Tips dan Trick untuk Menjadi International Public Speaker yang Baik
Pada dasarnya, ada dua jenis public speaking, yaitu academic public speaking dan non-academic public speaking. Perbedaannya terletak pada bahasa yang digunakan. Untuk academic public speaking, speaker akan menggunakan Bahasa Inggris yang formal. Sedangkan, untuk non-academic public speaking, speaker akan menggunakan bahasa yang lebih kasual atau bahasa sehari-hari. Selain itu, juga ada public speaking impromptu yaitu public speaking tanpa naskah dan scripted atau public speaking dengan naskah. Berikut adalah tips dan trick untuk menjadi international public speaker yang baik: Untuk info edu lain, click disini.
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Tenang/Relax
Setiap orang punya cara tersendiri dalam menenangkan diri. Ada beberapa orang yang biasanya akan mengobrol dengan teman untuk menghilangkan kegugupannya. Selain itu, beberapa orang biasanya benar-benar mempersiapkan materinya dengan matang sebelum presentasi. Tentu, cara itu tidak akan bekerja bagi semua orang. Yang perlu kamu lakukan adalah temukan caramu tersendiri dan lakukan itu sebelum kamu presentasi atau memulai berbicara di depan umum.
Baca juga: Pengalaman Mengikuti Student Exchange di Slovakia
Pahami Audience
Apakah mereka sama-sama students? Atau mereka experts? Atau mereka kaum muda? Ketahui dulu siapa audience kalian. Karena, cara penyampaian atau cara berkomunikasi dengan audience yang masih berstatus mahasiswa dengan dosen tentu akan berbeda. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui siapa yang akan menjadi audiencemu.
Baca juga: Pengalaman Mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah
Pahami Ruangan dan Kontrol Suara
Selain harus memahami siapa audiencemu, kamu juga harus mengetahui seperti apa ruangan tempat pelaksanaan public speaking itu. Apakah ruangannya besar atau kecil? Kalau ruangannya kecil, artinya jangan terlalu mengeraskan suaramu. Begitupun sebaliknya, jika ruangannya besar, artinya kamu harus mengeluarkan suara yang lebih nyaring. Selain mengatur besar kecilnya suara, hal lain yang harus kamu perhatikan adalah ketersediaan mic. Jadi, pastikan kamu menanyakannya lebih dahulu kepada panitia. Perhatikan juga intonasi bicaramu. Jangan berbicara secara datar sepanjang pemaparanmu, karena itu tidak akan menarik.
Baca juga: Tips dan Trick Menulis Karya Tulis Ilmiah
3P (Prepare, Practice, dan Perform)
Materi adalah hal yang sangat penting. Pastikan 3P hal ini yaitu prepare, practice, dan perform. Jadi, susunlah dulu apa yang mau kamu sampaikan pada buku catatanmu. Selanjutnya cobalah berlatih, kamu bisa mencoba berlatih di depan teman atau di depan cermin. Tentukan cara yang paling nyaman untukmu. Setelah itu, tampillah dengan percaya diri. Yang menjadi perhatian dari audience tidak hanya pada materimu, tapi juga dari cara penyampaianmu, intonasi suara, tatapan mata, gesture, dan cara berpakaian.
Baca juga: Tips dan Trick Menulis Karya Tulis Ilmiah
Pembukaan dan Penutup yang Menarik
Berikanlah pembukaan dan penutupan yang menarik. Maksudnya, jangan hanya sekedar menyampaikan salam dan memperkenalkan diri di awal lalu menutup dengan ucapan terima kasih. Tapi, cobalah memberikan sesuatu yang menarik. Misalnya kamu memulai dengan menayangkan video, memberi pertanyaan, memberi survey, atau memberi case study. Apa saja yang bisa membangkitkan rasa ketertarikan audience. Lalu, ditutup juga dengan cara yang menarik seperti memberi quotes atau pesan-pesan singkat.
Baca juga: Tips Lolos MikroTik Certified Associate Network
Jangan Terlalu Banyak Berasumsi
Asumsi yang dimaksud adalah pembicara biasanya selalu berpikiran bahwa audience akan sibuk mengoreksi pronunciation atau tata bahasa pembicara. Sebenarnya, tidak yah. Mereka tidak mempermasalahkan seberapa jelek pronunciationmu, grammar, accent, atau vocabulary yang repetitive (diulang-ulang). Tidak, yang menjadi perhatian mereka adalah isi dari speech. Yang perlu kamu perhatikan adalah seberapa understandable atau non-understandable-nya isi dari speechmu. Apakah speechmu dapat dimengerti atau tidak, itulah poin utamanya.
Baca juga: Mindset yang Harus Dimiliki untuk Menjadi Mahasiwa Berprestasi


