Pengalaman Mendapatkan Beasiswa PPA
Hallo! Perkenalkan namaku Venisa Yunita Sari. Kalian bisa memanggil aku Veni atau One. Sekarang ini aku mahasiswi semester 7 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjung Pura, Prodi Hubungan Internasional. Salam kenal semuanya. Kali ini aku bakal sharing tentang semua hal mengenai Beasiswa PPA, simak artikelnya sampai selesai ya. Untuk info persiapan beasiswa lainnya, click disini.
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Beasiswa PPA ini merupakan beasiswa yang diberikan oleh Menristekdikti untuk Mahasiswa/Mahasiswi jenjang Diploma dan Sarjana. PPA sendiri kepanjangan dari Peningkatan Prestasi Akademik. Beasiswa PPA ini merupakan sebuah beasiswa yang diberikan kepada Mahasiswa/Mahasiswi yang memiliki Prestasi Akademik yang baik. Beasiswa PPA ini juga salah satu beasiswa yang populer di kampus lho, dan pendaftarnya pun tidak sedikit. Beasiswa ini tidak hanya terdapat di PTN saja, namun juga tersedia di PTS. Kuota untuk beasiswa PPA ini juga besar, jadi kesempatan kalian untuk memperolehnya juga besar.
Beasiswa ini dibuka setiap tahunnya dan nominal bantuan yang diberikan juga lumayan besar lho. Namun, mengingat Indonesia sedang dilanda pandemi Covid-19, ada beberapa universitas yang sedang tidak menyediakan beasiswa ini. Tapi, eitsss jangan khawatir kemungkinan beasiswa PPA ini akan dibuka lagi pada tahun depan. Jadi, persiapkan diri kalian semua ya.
Baca juga: Fakta Unik dan Menarik Beasiswa IDEAS untuk Program Pemuda Delegasi Indonesia Batch 5 ke Australia
Cakupan Beasiswa
Dana yang dicairkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, kepada penerima beasiswa PPA itu minimalnya sekitar 300.000/bulan (kebijakannya dapat berubah sewaktu-waktu). Kalau di kampusku itu diberikan langsung per semester, tidak per bulan. Jadi, dalam satu semester dapat 1,2 juta. Beasiswa ini berlaku hanya 1 tahun satu tahun saja jadi total beasiswa yang aku dapat waktu itu 2,4 juta.
Lalu, kelebihan beasiswa PPA ini adalah penerima tahun sebelumnya dapat mendaftar kembali beasiswa ini dengan catatan sesuai dengan kebijakan dari masing-masing universitas ya. Ada juga universitas yang memperbolehkan mendaftar 2x, dan ada juga yang tidak memperbolehkan.
Baca juga: Cara Mendaftar dan Mendapatkan Beasiswa Penggerak Pendidikan untuk Mahasiswa D3 D4 S1
Persyaratan
Persyaratan umum untuk para calon pendaftar Beasiswa PPA ini tidak terlalu ribet kok. Di antaranya seperti:
- Mahasiswa Aktif tingkat S1, D4 minimal sudah menempuh semester 2 dan maksimal pada semester 8. Sedangkan untuk Mahasiswa D3, minimal sudah menempuh semester 2 dan maksimal semester 4.
- Mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan pendaftaran Beasiswa PPA di atas selanjutnya mengajukan permohonan tertulis kepada rektor, direktur, atau ketua pimpinan perguruan tinggi terkait untuk mendapatkan bantuan dengan melampirkan berkas-berkas berikut.
- Fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan Lembar Isian Rencana Studi (LIRS) istilahnya sama dengan Kartu Rencana Studi (KRS) atau Lembar Isian Rencana Studi (LIHS) sama dengan KHS ataupun dokumen lain yang sejenis sebagai bukti mahasiswa aktif.
- Fotokopi rekening listrik bulan terakhir atau bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) orang tua atau wali (Di fakultasku dulu tidak diminta syarat ini)
- Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
- Surat pernyataan tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain di lingkungan Kemendiknas yang diketahui oleh Pimpinan Perguruan Tinggi Bidang Kemahasiswaan
- Surat Rekomendasi dari pimpinan fakultas atau jurusan.
Baca juga: Pengalaman Menjadi Peserta Exchange Student ke Jepang
Ketentuan Mendaftar
Berikut adalah ketentuan yang harus teman-teman penuhi dalam mendaftar beasiswa PPA:
- Calon penerima Beasiswa PPA, merupakan mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang juga mengelola program beasiswa ini.
- Calon penerima Beasiswa PPA wajib terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti)
- Calon penerima Beasiswa PPA adalah mahasiswa aktif dalam jenjang pendidikan Sarjana atau Diploma.
Baca juga: Tips dan Trick Lolos Beasiswa Bakti Nusa
Pengalaman Mendaftar
Nah teman-teman, aku bakal cerita pengalamanku dalam meraih beasiswa PPA. Awal tau beasiswa ini dari story Instagram staf kemahasiswaan di fakultasku. Saat itu aku langsung tertarik dengan beasiswa ini, tapi karena aku masih mahasiswa semester 3 sempat pesimis karena mengira beasiswa ini untuk mahasiswa semester 4 ke atas. Dari pada bimbang aku langsung pergi menemui beliau dan menanyakan tentang apa itu beasiswa PPA, kemudian beliau menjelaskan secara padat dan rinci. Ternyata, beasiswa PPA minimal untuk semester 2.
