Cara dan Etika Meminta Surat Rekomendasi Beasiswa AAS: Auto “Yes” Dari Pemberi Rekomendasi
Surat rekomendasi adalah salah satu komponen penting dalam aplikasi beasiswa Australian Awards Scholarship (AAS). Namun, meminta rekomendasi bukan sekadar soal keberanian; ada cara dan etika yang harus diterapkan agar permintaan kamu diterima dengan baik. Dengan cara dan etika yang tepat, kamu tidak hanya akan mendapatkan surat rekomendasi, tetapi juga memastikan surat tersebut mencerminkan kualitas terbaik kamu. Di dalam Artikel ini, ada cara dan etika yang harus kamu terapin supaya kamu mendapatkan respons positif dari pemberi rekomendasi!
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5
11 Cara dan Etika Meminta Surat Rekomendasi Beasiswa AAS
Ada 11 cara dan etika yang bisa kamu terapin saat meminta surat rekomendasi, yaitu:
- Hubungi pemberi surat rekomendasi melalui WhatsApp atau Email
Jika memungkinkan, kamu bisa meminta surat rekomendasi secara langsung. Namun kalau tidak memungkinkan, kamu bisa mengirimkan pesan kepada perekomendasi melalui WhatsApp atau Email. Kamu bisa memulainya dengan dengan perkenalan diri terlebih dahulu. Setelah itu, kamu bisa langsung menyampaikan apa yang kamu butuhkan dengan sopan. Jangan meminta secara mendadak.
- Ingatkan dirimu pada pemberi surat rekomendasi
Seorang dosen mengajar banyak mahasiswa di sepanjang karirnya, sangat sulit bagi dosen untuk mengingat semua siswanya.Oleh sebab itu, saat meminta surat rekomendasi, kamu jangan lupa untuk menyebut hubunganmu dengan dosen saat masih kuliah. Bisa dari mata kuliahnya yang kamu ikuti, proyek penelitian, atau kamu adalah salah satu mahasiswa bimbingannya saat skripsi. Sama halnya dengan atasan yang bekerja sama dengan banyak staff, sulit untuk mengingat nama stafnya satu-satu. Jadi kamu harus menyebut hubunganmu dengan atasanmu dalam pekerjaan.
- Sampaikan tujuan dengan jelas (To the point)
Ketika kamu meminta surat rekomendasi, sampaikan tujuan mu dengan jelas. Jangan terlalu banyak basa-basi. Hal ini dilakukan untuk mencegah kesan tidak nyaman.
Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa AAS di Australia
- Tanyakan secara baik-baik
Dalam minta surat rekomendasi biasanya akan dihadapkan dalam keadaan yang canggung dan merasa tidak enak karena menganggu kesibukan perekomendasi. Selain itu, kadang takut jika seseorang yang kamu minta untuk memberikan surat rekomendasi tidak berkenan untuk memberikan surat rekomendasi. Untuk memiminimalisir hal tersebut, kamu bisa bertanya secara baik-baik apakah meraka berkenan memberikan surat rekomendasi kepada mu atau tidak.
- Berdiskusi dengan pemberi surat rekomendasi
Diskusi dengan pemberi rekomendasi itu penting. Pada diskusi ini kamu bisa membawa CV dan esaimu agar dapat dipelajari oleh pemberi rekomendasi. Kamu bisa mulai berdiskusi tentang tujuanmu berkuliah dan meminta pendapat serta masukan dari mereka, terutama bila jurusan tujuanmu berkaitan dengan keahlian perekomendasi.
- Berikan point-point penting untuk ditulis
Beberapa beasiswa biasanya memiliki format dan poin-poin yang harus dicantumkan dalam rekomendasi. Jika ada, sertakan format dan contoh rekomendasi yang kamu mau. Selain itu, beberapa orang mungkin belum memiliki pengalaman dalam menulis surat rekomendasi. Kadang mereka tidak tahu apa saja isi dari surat rekomendasi. Maka dari itu, kamu diperbolehkan untuk memberikan poin-poin yang penting untuk ditulis di dalam surat rekomendasimu. Poin-poin ini membantu pemberi rekomendasi menulis surat yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan kamu.
Baca juga: Cara Mendapatkan Beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS) di Australia
- Follow-Up
Menulis recommendation letter itu gak bisa secepat kilat. Setelah mengajukan permohonan, beri perekomendasi jeda waktu untuk membuat. Kebanyakan pemberi rekomendasi mempunyai banyak kesibukan. Maka dari itu, penting buat menghubungi perekomendasi dari jauh-jauh hari, minimal satu bulan (4 minggu) sebelum penutupan pendaftaran. Kalau waktu pendaftarannya sudah mepet, sementara perekomendasi belum mengirimkan rekomendasinya, kamu bisa menghubungi perekomendasi kembali untuk sekadar mengingatkan atau menanyakan apa ada kendala.
- Persiapkan diri untuk menulis sendiri
Peluang untuk minta surat rekomendasi memang tidak bisa ditebak. Bisa ditolak, diterima, atau malah ada pemberi rekomendasi meminta kamu untuk menulis surat rekomendasi mu sendiri karena kesibukan mereka. Mereka biasanyahanya menawarkan untuk review serta menandatangani surat rekomendasi untuk mempersingkat waktu. Jika hal ini terjadi, kamu harus memanfaatkan sebaik-baiknya karena ini merupakan peluang yang baik.
