Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag: Beasiswa Umum untuk Kuliah S2 Dalam dan Luar Negeri
Selain membuka pendaftaran untuk S1, program Beasiswa Indonesia Bangkit, khususnya untuk kategori beasiswa umum juga membuka pendaftaran untuk jenjang S2. Lain halnya dengan jenjang S1 yang hanya membuka pendaftaran untuk tujuan studi dalam negeri, beasiswa S2 ini tersedia untuk tujuan studi dalam maupun luar negeri. Bagi kamu yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2, maka program beasiswa ini wajib kamu daftar. Yuk simak info selengkapnya di bawah ini dan segera daftarkan dirimu. Untuk info beasiswa lain, click di sini.
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5
Cakupan Beasiswa
- Biaya Pendidikan:
- Biaya Pendaftaran
- Biaya SPP (Tuition Fee)
- Bantuan Penelitian Tesis
- Bantuan Seminar Internasional
- Bantuan Publikasi Jurnal Internasional
- Biaya Pendukung:
- Transportasi
- Asuransi Kesehatan
- Biaya Hidup Bulanan (Living Cost)
- Settlement Allowance
- Biaya Aplikasi Visa/Residence Permit
- Dana Darurat
- Biaya Tambahan (Disabilitas):
- Biaya Transportasi Pendamping
- Biaya Asuransi Kesehatan Pendamping
- Biaya Pendukung Lainnya yang disetujui
- Biaya Peningkatan Kemampuan Bahasa (Afirmasi):
- Biaya Program
- Biaya Hidup Bulanan
- Biaya Transportasi
Baca juga: Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag: Beasiswa Umum untuk Kuliah S1 Dalam Negeri
Persyaratan S2 Dalam Negeri
- Mengisi data diri lengkap dengan mengunggah pas foto terbaru berukuran 3×4 dengan background merah pada aplikasi pendaftaran daring dan mengunggah semua persyaratan dokumen yang ditetapkan;
- Warga Negara Indonesia (WNI);
- Berstatus sebagai:
- Lulusan S1 Perguruan Tinggi Keagamaan; atau
- Lulusan S1 Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama (dibuktikan dengan SK PBSB); atau
- Tenaga Kependidikan pada Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK); atau
- Guru/Pendidik pada Kementerian Agama (dibuktikan dengan Kartu NUPTK/NPK/SK Pengangkatan Lembaga Berwenang); atau
- Pegawai Kementerian Agama (dibuktikan dengan SK Pegawai).
- Lulusan S1 Perguruan Tinggi Umum dengan rekomendasi dari Organisasi Sosial Keagamaan;
- Memiliki ijazah S1 atau D4 disertai dengan transkrip nilai dari perguruan tinggi terakreditasi minimal IPK 3.00 dari Skala 4, dan bagi lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri melampirkan hasil penetapan penyetaraan ijazah;
- Mendaftar pada program studi dan perguruan tinggi tujuan yang ditetapkan oleh Kementerian Agama;
- Memiliki Bukti Kelulusan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Penyelenggara S2 dalam negeri yang masih berlaku (kecuali bagi pendaftar jalur reguler atau kemitraan). Bagi pendaftar yang belum memiliki Bukti Kelulusan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi dapat mendaftar melalui Jalur Reguler atau Kemitraan);
- Menandatangani Surat Pernyataan Komitmen dan Integritas di atas materai Rp10.000 (format terlampir) yang memuat pernyataan antara lain:
- Tidak sedang mendaftar, akan menerima, atau menerima beasiswa dari sumber lain yang berpotensi double funding selama menjadi penerima Beasiswa Indonesia Bangkit;
- Tidak sedang atau telah menempuh studi pada jenjang magister (S2) baik pada perguruan tinggi di dalam negeri maupun perguruan tinggi di luar negeri;
- Wajib mengikuti pendidikan secara penuh waktu (full time) pada Perguruan Tinggi tujuan;
- Pendaftar berusia paling tinggi 40 (empat puluh) tahun per 1 September 2023;
- Memiliki sertifikat kompetensi bahasa Inggris (bagi pendaftar rumpun ilmu umum atau ilmu agama) dengan masa berlaku maksimal 2 (dua) tahun sejak diterbitkan dengan ketentuan skor sebagai berikut:
- TOEFL ITP® minimal 430
- TOEFL IBT® minimal 39
- TOEFL CBT® minimal 113
- TOEIC® minimal 395
- IELTS™ minimal 5,0
- Duolingo English Test minimal 75
- Sertifikat kompetensi bahasa Inggris Pusat Bahasa PTKIN/PTN minimal 450
- Memiliki sertifikat kompetensi bahasa Arab (bagi pendaftar program studi rumpun ilmu agama) dengan masa berlaku maksimal 2 (dua) tahun sejak diterbitkan dengan ketentuan skor TOAFL atau sertifikat kompetensi bahasa Arab Pusat Bahasa PTKIN minimal 500;
- Memiliki surat rekomendasi dari akademisi/pembimbing skripsi (minimal 1 orang) (format terlampir);
- Memiliki surat keterangan sehat jasmani dan bebas narkoba dari rumah sakit atau pusat layanan kesehatan;
- Membuat rencana studi untuk S2 yang memuat alasan pemilihan program studi, topik yang akan ditulis dalam tesis atau bentuk lainnya, rencana studi (study plan) dari awal semester hingga selesai, dan aktivitas non-akademik yang direncanakan (ditulis dalam bahasa Indonesia untuk program S2 di dalam negeri; ditulis antara 1.500-2.000 kata).