Wah kebetulan sekali, dan aku langsung memberitahu info ini ke temanku dan langsung aku urus semua berkas yang dibutuhkan mulai dari LIHS per semester, LIHS ini lembar isian hasil studi ya. Mungkin di universitas lain namanya KHS yang sudah ditandatangani dan dicap oleh fakultas. Kemudian fotocopy KTM, foto copy buku rekening bank BNI non Syariah. Mungkin di universitas lain ketentuannya ada yang berbeda tapi tidak jauh beda kok. Jadi, tenang saja ya teman-teman.
Untuk berkas lain sudah aman karena aku sudah menyiapkannya jauh-jauh hari setelah pembukaan pendaftaran beasiswa PPA. Jadi, tidak ada kendala apapun. Nah saatnya tiba waktunya pengumpulan, sebenarnya aku bisa mengumpulkannya sebelum hari terakhir penutupan pendaftaran. Namun, temanku ada yang minta aku untuk menunggu dia paling telat hari H terakhir penutupan. Karena dia ternyata belum melengkapi beberapa berkas.
Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa DataPrint
Aku juga meminta konfirmasi ke staf kemahasiswaan menanyakan kapan beliau menutup pendaftarannya dan beliau bilang akan menunggu sampai sore. Aku memberitahu temanku atas informasi tersebut, aku terpaksa mengumpulkan duluan karena tidak ingin lama menunggu dan kebetulan ada rapat organisasi di hari itu juga. Memang, pasti aku merasakan tidak enak hati pada temanku tetapi apa boleh buat, karena dari awal sudah diinformasikan tentang beasiswa itu dan ternyata dia baru mengurusnya jelang akhir penutupan.
Beberapa minggu kemudian akhirnya tibalah pengumuman beasiswa PPA, dan puji syukur aku termasuk dalam salah satu penerima beasiswa PPA tahun 2018. Awalnya aku merasa pesimis karena banyak senior yang ikut seleksinya, mungkin karena rejekiku disini. Uang tersebut aku gunakan untuk membiayai kuliah dan membeli buku kuliah.
Nah jadi apa yang dapat teman-teman petik dari kisah pengalamanku dalam meraih beasiswa. Ada beberapa poin penting yang aku highlight, itu perbanyak relasi. Selama menjadi mahasiswa kalian harus memperbanyak relasi pertemanan baik dengan teman sekelas, teman atau senior dalam organisasi, bahkan pihak staf kampus atau dosen. Karena, percaya deh hal tersebut akan bermanfaat untuk kalian suatu saat nanti. Kemudian, persiapkan segala keperluan berkas dengan matang. Ketika dibuka suatu lomba atau beasiswa, atau baru sedang mengetahui informasinya teman teman-harus segera mengurus segala keperluannya, berkas administrasi, dan yang lain.
Baca juga: Cara Mendaftar dan Mendapatkan Beasiswa IYOIN untuk Pelajar SMP Sederajat
Kendala Saat Mendaftar
Nah untuk mendapatkan beasiswa PPA ini, perjuanganku bisa dibilang cukup memerlukan tenaga ekstra. Mengingat untuk mendaftar beasiswa ini harus mempunyai rekening BNI. Pada saat membuat rekening BNI aku kesusahan mulai dari menentukan hari yang sudah direncanakan tapi sering kali batal karena bentrok dengan kuliah dadakan dan cuaca yang sering hujan
Tips Mendaftar
Tips pertama, usahakan sejak awal masuk jadi MABA, IPK kalian sudah 3,00 ya. Biasanya fakultas/kampus akan memilih IPK paling tinggi. Mungkin sebagian dari kalian bertanya-tanya, IPK tinggi itu sampai angka berapa ya? Misalnya, di persyaratan IPK tertera minimal 3,00, diusahakan IPK kalian itu di atas 3,00. Kalau bisa IPK-nya 3,5, itu sudah aman di fakultasku. Mengingat persaingan yang ketat tentunya IPK harus lebih tinggi dari standar.
Tips kedua, jika sudah menjadi mahasiswa, pastikan SKS kalian paling banyak dalam satu angkatan. Misalnya, kalian angkatan 2017, semester 3 terus pasti ada batas maksimal ambil SKS berapa banyak. Nah, kalian usahakan bisa mengambil full SKS kalian di setiap semester, sesuai kebijakan fakultas.
Baca juga: Cara Mendaftar dan Mendapatkan Beasiswa MTF Friends untuk Mahasiswa S1
Tips ketiga Memiliki prestasi ekstrakurikuler seperti pernah menang kejuaraan lomba atau aktif dalam organisasi baik dalam maupun luar kampus.
Tips terakhir, tentunya mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi. Oh ya catatan lainnya, bagi yang sedang menerima beasiswa seperti Bidikmisi, KIP, atau beasiswa lainnya dianjurkan tidak mendaftar beasiswa PPA karena beasiswa ini diperuntukkan bagi yang belum pernah menerima beasiswa ya.


