Jadi Penentu Lolos Beasiswa Full S2 S3 ke Amerika, Berikut Tips Menulis Study Objective Beasiswa Fulbright

Jadi Penentu Lolos Beasiswa Full S2 S3 ke Amerika

Tips Menulis Study Objective Beasiswa Fulbright

Ingin jadi penerima Beasiswa Full S2/S3 ke Amerika lewat Fulbright?

Salah satu penentu utamamu lolos bukan sekadar nilai TOEFL atau IPK tinggi, tapi kemampuan menulis Study Objective yang kuat, terarah, dan relevan dengan kebutuhan Amerika.

Yuk pelajari tips menulis Study Objective Fulbright yang bisa menunjukkan bahwa kamu bukan hanya calon penerima beasiswa, tapi juga calon changemaker yang siap memberi kontribusi nyata untuk dua negara yaitu Indonesia dan Amerika.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5

Komponen study objective Fulbright 

  1. One page single-space: Tuliskan dalam satu halaman 
  2. Clear and detailed of your study objectives: Jelaskan secara konkret apa yang ingin kamu pelajari di Amerika Serikat.
  3. Your reasons for wanting to pursue them (in the U.S): Jelaskan mengapa Amerika Serikat adalah tempat terbaik untuk mempelajari bidangmu.
  4. Major field and your specialized interest within this field: sebutkan program studi yang kamu ambil dan berikan sedikit penjelasan bidang studi itu penting bagi Indonesia atau bagi kariermu.
  5. Program you expect to undertake: Tuliskan program akademik yang ingin kamu ambil.
  6. How your study plan fits in with your previous training and your future objectives: Hubungkan latar belakang akademik dan profesionalmu dengan tujuan masa depan.

Baca juga: Beasiswa Fulbright: Simak Syarat dan Perbedaan dengan Beasiswa Lainnya

Hal yang harus kamu lakukan sebelum menulis  study objective beasiswa Fulbright 

  1. Eksplor jurusan 

Kamu bisa mengecek website kampus tujuanmu, kemudian baca tentang jurusan, sistem pembelajaran, informasi mata kuliah dan lain-lain. Kumpulkan informasi sebanyak mungkin dan relevan dengan rencana studi kamu. Ini penting untuk dilakukan karena informasi yang kamu dapatkan akan menjadi referensi mu untuk menjelaskan field of study objective.

  1. Eksplor kampus-kampus di Amerika 
  • Kamu bisa mengecek website universitas-universitas yang ada di Amerika Serikat. Kemudian, cari tahu keunggulan-keunggulan yang dimiliki masing-masing universitas tersebut. Informasi yang kamu peroleh nantinya bisa memperkuat aktivitas apa yang bisa kamu lakukan selama menjadi seorang mahasiswa di Amerika Serikat.
  • Jangan lupa untuk membaca juga tentang program studi yang ingin kamu tuju, kemudian perhatikan apa yang membuat program studi tersebut unggul dan bagaimana profil para pengajarnya.
  1. Gali CV

Buatlah list tentang latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja mu sebelumnya. Kamu bisa mengkurasi hal-hal apa aja yang bisa menunjang kamu supaya lebih stand out pada saat mendaftar beasiswa Fulbright. Jika bidang studi S1 dan S2 berbeda, kamu harus bisa mencari benang merahnya supaya bidang studi S2 memiliki relevansi dengan pengalaman kerja atau pengalaman lain yang sudah kamu miliki.

Baca juga: Beasiswa Fulbright: 7 Hal yang Jarang Diketahui Sebelum Mendaftar Beasiswa Fulbright

Dos and Don’ts dalam menulis study objective beasiswa Fulbright

Dos

  1. Meluangkan waktu 

Kamu bisa meluangkan waktu minimal 2 Minggu/ 1 bulan untuk menyusun outline dan menulis study objective karena walaupun study objective singkat, tetapi harus padat, jelas dan on point. Jangan lupa juga  untuk melakukan merevisi supaya study objective mu lebih stand out.