- Menulis Personal Statement / Esai Motivasi Diri (ditulis dalam bahasa Indonesia, 1.000-1.500 kata);
- Pendaftar khusus yang berasal dari: (i) daerah terdepan / terluar / tertinggal: (ii) orang asli Papua; (iii) anak pekerja migran Indonesia; (iv) latar belakang keluarga pra-sejahtera; (v) korban konflik; (vi) korban bencana alam; dan (vii) penyandang disabilitas dapat dimungkinkan diprioritaskan;
- Beasiswa hanya diperuntukkan untuk kelas reguler dan tidak diperuntukkan untuk kelas-kelas sebagai berikut:
- Kelas Eksekutif;
- Kelas Khusus;
- Kelas Karyawan;
- Kelas Jarak Jauh;
- Kelas yang diselenggarakan bukan di perguruan tinggi induk;
- Kelas Internasional khusus tujuan Dalam Negeri;
- Kelas yang diselenggarakan di lebih dari 1 (satu) negara perguruan tinggi; atau
- Kelas lainnya yang tidak memenuhi ketentuan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama.
Baca juga: Beasiswa PPG Prajabatan 2023 untuk Lulusan D4 atau S1
Persyaratan S2 Luar Negeri
- Mengisi data diri lengkap dengan mengunggah pas foto terbaru berukuran 3×4 dengan background merah pada aplikasi pendaftaran daring dan mengunggah semua persyaratan dokumen yang ditetapkan;
- Warga Negara Indonesia (WNI);
- Berstatus sebagai:
- Lulusan S1 Perguruan Tinggi Keagamaan; atau
- Lulusan S1 Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama (dibuktikan dengan SK PBSB); atau
- Tenaga Kependidikan pada Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK); atau
- Guru/Pendidik pada Kementerian Agama (dibuktikan dengan Kartu NUPTK/NPK/SK Pengangkatan Lembaga Berwenang); atau
- Pegawai Kementerian Agama (dibuktikan dengan SK Pegawai).
- Lulusan S1 Perguruan Tinggi Umum dengan rekomendasi dari Organisasi Sosial Keagamaan;
- Memiliki ijazah S1 atau D4 disertai dengan transkrip nilai dari perguruan tinggi terakreditasi minimal IPK 3.00 dari Skala 4, dan bagi lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri melampirkan hasil penetapan penyetaraan ijazah;
- Mendaftar pada program studi dan perguruan tinggi tujuan yang ditetapkan oleh Kementerian Agama;
- Menandatangani Surat Pernyataan Komitmen dan Integritas di atas materai Rp10.000 (format terlampir) yang memuat pernyataan antara lain:
- Tidak sedang mendaftar, akan menerima, atau menerima beasiswa dari sumber lain yang berpotensi double funding selama menjadi penerima Beasiswa Indonesia Bangkit;
- Tidak sedang atau telah menempuh studi pada jenjang magister (S2) baik pada perguruan tinggi di dalam negeri maupun perguruan tinggi di luar negeri;
- Wajib mengikuti pendidikan secara penuh waktu (full time) pada Perguruan Tinggi tujuan;
- Pendaftar berusia paling tinggi 40 (empat puluh) tahun per 1 September 2023;
- Memiliki sertifikat kompetensi bahasa Inggris (bagi pendaftar rumpun ilmu umum atau ilmu agama) dengan masa berlaku maksimal 2 (dua) tahun sejak diterbitkan dengan ketentuan skor sebagai berikut:
- TOEFL ITP® minimal 500
- TOEFL IBT® minimal 61
- TOEFL CBT® minimal 173
- IELTS™ minimal 6,0
- Duolingo English Test minimal 97
- Memiliki sertifikat kompetensi bahasa Arab (bagi pendaftar program studi rumpun ilmu agama) dengan masa berlaku maksimal 2 (dua) tahun sejak diterbitkan dengan ketentuan skor TOAFL atau sertifikat kompetensi bahasa Arab Pusat Bahasa PTKIN minimal 500;
- Memiliki surat rekomendasi dari akademisi/pembimbing skripsi (minimal 2 orang) (format terlampir);
- Memiliki surat keterangan sehat jasmani dan bebas narkoba dari rumah sakit atau pusat layanan kesehatan;
- Memiliki Letter of Acceptance (LoA) unconditional yang masih berlaku dan sesuai dengan Perguruan Tinggi dan Program studi yang dipilih di luar negeri (bagi yang sudah memiliki). Bagi pendaftar yang belum memiliki Letter of Acceptance (LoA) unconditional dapat mendaftar melalui Jalur Reguler atau Kemitraan;
- Menyampaikan bukti korespondensi dengan calon supervisor (bila ada);
- Menyampaikan Rencana Penelitian (Proposal) Tesis (minimal 3 halaman dan maksimal 5 halaman) atau karya akademik lainnya yang ditulis dalam bahasa asing (bahasa Inggris atau bahasa Arab).
