Kandidat dengan IPK 2.75 – 3.25 Harus Ikut Kegiatan Apa Agar Memperbesar Peluang Lolos S2 ke Swedia dengan Beasiswa Swedish Institute Scholarships for Global Professionals (SISGP)
Disclaimer dulu bahwa mendaftar S2 di Universitas Swedia melalui beasiswa SISGP tidak menetapkan satu standar minimal IPK yang berlaku untuk semua universitas dan program studi. Namun, jika IPK mu berada di kisaran 2.75 – 3.25, kamu perlu menyadari bahwa profil akademikmu kurang kompetitif dibandingkan kandidat lain.
Tapi, bukan berarti kamu tidak punya peluang!
Kamu bisa memperkuat profil akademikmu dengan mengimbangi nilai akademik melalui kegiatan non-akademik yang relevan. Cara ini benar-benar bisa ngeboost point penilaian kamu apalagi kamu tahu apa saja yang bisa dimasukkan, dimana menunjukkannya dan gimana cara pilih kegiatan yang support profile akademikmu.
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5
Pengalaman Organisasi & Kepemimpinan yang Relevan dengan SDGs
- Di kampus, kamu bisa aktif di pengurus BEM/HIMA/UKM dan terlibat dalam program pendidikan, lingkungan, pemberdayaan mahasiswa atau sosial.
- Di luar kampus, kamu bisa aktif di komunitas, organisasi sosial, NGO, volunteer, atau youth organization yang memiliki kontribusi nyata bagi Masyarakat.
- Skala yang lebih besar, kamu bisa aktif di, leadership program, proyek kolaboratif atau kegiatan yang melibatkan peserta dari berbagai latar belakang dan memiliki dampak yang relevan dengan SDGs.
CATAT
- Yang perlu kamu kembangkan adalah leadership skill.
- Kalau kamu jadi ketua, kembangkan leadership skill melalui kemampuan leading people, seperti mengarahkan tim, membagi tugas, mengambil keputusan, mengelola konflik, dan memastikan target tercapai.
- Kalau kamu jadi anggota, leadership skill itu ownership & initiative seperti mengambil tanggung jawab, mengusulkan solusi, menyelesaikan tugas dan membantu tim mencapai tujuan.
- Setiap ada kegiatan catat apa manfaat kegiatan, berapa orang yang terbantu, hasil dan relevansinya dengan SDGs.
Personal & Social Project yang Relevan dengan SDGs
Kamu bisa membuat proyek sendiri seperti membuat modul, e-book, atau konten edukasi yang bisa diakses gratis, membuat proyek sederhana terkait energi terbarukan atau sustainability, membantu UMKM lokal meningkatkan pemasaran digital dan lain-lain.
CATAT
- Yang perlu kamu kembangkan adalah initiative & impact.
- Kalau baru punya ide, initiative itu ditunjukkan dengan berani memulai dan mengambil ownership atas project.
- Kalau project sudah berjalan, impact itu ditunjukkan dengan jumlah orang yang terbantu, perubahan yang dihasilkan, dan hasil yang bisa diukur.
- Kalau project sudah berjalan lama, sustainability itu ditunjukkan dengan project tetap berjalan, berkembang, atau bisa dilanjutkan orang lain setelah kamu tidak terlibat langsung.
- Setiap membangun personal project, catat masalah yang diselesaikan, siapa yang terbantu, apa yang kamu lakukan, hasil yang dicapai, dan dampaknya.
Pengalaman Kerja yang Berbasis Leadership & Impact
Contoh memimpin 5 – 10 tim dalam menjalankan project untuk meningkatkan efisiensi kerja atau kualitas layanan, menginisiasi sistem atau program baru di tempat kerja dan lain-lain
CATAT
- Yang perlu kamu kembangkan adalah leadership, initiative & impact.
- Kalau mendapat tanggung jawab atas sebuah project, tunjukkan leadership melalui kemampuan mengarahkan tim, membagi tugas, mengambil keputusan dan memastikan project berjalan.
- Tunjukkan initiative dengan berani mengusulkan ide.
- Tunjukkan impact melalui jumlah orang yang terbantu, perubahan yang dihasilkan atau hasil lain yang terukur.
