Kandidat dengan IPK 2.90 – 3.25 Harus Ikut Kegiatan Apa Agar Memperbesar Peluang Lolos S2 ke Australia dengan Beasiswa Australia Awards Scholarships (AAS)
Disclaimer dulu, mendaftar S2 di Australia melalui Australia Awards Scholarships (AAS) mengharuskan kandidat memenuhi persyaratan akademik dan kriteria kelayakan yang telah ditetapkan. Namun, penilaian kandidat tidak hanya berkaitan dengan IPK, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman profesional, potensi kepemimpinan, serta komitmen untuk berkontribusi bagi Indonesia. Jika IPK-mu berada di kisaran 2.90–3.25, kamu tetap perlu menyusun profil yang kuat dan relevan dengan bidang studi yang dituju.
Tapi, bukan berarti kamu tidak punya peluang! Kamu bisa memperkuat aplikasi melalui pengalaman kerja yang relevan, kegiatan kepemimpinan, kontribusi sosial dan proyek yang memberikan dampak nyata. Kuncinya, kamu perlu tahu kegiatan apa yang paling relevan dengan prioritas pembangunan Indonesia, bagaimana menunjukkan bukti dampaknya, serta bagaimana menghubungkan pengalaman tersebut dengan rencana kontribusimu setelah menyelesaikan studi di Australia.
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5
Kegiatan Sosial, Komunitas, dan Volunteering
Komite beasiswa Australia sangat menyukai kandidat yang aktif dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kamu bisa Aktif di Organisasi NGO atau komunitas lokal yang fokus pada isu-isu krusial (misal: kesetaraan gender, inklusi disabilitas, lingkungan, pendidikan daerah 3T, atau perubahan iklim).
CATAT
- Skill yang bisa kamu kembangkan adalah leadership, empathy, stakeholder management, community engagement dan social responsibility.
- Kalau menjadi ketua/koordinator, kembangkan leadership dengan mengarahkan tim, membagi tugas, mengambil keputusan, menyelesaikan masalah dan memastikan program berjalan sesuai tujuan.
- Kalau menjadi anggota Tunjukkan kontribusi melalui memberikan ide, mengambil tanggung jawab, menyelesaikan tugas dan membantu tim mencapai target.
- Setiap ada kegiatan catat apa manfaat kegiatan, berapa orang yang terbantu dan hasilnya.
Terlibat dalam Kegiatan Riset, Publikasi, atau Jurnal
Kegiatan ini penting untuk menunjukkan bahwa kamu memiliki kapasitas akademis dan analitis yang kuat melebihi angka IPK. Kamu bisa menulis Op-Ed / artikel opini berbasis riset di media massa terkemuka, menerbitkan artikel ilmiah dan jurnal nasional terakreditasi (SINTA) atau menjadi riset asisten.
CATAT
- Yang perlu kamu kembangkan adalah Subject knowledge, critical thinking, data analysis, academic writing, dan research methodology.
- Sebagai Research Assistant, kamu bisa belajar melakukan literature review, mengumpulkan dan menganalisis data, membantu menyusun penelitian, hingga menyampaikan hasil penelitian.
- Kalau melakukan research secara mandiri, kamu perlu belajar mengidentifikasi masalah, menentukan research question, memilih metode, mengumpulkan data, menganalisis evidence dan menarik kesimpulan.
- Setiap mengikuti kegiatan research atau membuat karya tulis ilmiah, catat topik penelitian, metode yang digunakan, hasil penelitian, dan solusi yang dihasilkan.
Pengalaman Kerja Relevan (Minimal 2–3 Tahun)
Kamu bisa menginisiasi proyek-proyek inovatif di tempat kerja atau mendapatkan promosi jabatan atau tanggung jawab memimpin tim/proyek (project lead).
CATAT
- Kembangkan strategic thinking, project management, problem-solving, leadership, adaptability, dan professional communication.
- Jika menjadi pemimpin proyek/tim (Project Lead/Promosi), latih leadership melalui pengarahan tim, alokasi sumber daya, pengelolaan risiko, pengambilan keputusan strategis dan pencapaian KPI.