- Menulis Personal Statement / Esai Motivasi Diri (ditulis dalam bahasa Indonesia, 1.000-1.500 kata);
- Pendaftar khusus yang berasal dari: (i) daerah terdepan / terluar / tertinggal: (ii) orang asli Papua; (iii) anak pekerja migran Indonesia; (iv) latar belakang keluarga pra-sejahtera; (v) korban konflik; (vi) korban bencana alam; dan (vii) penyandang disabilitas dapat dimungkinkan diprioritaskan;
- Beasiswa hanya diperuntukkan untuk kelas reguler dan tidak diperuntukkan untuk kelas-kelas sebagai berikut:
- Kelas Eksekutif;
- Kelas Khusus;
- Kelas Karyawan;
- Kelas Jarak Jauh;
- Kelas yang diselenggarakan bukan di perguruan tinggi induk;
- Kelas Internasional khusus tujuan Dalam Negeri;
- Kelas yang diselenggarakan di lebih dari 1 (satu) negara perguruan tinggi; atau
- Kelas lainnya yang tidak memenuhi ketentuan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama.
Baca juga: Beasiswa Baznas Provinsi Riau untuk Mahasiswa D4 dan S1
Persyaratan Dokumen
- Biodata diri (diisi pada formulir pendaftaran online)
- Pas foto (diunggah pada formulir pendaftaran online)
- Scan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK)
- Scan asli bukti status lulusan atau pekerjaan
- Scan asli surat izin pimpinan
- Scan asli surat keterangan masa kerja
- Scan asli ijazah S1 atau D4 dari perguruan tinggi terakreditasi
- Scan asli transkrip nilai S1 atau D4 dari perguruan tinggi terakreditasi
- Scan dokumen penyetaraan ijazah (bagi lulusan luar negeri)
- Bukti Kelulusan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Penyelenggara S2 dalam negeri yang masih berlaku (kecuali bagi pendaftar jalur reguler atau kemitraan) untuk pendaftar dalam negeri
- Scan asli Letter of Acceptance (LoA) yang masih berlaku dan sesuai dengan Perguruan Tinggi dan Program studi yang dipilih di luar negeri (bagi yang sudah memiliki) untuk pendaftar luar negeri
- Scan asli Sertifikat Kompetensi bahasa Inggris/Arab yang dipersyaratkan dan masih berlaku
- Scan asli Surat Keterangan sehat jasmani dan bebas narkoba dari rumah sakit atau pusat layanan kesehatan
- Scan asli Surat Pernyataan Komitmen dan Integritas
- Scan asli Bukti korespondensi dengan calon supervisor untuk pendaftar luar negeri
- Scan asli Rekomendasi dari kepala satuan pendidikan atau tokoh masyarakat
- Scan asli Rencana Studi S2 untuk pendaftar dalam negeri
- Scan asli Rencana Penelitian (Proposal) atau Karya Akademik lainnya untuk pendaftar luar negeri
- Scan asli Personal Statement / Esai Motivasi Diri
- Scan asli Surat Keterangan bagi Pendaftar Khusus
Baca juga: Beasiswa Baznas Provinsi Riau untuk Mahasiswa Tahun Akhir
Prosedur Pendaftaran
- Mengakses laman pendaftaran dan membuat akun pendaftaran
- Melengkapi dan mengunggah semua dokumen yang dipersyaratkan pada aplikasi pendaftaran
- Memilih jenis beasiswa sesuai yang ingin didaftar, dalam hal ini Beasiswa Indonesia Bangkit kategori Beasiswa Umum S2 Dalam Negeri ataupun S2 Luar Negeri
Baca juga: Beasiswa U-Go untuk Calon Mahasiswi Baru 2023
Timeline Pendaftaran
- Pengumuman dan sosialisasi beasiswa: 29 Mei – 25 Juni 2023
- Pendaftaran: 05 Juni – 10 Juli 2023
- Seleksi administrasi: 11 – 20 Juli 2023
- Pengumuman hasil seleksi administrasi: 21 Juli 2023
- Seleksi skolastik dan psikotes: 24 – 28 Juli 2023
- Pengumuman hasil seleksi skolastik dan psikotes: 31 Juli 2023
- Wawancara: 07 – 09 Agustus 2023
- Pengumuman: 18 Agustus 2023
Baca juga: Beasiswa Common Speak untuk Mahasiswa S1 Dalam Negeri
Official Account
Official Website: https://beasiswa.kemenag.go.id/
Instagram: @kemenag_ri
Untuk info lebih lanjut dan pendaftaran, click di bawah ini:
Official Info S2 DN || Official Info S2 LN || Pendaftaran


