalur kemenag dikti, LPDP, 5000 doktor akan dikirim ke universitas ta’lim Ali ini.

Nah, berbeda dengan ta’lim Ali, ta’lim atiq ini adalah instansi pendidikan dibawah naungan kementerian wakaf dan Urusan Agama Islam di Maroko. Umumnya dalam sistem pendidikan talim ‘atiq itu tidak hanya tingkatan jami’ie perkuliahan, melainkan dari :

1. Tingkat kuttab ( khusus untuk penghafal Al-Qur’an)

2. SD-SMP-SMA- dan institut perkuliahan.

Ta’lim atiq ini merupakan sistem pendidikan tradisional yang dimana menggunakan kitab turots untuk pegangan pengajaran di kelas, dan tidak menggunakan diktat dosen, dsb. Ta’lim ini juga sudah ada lebih dahulu dibandingkan dengan ta’lim Ali sendiri. Karena ta’lim atiq ini dibawah naungan perwakafan, maka selain mengajari pelajaran Islam, hukum, ilmu sosial, dll. Maka institusi ini juga menjadi pengkaderan ulama di Maroko.

Baca juga:Pengalaman Mendapatkan Beasiswa Brunei Darussalam Government

Jenjang Pendidikan di Maroko

Untuk masa jenjang pendidikan di Maroko sendiri adalah 3 tahun untuk S1. Namun untuk tahun 2021/2022 menjadi 4 tahun karena kebijakan Kemendikti. (Ini hanya untuk ta’lim Ali) 2 tahun untuk S2. Tidak ada batas umur jika ingin mendaftar ke Maroko, selama umur ijazah masih fresh graduate. Jadi meskipun sudah umur berapa jika ijazah masih baru tidak masalah untuk mendaftar. Batas ijazah sendiri jika di Maroko yang saya ketahui adalah 2 tahun. Hanya saja berbeda ketentuan dengan kemenag(contohnya) yang memberikan batas ijazah hanya setahun setelah diterbitkan.

Baca juga:Pengalaman Menerima Beasiswa Serbia

Sharing Pengalaman

Karena saya lulus melalui jalur kemenag. Maka saya akan lebih sharing mengenai jalur ini. Untuk ujian ada dua tahap, yang setiap tahunnya akan berbeda. Seperti tahun ini yang ujian tulisnya dilakukan secara online. Dan untuk tes tahap dua atau wawancara materi yang ditanyakan juga berbeda-beda. Biasanya kalau saya sendiri, ditanya mengenai wawasan negara, perihal gramatikal Arab (shorof, nahwu, balagah, dan muhadatsah), juga hafalan Alquran minimal 2 juz. Oh, iya untuk informasi, bahwa Maroko biasanya lebih mengutamakan penghafal 30 Juz. Ini menurut pengalaman saya. Namun juga diimbangi dengan kemampuan berbahasa, dll.

Baca juga:Tips Lolos Beasiswa Luar Negeri Bedasarkan Penerima Beasiswa

Leave a Reply

Your email address will not be published.