- Jika masih menjadi staf, tunjukkan inisiatif meningkatkan efisiensi, menawarkan solusi inovatif, menyelesaikan tugas kompleks melebihi ekspektasi dan mendukung keberhasilan tim.
- Catat setiap pencapaian kerja dan proyek yang kamu jalankan sebagai bukti kontribusi.
Join Course atau Mengikuti Pelatihan
Kamu bisa mencoba IELTS preparation course, English speaking course, academic writing atau course yang relevan dengan bidang studi yang kamu tuju. Ikuti program atau pelatihan bersertifikat dari kementerian/lembaga nasional maupun internasional.
CATAT!
- Yang perlu kamu kembangkan adalah English proficiency, academic readiness, dan kemampuan belajar secara konsisten.
- Kalau kamu mengikuti IELTS course, jangan hanya mengejar sertifikat, tetapi tunjukkan progress kemampuan English-mu, terutama pada Listening, Reading, Writing, dan Speaking.
- Kalau mengikuti course yang relevan dengan jurusan, pilih yang memberikan project, assessment, atau hasil yang bisa dibuktikan.
- Setiap mengikuti course, catat nama course, penyelenggara, durasi, materi yang dipelajari, hasil assessment, sertifikat dan progress kemampuanmu.
Kabar Baiknya
Kamu tidak perlu mengikuti semua kegiatan tadi. Pilih beberapa kegiatan yang benar-benar ingin kamu tekuni dan sesuaikan dengan bidang S2 yang akan kamu ambil di Australia.
Sekarang, coba bangun profil seperti ini:
Profil Kandidat
- Menjadi koordinator program di tempat kerja dan memimpin 8 anggota untuk menyelesaikan proyek yang relevan dengan bidang studi tujuan.
- Menginisiasi program pemberdayaan masyarakat yang melibatkan 50 peserta selama satu semester dan menghasilkan dampak yang terukur.
- Mengikuti pelatihan atau sertifikasi profesional yang relevan dengan bidang S2, serta mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris sesuai persyaratan AAS dan universitas tujuan.
Profil seperti ini memberikan cerita dan bukti konkret tentang kemampuan, inisiatif, serta dampak yang kamu hasilkan, dibandingkan profil yang hanya berisi daftar seminar, webinar, dan kegiatan sukarela tanpa kontribusi yang jelas.
Kamu Bisa Menunjukkan di Bagian Ini
Pada pendaftaran S2 di Universitas Australia dengan beasiswa AAS, kegiatan non-akademik dapat kamu tuliskan di formulir aplikasi dan CV.
Catatan
Cantumkan nama kegiatan, periode pelaksanaan, peran, tanggung jawab, serta hasil atau dampak konkret yang kamu berikan.
Selain di CV dan formulir aplikasi, tonjolkan pengalaman tersebut dalam essay aplikasi beasiswa AAS. Ceritakan bagaimana pengalaman itu membentuk kemampuan leadership, problem solving, dan kolaborasimu. Kemudian, hubungkan pengalaman tersebut dengan alasan memilih program studi, prioritas pembangunan Indonesia yang relevan, serta rencana kontribusimu setelah menyelesaikan studi di Australia.
Baca juga: Cara Kandidat dengan Ijazah S1 Bisa Lolos S2 ke Amerika dengan Beasiswa Fulbright
Tips Tambahan
- Kamu bisa lihat, dengan memahami profil, yang awalnya terlihat kurang kompetitif bisa jadi terbuka opportunity yang berpeluang besar untuk lolos.
- Setelah itu, langkah selanjutnya adalah buat profil akademikmu semakin kompetitif dengan IELTS 6.5 – 7.0.
Kalau kamu mau dibantu menggali potensimu dan cocokan dengan apa yang dicari universitas dan beasiswa sekaligus dibantu persiapan IELTS untuk kuliah S2 Australia.
Langsung bilang ke Minscho baik di komentar atau di DM.


