Pengalaman Menjadi Awardee YSEALI Academic Fellow
Halo semuanya, perkenalkan nama saya adalah Jessica Triady. Saya berasal dari Medan dan saat ini saya adalah mahasiswi pascasarjana di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Saya akan menceritakan pengalaman saya sebagai salah satu awardee YSEALI Academic Fellow di Amerika Serikat pada tahun 2018 silam. YSEALI atau Youth South East Asian Leaders Initiative adalah program yang didirikan oleh pemerintah Amerika untuk pemuda-pemudi asal Asia. Untuk info edu lain, click disini.
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Sebelum memulai proses pendaftaran, saya harus menyiapkan beberapa hal seperti menulis essay, membuat video, kemampuan Bahasa Inggris, project sosial, serta mempersiapkan diri menghadapi wawancara. Setiap pendaftar tentunya mempersiapkan diri sebaik mungkin, untuk itu kamu harus menjadi lebih, lebih unik dan berbeda. Saat pendaftar lain hanya menuliskan essay seperti biasanya, saya justru melampirkan link atau website yang menunjukkan project sosial yang saya miliki. Tujuannya adalah dengan memberikan bukti yang nyata, reviewer akan merasa bahwa kamu lebih pantas untuk mendapatkan beasiswa ini.
Baca juga: Pengalaman Mengikuti Student Exchange di Slovakia
Dalam essay pastikan kamu mencakup 3 hal ini, Past, Present, dan Future. Past adalah bagaimana project sosial yang telah kamu lakukan. Untuk present, seperti apa impact dari project sosialmu saat ini dan bagaimana kelanjutannya. Sedangkan, untuk future kamu bisa menuliskan apa yang akan kamu lakukan nantinya setelah kembali dari Amerika atau seperti apa caramu mengimplementasikan apa yang kamu pelajari di Amerika.
Selanjutnya, kemamampuan Bahasa Inggris. Pihak YSEALI tidak menetapkan standar TOEFL ataupun IELTS bagi para pendaftarnya. Pendaftar hanya diminta untuk menunjukkan bukti dari kemampuan Bahasa Inggrisnya. Bagi pendaftar yang memiliki mata kuliah dalam Bahasa Inggris atau pernah mengikuti program-program berbahasa Inggris, kamu bisa menggunakannya untuk mendaftar. Artinya, jangan minder dulu jika kamu masih pemula dalam berbahasa Inggris atau belum memiliki sertifikat TOEFL/IELTS.
Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa Maroko
Untuk pembuatan video, sebaiknya kamu tidak hanya sekedar berbicara dan memperkenalkan diri atau menyebutkan keunggulan-keunggulanmu. Tapi, kamu bisa menyakinkan reviewer dengan menunjukkan kegiatan-kegiatan sosialmu. Kamu bisa membuat video dengan latar tempat di lokasi project sosialmu atau kamu juga bisa menunjukkan langsung bagaimana project sosialmu berlangsung. Berikan penjelasan detail seperti apa kegiatanmu dan reviewer pasti akan lebih tertarik dengan videomu.
Selanjutnya wawancara. Selain menjawab semua pertanyaan pewawancara, usahakan untuk menunjukkan siapa dirimu. Pada saat wawancara, saya menunjukkan poster-poster kegiatan sosial yang pernah saya lakukan. Jadi, pewawancara akan merasa bahwa kamu tidak hanya asal bicara tapi memiliki bukti yang nyata. Hal itu tentunya akan menjadi modal yang sangat berguna bagimu. Karena pewawancara akan merasa bahwa kamu benar-benar pantas untuk menjadi awardee program YSEALI.
Baca juga: Pengalaman Mengikuti Seleksi Mahasiswa Berprestasi
Selama 5 pekan berada di Amerika, saya belajar banyak hal seperti kemampuan kepemimpinan, civic engagement, social entrepreneurship, environment, kebudayaan dan pemerintahan Amerika, serta pengalaman-pengalaman tak terlupakan lainnya. Pada saat itu, saya menerima pembelajaran di kampus, saat itu saya ditempatkan di Unibersity of Connecticut. Selain belajar di kampus, kami juga mendapatkan berbagai kesempatan untuk study tour dan mengikuti berbagai kegiatan kerelawanan. Saya berharap kamu bisa menjadi the next awardee untuk program YSEALI. Tetap semangat yah.
Baca juga: Pengalaman Mengikuti Model United Nation (MUN) PBB