- Jaga etika dan sopan satun selama meminta surat rekomendasi
Gunakan bahasa yang sopan ketika menghubungi pemeberi rekomendasi. Jika pemeberi rekomendasi meminta waktu untuk membuatnya, kamu harus menurutinya. Jangan terlalu memaksa ketika meminta surat rekomendasi.
- Ucapkan terimakasi setelah mendapatkan surat rekomendasi
Jangan lupa untuk mengucapkan terimakasih kepada pemberi rekomendasi.
- Jaga hubungan baik dengan pemberi surat rekomendasi
Sebisa mungkin jaga hubungan baik dengan pemberi surat rekomendasi mu. Jangan hanya datang untuk meminta surat rekomendasi saja. Kamu bisa bertegur sapa dengan atasanmu dan kamu bisa sekali-kali bertukar kabar dengan dosen mu. Apalagi kalau kamu masih berada di kota yang sama, dan bisa meluangkan waktu untuk mengunjungi dosen di kampus.
Baca juga: Penjelasan Rincian Pembiayaan Beasiswa AAS (Australia Awards Scholarship)
Contoh Format Menghubungi Perekomendasi Via Email
| Subjek: Permohonan Surat Rekomendasi untuk Beasiswa AAS Yth. [Nama Pemberi Rekomendasi], Saya harap Bapak/Ibu dalam keadaan sehat. Saya [Nama Anda], salah satu mahasiswa/pegawai yang pernah [sebutkan hubungan Anda, misalnya, “dibimbing dalam proyek penelitian” atau “bekerja di bawah supervisi Anda”]. Saat ini, saya sedang melamar [sebutkan tujuan, misalnya, “beasiswa AAS”] dan membutuhkan surat rekomendasi dari seseorang yang mengenal kompetensi serta dedikasi saya. Mengingat pengalaman kerja kita bersama, saya merasa Bapak/Ibu adalah orang yang paling tepat untuk memberikan rekomendasi. Jika Bapak/Ibu bersedia, saya akan sangat berterima kasih. Tenggat waktu pengumpulan surat rekomendasi adalah [tanggal]. Saya dapat memberikan informasi tambahan yang diperlukan, seperti CV atau rincian program, agar surat ini dapat disusun dengan lebih mudah. Terima kasih banyak atas perhatian dan bantuan Bapak/Ibu. Hormat saya, [Nama Anda] |
Baca juga: Beasiswa AAS Indonesia Nusantara untuk Kuliah S2 Dalam Negeri
Contoh Format Menghubungi Perekomendasi Via WhatsApp
| Contoh 1: Untuk Dosen Assalamualaikum Wr. Wb. Bapak/Ibu [Nama Dosen], Saya harap Bapak/Ibu dalam keadaan sehat. Saya, [Nama Anda], mahasiswa Bapak/Ibu dari [jurusan/kuliah yang pernah diambil]. Saat ini, saya sedang melamar [sebutkan program, misalnya “Beasiswa AAS”] dan membutuhkan surat rekomendasi dari seseorang yang mengenal kompetensi dan karakter saya selama kuliah. Mengingat bimbingan Bapak/Ibu selama saya menempuh [mata kuliah/proyek], saya merasa Bapak/Ibu adalah orang yang paling memahami kualitas saya. Jika Bapak/Ibu berkenan membantu, tenggat waktu pengumpulan surat ini adalah [tanggal]. Saya dapat mengirimkan CV atau informasi tambahan untuk memudahkan penyusunan suratnya. Mohon maaf jika permintaan ini merepotkan, dan saya sangat menghargai jika Bapak/Ibu bersedia membantu. Terima kasih banyak atas perhatian Bapak/Ibu. Wassalamualaikum Wr. Wb.Hormat saya, [Nama Anda] |
| Contoh 2: Untuk Atasan Selamat pagi/siang Bapak/Ibu [Nama Atasan], Saya harap Bapak/Ibu dalam keadaan sehat. Saya, [Nama Anda], yang pernah bekerja di bawah supervisi Bapak/Ibu dalam [sebutkan proyek/tugas]. Saat ini, saya sedang melamar [sebutkan posisi/program] dan membutuhkan surat rekomendasi untuk mendukung aplikasi saya. Saya merasa Bapak/Ibu adalah orang yang paling tepat untuk memberikan penilaian terhadap [prestasi/kinerja Anda]. Jika Bapak/Ibu berkenan membantu, tenggat waktu pengumpulan surat ini adalah [tanggal]. Saya dapat mengirimkan rincian tambahan, seperti deskripsi program atau CV, jika diperlukan. Mohon maaf jika permintaan ini merepotkan, dan saya sangat menghargai jika Bapak/Ibu bersedia membantu. Terima kasih banyak atas perhatian Bapak/Ibu. Hormat saya, [Nama Anda] |
Baca juga: Beasiswa LPDP-AAS 2025 untuk Kuliah S2 di Australia
Nah itu tadi Cara dan Etika Meminta Surat Rekomendasi Beasiswa AAS: Auto “Yes” Dari Pemberi Rekomendasi. Gimana nih, kamu udah siap jadi awardee beasiswa AAS?agar lebih siap lagi yuk join mentoring Beasiswa AAS!


