Perhatikan Saat Menulis Essay Beasiswa Chevening

Perhatikan Saat Menulis Essay Beasiswa Chevening

Essay atau Motivation letter merupakan salah satu persyaratan dari Beasiswa Chevening. Motivation letter adalah hasil tulisan yang kamu buat sendiri dengan tujuan untuk mengetahui seberapa pantas kamu mendapatkan Beasiswa Chevening. Melalui motivation letter, reviewer bisa megetahui rencana masa depanmu untuk membangun bangsa berdasarkan apa yang akan kamu pelajari di perkuliahan. Oleh karena itu, yakinkan reviewer seyakin-yakinnya melalui 500-1000 kata dari motivation lettermu bahwa kamu memang benar-benar layak mendapatkan beasiswa ini. Berikut adalah hal-hal yang seharusnya kamu perkatikan dalam menulis motivation letter untuk mendaftar Beasiswa Chevening. Untuk info beasiswa lain, click disini.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Buat outline

Outline atau kerangka ide bisa membuatmu menulis dengan terstruktur. Sehingga setiap paragrafnya memiliki main idea serta supporting detail yang jelas. Kamu bisa membuat outline dengan menuliskan poin-poin penting yang ingin kamu jabarkan dalam motivation letter. Tentunya, mencakup tentang background pendidikanmu, karakter, petensi dan keterampilanmu, serta bagaimana beasiswa ini bisa menjadikanmu sebagai pemimpin masa depan untuk mengembangkan bangsa.

Kalimat pertama yang menarik

Sering mendengar istilah “jatuh cinta pada pandangan pertama”? Yup, buat reviewer jatuh cinta sama kamu melalui kalimat pertama motivation lettermu. Menarik, seperti apa sih kata menarik itu? Artinya tidak bisa, tidak standar, sesuatu yang lain dari kalimat-kalimat pembuka yang sering digunakan orang lain. Meskipun menarik, tapi tidak keluar dari tujuannya.

Baca juga: Beasiswa SEA untuk S1 Dalam Negeri

Gambarkan

Loh, menggambar? Bukan menggambar seperti mata pelajaran seni yah. Gambarkan yang dimaksud adalah jangan hanya menyebutkan, tapi gambarkan secara spesifik. Reviewer dari pihak Beasiswa Chevening tidak punya waktu untuk menerka-nerka maksudmu. Jadi, jika kamu menulis bahwa kamu memiliki potensi kepemimpinan, gambarkan bagaimana kamu bekerja dalam tim sebagai pemimpin dengan menghandle anggota-anggota timmu. Gambarkan bagaimana kamu mengambil keputusan setelah berdiskusi bersama anggota timmu.

Kalimat terakhir yang nendang

Ini nulis motivation letter atau main bola atau justru lagi main karate. Wah, jangan salah paham dulu, kalimat terakhir yang menendang maksudnya adalah kalimat yang bisa meyakinkan reviewer untuk meloloskan kamu. Seperti apa kalimat yang menendang itu? Kamu bisa menjelaskan efek-efek positif seperti apa yang bisa kamu berikan jika kamu mendapatkan Beasiswa Chevening.

Proofread

Hal ini tidak boleh kamu tinggalkan. Terdengar sepele, tapi sangat penting. Dengan memproofread tulisanmu, kamu akan menemukan kesalahan-kesalahan pengetikan ataupun spellingnya. Kamu juga harusnya meminta bantuan orang lain yang berpengalaman dalam menulis motivation letter untuk memproofread tulisanmu, tujuannya adalah memberikan penilaian mengenai motivation lettermu. Apakah grammarnya sudah benar, seberapa jelas poin-poin yang kamu maksud, bagaimana pemilihan katanya, sudahkah paragraf-paragrafmu sinkron satu sama lain, dan sesuaikah tulisanmu dengan persyaratan yang diberikan oleh Beasiswa Chevening.

Baca juga: Tips & Trik Mendapatkan Beasiswa Chevening

Leave a Reply

Your email address will not be published.