- Setiap pengalaman kerja, catat masalah yang diselesaikan, peranmu, siapa yang terdampak, tindakan yang kamu lakukan, hasil yang dicapai dan relevansinya dengan SDGs.
Join Course
Kamu bisa mencoba IELTS preparation course, English speaking course, academic writing atau course yang relevan dengan bidang studi yang kamu tuju.
CATAT
- Yang perlu kamu kembangkan adalah English proficiency, academic readiness dan kemampuan belajar secara konsisten.
- Kalau kamu mengikuti IELTS course, jangan hanya mengejar sertifikatnya saja tetapi tunjukkan progres kemampuan English-mu, terutama pada Listening, Reading, Writing, dan Speaking.
- Kalau mengikuti course yang relevan dengan jurusan, pilih yang memberikan project atau assessment yang relevan dengan SDGs.
- Setiap mengikuti course, catat nama course, penyelenggara, durasi, materi yang dipelajari, hasil assessment, sertifikat dan progress kemampuanmu.
Baca juga: Mau Lolos Beasiswa Lund University di Swedia, Ini 4 Strategi Yang Perlu Kamu Tahu
Kabar Baiknya
Kamu tidak perlu mengikuti semua kegiatan tadi. Pilih beberapa kegiatan yang benar-benar ingin kamu tekuni dan sesuaikan dengan jurusan yang akan kamu ambil di Swedia dan relevan dengan SDGs.
Sekarang, coba bangun profil akademik seperti ini:
PROFIL AKADEMIK
- Menjadi koordinator kegiatan pelatihan keterampilan untuk masyarakat, mulai dari menyusun konsep, membagi tugas anggota, hingga memastikan kegiatan berjalan dan peserta mendapatkan manfaat.
- Menginisiasi mentoring belajar gratis bagi siswa dari keluarga dengan keterbatasan akses pendidikan, dengan melibatkan beberapa teman sebagai volunteer.
- Mengikuti IELTS preparation course & memiliki hasil assessment atau IELTS score yang dapat dibuktikan.
Profil seperti ini memberikan cerita dan bukti dibandingkan profil yang hanya berisi mengikuti banyak seminar, webinar, dan volunteer satu hari.
Kamu Bisa Menunjukkan di Bagian Ini
Susun daftar pengalamanmu dalam Proof of Work & Leadership Form, dengan maksimal 3 form pengalaman kerja dan 2 form pengalaman kepemimpinan.
Perkuat dengan CV yang mengutamakan pengalaman terbaru yang menonjolkan kepemimpinan dan dampak sosial yang relevan dengan SDGs untuk menunjukkan leadership skill yang berdampak.
Terakhir dukung kedua dokumen tersebut dengan membangun motivation letter yang menjelaskan bagaimana pengalaman tersebut membentuk leadership skill mu dan bagaimana ilmu yang akan kamu peroleh di Swedia dapat menyempurnakannya.
Tips Tambahan
- Kamu bisa lihat, dengan memahami profil, yang awalnya terlihat kurang kompetitif bisa jadi terbuka opportunity yang berpeluang besar untuk lolos.
- Setelah itu, langkah selanjutnya adalah buat profil akademikmu semakin kompetitif dengan IELTS 6.5 – 7.0.
Kalau kamu mau dibantu menggali potensimu dan cocokan dengan apa yang dicari universitas dan beasiswa sekaligus dibantu persiapan IELTS untuk kuliah S2 ke Swedia.
Langsung bilang ke Minscho baik di komentar atau di DM.
Di pendaftaran Beasiswa SISGP, tahapan pertama adalah mendaftar ke universitas tujuan. Tidak perlu sampai mendapatkan LoA, cukup mendapatkan nomor pendaftaran karena nomor pendaftaran ini yang akan digunakan sebagai salah satu syarat beasiswa
Untuk mendaftar ke universitas di Swedia, kamu butuh IELTS sekitar 6.0. Jadi, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah persiapan IELTS di Scholars
Mau tanya-tanya dulu kelas IELTS di Scholars? click IELTS Swedia di bawah ini ya
Selain itu, kamu juga bisa dibimbing langsung oleh penerima beasiswa Swedia untuk persiapan Beasiswanya sehingga peluang lolos semakin besar
Mau tanya-tanya dulu terkait mentoring beasiswa ke Swedia?
Click Mentoring Beasiswa Swedia di bawah ini ya