  1. Minta review 

Kamu bisa meminta masukan dari orang yang lebih berpengalaman untuk meningkatkan kualitas study objective mu. Kalau kamu masih bingung, kamu bisa join proofread esai beasiswa di Scholars supaya study objective mu bisa di review oleh tutor expert di Scholars.

  1. Be concise

Space untuk menulis study objective hanya satu halaman. Kamu harus bisa memaksimalkan dengan cara menulis highlight pencapaian yang relevan dengan rencana studi.

  1. Be professional 

Study objective adalah tulisan yang bentuknya formal sehingga kamu harus bisa be yourself tapi tetep profesional.

 Don’ts

  1. Memberikan informasi yang terlalu personal 

Hindari untuk mencantumkan informasi yang terlalu personal seperti usia, agama, status perkawinan dan hal-hal lain yang bersifat personal.

  1. Melakukan plagiarisme

Jangan menulis esai beasiswa dengan cara mengambil sebagian atau keseluruhan isi esai beasiswa orang lain. Kamu harus menulis sesuai dengan pengalaman hidup mu sendiri.

  1. Menggunakan SKS atau sistem kebut semalam 

Hindari menulis study objective di last minute karena study objective membutuhkan brainstorming, proses penulisan yang kreatif, review dan revisi sampai menjadi tulisan yang matang.

  1. Tidak mengecek grammatical errors

Sebisa mungkin hindari typo atau kesalahan penulisan dan ejaan dalam menulis study objective.

Baca juga: Essay Beasiswa Fulbright : 10 Tips Menulis Agar Kamu Bisa Lolos dan Bisa Kuliah di Amerika

Tips menulis study objective beasiswa Fulbright

  1. Menggunakan situasi:

Karena study objective bersifat ilmiah yang terkait dengan bidang studi sehingga ada beberapa penjelasan ilmiah yang mungkin diperlukan dalam menjelaskan isu yang diangkat di dalam study objective. Misalnya, kamu ingin menjelaskan latar belakang mengapa kamu ingin melakukan research sehingga kamu memerlukan untuk mencantumkan data yang dimana kamu harus mencantumkan sumbernya juga.

  1. Menjelaskan manfaat studi 

Jelaskan apa kontribusi yang akan kamu berikan untuk pembangunan daerah asalmu dengan bidang studi yang kamu tempuh 

  1. Berikan contoh konkrit 

Misalnya kamu memiliki pengalaman organisasi, kamu bisa menjelaskan organisasi tersebut seperti apa, job desk yang kamu kerjakan dan apa yang bisa kamu pelajari dari pengalaman tersebut.

  1. Kontribusi untuk Amerika 

Selain kontribusi untuk daerah asal, ada baiknya kamu juga mencantumkan apa yang bisa kamu lakukan untuk negara tempat kamu melanjutkan studi. Dengan begitu, kamu bisa memaksimalkan peranmu sebagai duta bilateral antara Indonesia dan Amerika.

Baca juga: Beasiswa Fulbright: Contoh Pertanyaan dan Cara Menjawab Interview Agar Lolos Menjadi Awardee

Beasiswa Fulbright mewajibkan awardeenya tahu alasan kenapa dan untuk apa mereka studi di Amerika?. Jawaban dari pertanyaan tersebut nantinya dituangkan dalam satu dokumen krusial yaitu Study Objective!. Oleh karena itu, Study Objective merupakan salah satu penentu lolos atau tidaknya.

Di Scholars Corner, kamu bisa belajar langsung cara menulis Study Objective yang menunjukkan visi, relevansi, dan dampak nyata kontribusimu bagi Indonesia dan Amerika.

Satu halaman Study Objective bisa menentukan menjadi awardee atau tidak 😭

Yuk, pastikan kamu menulis versi terbaikmu

DM “esai beasiswa” to keep the slot 

Leave a Reply

Your email address will not be published.