Fakta Unik dan Menarik Beasiswa S2 Kominfo
Beasiswa Kominfo atau beasiswa Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia merupakan program beasiswa yang ditujukan untuk mahasiswa jenjang S2. Artinya, jika kamu sedang mempersiapkan diri untuk kuliah S2, maka beasiswa Kominfo ini wajib untuk kamu pertimbangkan. Yuk simak fakta unik dan menarik seputar beasiswa S2 Kominfo berikut ini. Untuk persiapan beasiswa lain, click disini.
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Khusus untuk Jurusan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Saat ini Kominfo sedang mengusahakan pengembangan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sehingga jurusan ini menjadi prioritas dari beasiswa S2 Kominfo. Bagi kamu yang ingin mendaftar beasiswa ini, kamu wajib untuk mengambil jurusan TIK di universitas-universitas mitra yang telah ditetapkan oleh pihak Kominfo.
Baca juga: Cara Mendaftar dan Mendapatkan Beasiswa Kominfo untuk Kuliah S2 di dalam dan Luar Negeri
Jalur Pendaftaran
Beasiswa S2 Kominfo memiliki dua jalur pendaftaran, yaitu jalur umum dan jalur ASN. Jalur umum ditujukan kepada masyarakat luas, yang artinya boleh didaftar oleh siapapun. Untuk jalur ASN, pendaftar haruslah tercatat sebagai TNI, Polri, ataupun PNS. Setiap jalur pendaftaran tentunya memiliki persyaratan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, jika kamu ingin mendaftar beasiswa ini, sebaiknya cek dulu masing-masing persyaratan di tiap jalur pendaftarannya.
Baca juga: Fakta Unik dan Menarik Beasiswa Scholars Designing Future
Tujuan Studi
Terdapat dua skema beasiswa S2 Kominfo, yaitu untuk tujuan studi dalam negeri dan luar negeri. Setiap pendaftar boleh memilih baik itu di dalam ataupun luar negeri. Untuk pendaftar di dalam negeri dapat memilih universitas-universitas berikut, yaitu: Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Sebelas Maret, Universitas Airlangga, Universitas Andalas, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Hasanuddin.
Untuk pendaftar tujuan luar negeri, pilihan universitasnya adalah Tsinghua University di Tiongkok, International Institute of Information Technology Bangalore di India, Eotvos Lorand University di Hungaria, Twente University di Belanda, dan University of Electro Communications di Jepang.
Baca juga: Fakta Unik dan Menarik tentang Beasiswa Australia Award Scholarship (AAS)
Persyaratan Minimal IPK
IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif adalah salah satu persyaratan yang biasanya selalu ada di pendaftaran beasiswa. Namun, kebanyakan beasiswa biasanya menetapkan standar minimal IPK yang terlalu tinggi. Kabar baiknya karena pihak Kominfo menetapkan batasan minimal IPK yang cukup mudah untuk dijangkau.
Persyaratan IPK yang ditetapkan untuk bidang Informatika adalah minimal 2.90 baik untuk pendaftar jalur umum maupun ASN. Untuk bidang Komunikasi, Kepimpinan, dan Inovasi Kebijakan, batasan IPK yang ditetapkan adalah minimal 3.00 baik untuk pendaftar jalur umum maupun ASN. Untuk pendaftar tujuan luar negeri, batasan IPK yang ditetapkan adalah 2.90 kecuali untuk pendaftar tujuan Belanda yang diharuskan memiliki IPK minimal 3.00. Bagaimana, cukup mudah untuk dipenuhi bukan?
Baca juga: Beberapa Fakta Tentang KIP Kuliah
Batasan Usia
Seperti halnya IPK, biasanya setiap beasiswa menetapkan batasan maksimal usia pendaftarnya. Untungnya, batasan usia yang ditetapkan oleh pihak beasiswa Kominfo bisa dikatakan pada batasan yang standar. Untuk pendaftar di jalur umum, batasan usia maksimalnya adalah 33 tahun. Untuk pendaftar di jalur ASN, batasan usia maksimalnya adalah 37 tahun. Sedangkan, untuk pendaftar jalur ASN yang berasal dari daerah 3T, batasan usia maksimalnya adalah 42 tahun.
Baca juga: 6 Fakta Unik dan Menarik Beasiswa DAAD


