Working Holiday Visa (WHV): 8 Trik Lolos Submit Dokumen WHV Tanpa Ribet
Bekerja sambil liburan di Australia tentu jadi impian banyak anak muda Indonesia. Nah, salah satu cara legal untuk mewujudkan impian tersebut adalah dengan mengajukan Working Holiday Visa (WHV) subclass 462. Visa ini memberi kesempatan bagi Warga Negara Indonesia berusia 18 hingga 30 tahun untuk tinggal dan bekerja di Australia selama satu tahun, bahkan bisa diperpanjang jika memenuhi syarat tertentu. WHV memungkinkan pemegangnya untuk mendapatkan pengalaman kerja internasional, memperluas relasi, serta menikmati kehidupan di negeri kangguru secara langsung.
Namun, untuk bisa lolos dan mendapatkan visa ini, ada beberapa persyaratan utama yang harus dipenuhi. Beberapa di antaranya adalah memiliki paspor yang masih berlaku, sertifikat kemampuan bahasa Inggris seperti IELTS atau TOEFL, bukti dana minimal AUD 5.000, surat dukungan dari Ditjen Imigrasi (SDUWHV), serta ijazah pendidikan minimal D3 atau S1. Prosesnya memang cukup ketat, dan banyak orang gagal di tahap verifikasi dokumen karena kurang teliti atau tidak memenuhi ketentuan teknis yang diminta. Oleh karena itu, penting untuk memahami trik dan tips agar bisa lolos dokumen WHV tanpa ribet.
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5
8 Trik lolos submit dokumen WHV
1. Pastikan Paspor Masih Berlaku Minimal 18 Bulan
Paspor harus aktif dan berlaku minimal 12 bulan saat pendaftaran. Namun, disarankan memiliki masa berlaku minimal 18 bulan untuk menghindari masalah saat proses visa atau saat berada di Australia.
2. Siapkan Bukti Keuangan Minimal AUD $5.000
Lampirkan rekening koran atau surat rekomendasi bank dengan saldo minimal AUD $5.000. Pastikan dokumen tersebut dilegalisir dan menunjukkan transaksi aktif dalam 3 bulan terakhir.
3. Lengkapi Sertifikat Bahasa Inggris
Penuhi persyaratan kemampuan bahasa Inggris dengan melampirkan sertifikat IELTS minimal skor 4.5 atau setara (TOEFL iBT 32, TOEFL PBT 450, PTE Academic 30, atau Cambridge English: Advanced CAE 147).
4. Unggah Dokumen dengan Format dan Ukuran yang Sesuai
Pastikan semua dokumen diunggah dalam format PDF atau JPEG dengan ukuran file sesuai ketentuan situs ImmiAccount. Hindari mengunggah dokumen buram atau terpotong.
5. Gunakan Penerjemah Tersumpah untuk Dokumen Non-Inggris
Dokumen seperti ijazah, akta kelahiran, dan Kartu Keluarga harus diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh penerjemah tersumpah. Ini penting untuk memastikan keabsahan dokumen di mata imigrasi Australia.
6. Lengkapi Surat Dukungan dari Ditjen Imigrasi (SDUWHV)
Surat Dukungan dari Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia adalah dokumen wajib untuk aplikasi WHV. Pastikan surat ini masih berlaku dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
7. Perhatikan Detail Saat Mengisi Formulir Online
Isi formulir aplikasi visa secara teliti dan jujur. Kesalahan kecil seperti penulisan nama atau tanggal lahir bisa menyebabkan penolakan visa.
8. Siapkan Dokumen Tambahan yang Diperlukan
Selain dokumen utama, siapkan juga dokumen tambahan seperti:
- Kartu Keluarga
- Akta Kelahiran
- Foto ukuran paspor terbaru
- SKCK terbaru
- Asuransi kesehatan selama tinggal di Australia
Baca juga: Working Holiday Visa (WHV) : Hal yang paling urgent dan Perlu dipersiapkan jauh-jauh hari
Dijamin nggak bakal rugi kalok persiapannya sama Scholars


