Pengalaman Menjadi Peserta Exchange Student ke Jepang

Pengalaman Menjadi Peserta Exchange Student ke Jepang

Hallo, pejuang beasiswa! Apakah ada salah satu dari kamu yang penasaran sama pertukaran pelajar? Atau justru, saat ini, kamu sedang mencoba mengikuti salah satu program pertukaran pelajar ke luar negeri? Nah, jika iya, artikel kali ini bisa menjadi tambahan ilmu untuk kamu, nih. Oh iya, perkenalkan, saya Idham Arya. Saya adalah mahasiswa ITS Suarabaya, departemen Teknik Fisika. Pada tahun 2018 lalu, saya berpartisipasi sebagai peserta exchange students ke Jepang melalui program Sakura Science Project. Di kesempatan kali ini, saya ingin sharing sedikit terkait pengalaman saya sebagai partisipan program exchange ke luar negeri, khususnya Jepang. Semoga cerita saya bisa memberikan tambahan ilmu bagi kamu. Untuk info pengalaman lain, silahkan click disini.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Seperti yang disinggung sebelumnya, program yang saya ikuti adalah program Sakura Science Project. Program ini deselenggarakan oleh JST atau Japan Science and Technology Agency. JTS memang rutin membuka kesempatan exchange ke Jepang dengan tujuan memajukan teknologi Jepang beserta negara Asia lainnya. JST sendiri memiliki dua jenis program. Pertama adalah Open Application Program dimana umumnya digunakan sebagai kerjasama penelitian dengan mahasiswa. Program kedua adalah JST Direct Invite Program dimana Jepang mengundang beberapa pelajar di Asia untuk ke Jepang dan dibiayai secara penuh.

Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa ETOS ID

Program Sakura Science Project merupakan salah satu program JST Direct Invite Program. Saya mengikuti program tersebut ketika duduk di bangku kelas 2 SMA. Program ini memang khusus ditujukan kepada pelajar SMA atau SMK. Pada tahun 2018, program Sakuran Science Program membuka dua gelombang pendaftaran. Gelombang pertama berhasil memberangkatkan 20 pelajar Indonesia. Sedangkan saya berhasil menjadi kandidat gelombang kedua yang saat itu memberangkatkan 24 pelajar Indonesia.

Baca juga: Pengalaman Mengikuti Proses Penyeleksian OSC dari Awardee

Lalu dari mana saya bisa mengetahui info terkait program ini? Saya mendengar info terkait Sakura Science Program dari om saya. Sejak itu saya kemudian berusaha mendaftar berikut mempersiapkan seluruh persyaratan yang diperlukan. Sebelumnya, saya harus mencari kontak dari Direktorat SMA sebagai pendelegasian undangan JST. Sejujurnya, mempersiapkan persyaratan tersebut cukup susah. Namun, tentu saja, jika sudah membulatkan tekad, jangan pantang menyerah!

Setelah berhasil mengumpulkan persyaratan, saya pun maju ke tahap wawancara. Kala itu saya diwawancara melalui telepon, dan menggunakan bahasa Inggris. Jadi, kamu yang ingin lolos program ini, pastikan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris terlebih dulu ya! Selesai wawancara, saya menunggu pengumuman. Alhamdulillah, saya diterima sebagai salah satu kandidat exchange student ke Jepang.

Baca juga: Tips dan Trick Lolos Beasiswa Bakti Nusa

Selama di Jepang, kegiatan yang saya lakukan kurang lebih sama dengan study tour semi field trip. Dengan kata lain, saya belajar hal-hal baru, sekaligus liburan. Di sana, saya mengunjungi beberapa tempat penelitian di Jepang, Rikkyo University, dan belajar langsung di lab universitas tersebut. Selain ke tempat yang berkaitan dengan science, saya juga mengunjungi museum serta kuil sebagai pengalaman budaya Jepang. Tidak hanya itu, saya juga mengunjungi sebuah sekolah SMA Jepang sebagai salah satu bentuk pengenalan lingkungan belajar. Menariknya, saya dapat berkenalan dengan beberapa siswa dan bertukar informasi.

Baca juga: Pengalaman Menjadi Penerima Beasiswa Tanoto Foundation

Tips dan Trick Lolos Program Exchange

Nah, berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa hal yang harus kamu terapkan atau miliki untuk bisa lolos menjadi peserta program exchange. Pertama-tama, kamu harus memperhatikan kemampuan bahasa Inggris. Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, wawancara program ini menggunakan bahasa Inggris. Dari sini, saya berkesimpulan jika kemampuan bahasa Inggris ini harus diperhatikan. Terlebih, bahasa Inggris bisa jadi sangat membantu dalam berkomunikasi dengan kandidat lain, mengingat kandidat ada yang berasal dari negara lain juga.

Kedua, kamu bisa mempersiapkan list pertanyaan interview. Beberapa contoh pertanyaan bisa kamu cari di internet, seperti perkenalan, motivasi, alasan, tujuan, hobi dan lainnya. Nah, setelah itu, kamu bisa mulai berlatih menjawab menggunakan bahasa Inggris. Dengan begini, diharapkan kamu bisa lebih baik dalam menjawab pertanyaan di hari H nanti.

Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa LPDP

Leave a Reply

Your email address will not be published.