Pengalaman Mengikuti MikroTik Certified Network Associate (MTCNA)

Pengalaman Mengikuti MikroTik Certified Network Associate (MTCNA)

Hallo, pejuang Scholars! Nama saya Dwi Noor Hidayah. Saya adalah mahasiswi Ilmu Hukum angkatan tahun 2020 universitas Lambung Mengkurat Kalimantan Selatan. Tahun 2019 lalu saya lulus tes MTCNA dengan nilai B6. Apakah kamu tau apa itu MTCNA? MTCNA atau MikroTik Certified Network Associate adalah sertifikasi MikroTik bertaraf internaional untuk network engineer yang mempelajari hal-hal terkait networking, seperti: teknologi mikrotik, perankat mikrotik, dan dasar-dasar networking. Beberapa materi yang ada di MTCNA adalah Basic MikroTik, Routing & Bridging, Wireless, Firewall, Queue, Tunnel & VPN, Hotspot, DHCP, Proxy, Bandwidth Management, LAN Management, NAT, dan masih banyak lainnya. Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi pengalaman saya mengikuti MTCNA. Semoga bisa membantu kamu lebih memahami MTCNA. Untuk info beasiswa, silahkan click disini.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Nah, sebelum itu, apa kamu tahu gunanya MTCNA ini? MTCNA memberikan bukti jika kamu sudah menjadi seorang network engineer resmi. Dengan sertifikat bertaraf international terebut, kamu akan memiliki banyak keuntungan di dunia kerja. Salah satunya adalah mudahnya mencari pekerjaan. Bahkan, kamu akan banyak dilirik HRD jika memiliki sertifikat international ini, plus sertifikat TOEFL/EILTS. Sertifikat mikrotik memiliki 3 tingkatan level. Level pertama adalah level basic, sertifikaangt level yang saya miliki. Level kedua ada level advanced. Dan level tertinggi adalah level expert.

Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa Bakti Nusa

Tidak ada batasan umur tertentu untuk mengikuti MTCNA ini. Kamu dapat berpertisipasi asal kamu memiliki ilmu dasar terkait router dan networking. Umumnya, untuk mempelajari dasar-dasar tersebut, kamu bisa mendapat bimbingan melalui lembaga yang menyediakan pelatihan, atau disebut juga training. Dulu saya menerima training di sekolah selama kuran lebih rujuh hari. Selama itu, saya mempelajari dasarnya, skaligus mencoba mempraktekkan secara langsung. Saya juga rajin latihan mengerjak soal mikrotik ini. Bahkan seluruh ujian tkj disekolah saya membahas seputar mikrotik.

Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa PPA

Soal mikrotik di sekolah saya menggunakan Bahasa Indonesia, dan saat mengerjakan, saya diperbolehkan membuka buku. Tentu saja ini sangat berbeda dari MTCNA. Soal – soal MTCNA menggunakan Bahasa Inggris. Ada 25 soal yang harus diselesaikan dalam kurun waktu 1 jam atau 60 menit. Jujur, saya cukup gugup pada saat hari tes. Bahkan saya harus menyisihkan beberapa menit untuk mencoba menenangkan diri sebelum mulai megerjakan soal. Saat mengerjakan soal, saya selalu mencoba untuk melakukan ‘save progress’ sebelum lanjut ke soal rikutnya. Langkah tersebut saya lakukan untuk menjaga jawaban saya agar tidak rusak atau terhapus jika terjadi eror.

Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa PPA

Alhamdulillah, saya selesai 10 menit lebih awal dari waktu yang ditentukan. Sisa waktu 10 menit saya gunakan untuk mengecek ulang soal-soal yang sudah saya kerjakan. Nah, ini penting lo, teman-teman. Kamu dianjuran untuk memeriksa kembali jawaban yang sudah kamu kejakan, agar kamu bisa merasa lebih yakin dengan jawabanmu. Ketika mengerjakan soal, kamu sebaiknya jangan terlalu tergoda dan terpaku untuk menggunakan google. Selain itu, jangan juga terlalu banyak mengandalkan google translate saat mengerjakan soal, ya. Oh iya, saat mengerjakan soal, jangan sekali-kal mencoba untuk meng-copy atau screenshot soal yang dikerjakan. Karena copy dan screencshot soal itu dilarang. Tindakan tersebut akan terdeteksi oleh javascrip dan mengakibatkan kamu otomatis tidak lolos tes MTCNA.

Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa Russian Government

Leave a Reply

Your email address will not be published.