Pengalaman Mengikuti Seleksi Mahasiswa Berprestasi
Halo semuanya, perkenalkan saya adalah Lulu’ Ulfiyah Aprilia. Saya adalah lulusan S1 Sastra Inggris dari Universitas Trunojoyo Madura. Pada tahun 2018 yang lalu, saya berhasil memenangkan juara pertama sebagai mahasiswa berprestasi atau mawapres baik di tingkat fakultas yakni FISIB dan di tingkat universitas yaitu UTM (Universitas Trunojoyo Madura). Untuk itu, saya akan membagikan pengalaman saya selama mengikuti proses seleksi mahasiswa berprestasi. Untuk info edu lain, click disini.
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Mahasiswa Berprestasi atau mawapres adalah kegiatan atau event lomba yang diselenggarakan oleh Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (KEMENRISTEK DIKTI). Saya memulai proses pendaftaran dengan mempersiapkan KTI atau Karya Tulis Ilmiah yang menjadi salah satu persyaratan untuk mendaftar mawapres. Saya menggarap KTI pada h-3 pelaksanaan seleksi mawapres fakultas. Jadi mulai dari hari Senin hingga haru Rabu saya menggarapnya mulai dari judul sampai referensi. Hal ini tentu tidak lepas dari bimbingan dosen sastra Inggris saya.
Saya mengerjakan KTI saya 3 hari saja, bukan karena saya ahli dalam menulis KTI. Tidak sama sekali, hal itu terjadi karena saya mendaftarnya secara dadakan, yaitu di hari terakhir pendaftaran. Hal ini tidak harusnya dicontoh yah, jangan seperti saya yang menggunakan sistem the power of kepepet. Jika kamu ingin mendaftar mawapres, sebaiknya kamu mempersiapkan segala persyaratannya sejak awal. Karena dengan mempersiapkannya seawal mungkin, tentu hasilnya akan semakin baik.
Baca juga: Mindset yang Harus Dimiliki untuk Menjadi Mahasiwa Berprestasi
Pada saat berkumpul bersama peserta calon mawapres fakultas, saya sedikit merasa “insecure” karena saya rasa yang ikut seleksi ini semuanya sudah expert atau ahli di bidang KTI. Tentu saja saya merasa deg-degan setelah mengambil nomer urut karena saya mendapatkan nomor 1. Artinya, saya harus presentasi di urutan pertama, padahal saya inginnya presentasi di bagian pertengahan karena ingin mengetahui seperti apa proses presentasi dari teman-teman pendaftar yang lain.
Akhirnya saya bismillah dan berusaha untuk percaya diri dan fokus. Saya menggunakan mixing language saat itu yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dalam menjelaskan. Pada saat itu, juri memberitahu saya bahwa mereka lebih suka jika saya menjelaskan dengan Bahasa Inggris. Oleh karena itu, saya mencoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada saya dengan Bahasa Inggris.
Baca juga: Pengalaman Mengikuti Kompetisi Nasional dan Internasional
Setelah pengumuman, alhamdulillah tidak saya sangka nama saya dipanggil sebagai juara 1 mawapres fakultas. Setelah itu, langkah selanjutnya saya membuat video berdurasi 6 menit yang menjelaskan tentang isi KTI saya dengan menggunakan full Bahasa Inggris. Persiapkan yang dilakukan selanjutnya adalah saya mulai bimbingan lebih giat lagi dengan dosen pembimbing saya. Saya juga mulai merevisi setiap koreksi yang diberikan juri ketika seleksi fakultas. Selain itu saya juga memperbaiki PPT saya agar lebih rapi dan formal. Saat itu, saya mempersiapkan PPT menggunakan full Bahasa Inggris full dan presentasi dengan full Bahasa Inggris juga.
Sebagai bahan pertimbangan, saya melihat referensi PPT dari kakak tingkat yang pernah menjadi juara. Saya juga menyiapkan foto-foto kegiatan bakti sosial yang pernah saya lakukan sebagai pendukung dari program saya yang saya tulis di KTI dan saya bagikan ketika presentasi dalam bentuk yang sudah dicetak. Setelah kegiatan seleksi tingkat universitas dilaksanakan, maka semua peserta dikumpulkan dan diumumkan siapa saja peserta yang lolos dari setiap fakultas. Alhamdulillah saya lolos ke tahap selanjutnya dan mewakili FISIB untuk seleksi tahap akhir.
Baca juga: Perkembangan Pendidikan Indonesia di Era Milenial
Pada saat seleksi tahap akhir, saya presentasi semaksimal mungkin dan pastinya jurinya lebih kritis lagi di seleksi tahap dua ini. Para pendaftar benar-benar dituntut untuk mempertahankan argumennya. Saat presentasi kita harus memiliki argumen yang kuat dan jangan menyerah dengan sanggahan juri. Jika itu tidak sepemikiran dengan apa yang kamu tulis maka kamu harus memberikan penjelasan sampai juri tersebut mau menerima ide kita, memberikan keyakinan kepada para juri sedetail, sebaik, dan sesopan mungkin bahwa program kita ini pantas untuk dilaksanakan.
Dua hari setelah seleksi, alhamdulillah saya dinyatakan sebagai Juara 1 mawapres UTM dan mewakili tingkat universitas untuk bersaing ke tingkat nasional. Terpilih menjadi mawapres memberikan banyak sekali pengalaman dan bonus. Saya bisa berdiskusi bersama dosen dan orang-orang penting di universitas, menambah relasi, dapat bonus study tour ke Bali secara gratis, dan juga pembuatan video untuk mawapres nasional difasilitasi oleh pihak kampus. Saya berharap kamu juga bisa menjadi mawapres di kampus masing-masing. Tetap semangat dan terus berprestasi.
Baca juga: Tips Lolos UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer)


