Hindari Saat Menulis Essay Beasiswa Chevening

Hindari Saat Menulis Essay Beasiswa Chevening

Salah satu persyaratan dari Beasiswa Chevening yang membutuhkan perhatian ekstra adalah essay atau motivation letter. Motivation letter adalah tulisan sekitar 500-1000 kata yang mencakup rencana masa depanmu yang berkaitan dengan studi S2 yang akan kamu tempuh. Dengan motivation lettermu, reviewer dapat menentukan pantas atau tidaknya kamu mendapatkan beasiswa ini. Jadi, pastikan essay atau motivation lettermu ditulis sebaik mungkin. Saat menulis essay Beasiswa Chevening, ada hal-hal yang kamu harus hindari. Berikut adalah hal-hal yang kamu harus hindari dalam menulis motivation letter Beasiswa Chevening. Untuk info beasiswa lain, click disini.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Mengada-ada untuk terlihat keren

Ini motivation letter loh, bukan naskah drama. Kamu tidak perlu membuat reviewer merasa seperti membaca novel pada motivation lettermu. Pastikan setiap poin yang kamu tulis benar-benar pengalaman pribadimu atau berdasarkan karaktermu. Kamu harus jujur, ini penting karena jika kamu menulis hal-hal yang di luar kemampuanmu, kamu akan kewalahan saat interview. Jadi, kamu harus bertanggung-jawab pada setiap kalimat yang kamu tulis.

Baca juga: Beasiswa Salzburg Global Forum for Young Cultural Innovators (YCI) di Austria

Mengulang-ulang

Tuliskan poin-poinmu secara jelas tanpa membuat banyak pengulangan. Reviewer akan bosan dengan motivation lettermu jika kamu menulis kalimat yang sama di awal tapi juga menggunakannya lagi di bagian akhir. Karena itu, pemilihan kata sangat dibutuhkan, kamu harus banyak membaca, harus banyak belajar, dan tentunya lebih banyak mencoba menulis.

Menulis dadakan

Menulis motivation letter membutuhkan waktu yang tidak sebentar? Loh, kok bisa? Memangnya harus nulis banyak? Tidak, tapi motivation letter yang berkualitas tidak datang dari proses singkat. Kamu harus menemukan poin-poin apa yang akan kamu tulis, menentukan kalimat-kalimat yang menarik, menjabarkan poin-poinmu secara singkat tapi spesifik, merevisinya, dan memproofread.

Baca juga: Perhatikan Saat Menulis Essay Beasiswa Chevening

Terlalu banyak menuliskan prestasi

Loh, bagus dong. Jika kamu menulis semua prestasimu mulai dari SD, SMP, SMA, sampai S1, wah itu akan jadi satu buku. Kamu hanya perlu menuliskan prestasi-prestasi yang benar-benar membanggakan atau prestasi-prestasi yang berkaitan dengan jurusanmu sekarang atau jurusan yang akan kamu ambil di perkuliahan S2. Pastikan prestasi yang kamu tulis berkesinambungan dengan rencana pekerjaan masa depanmu.

Bertele-tele

Kamu hanya memiliki 500-1000 kata, jika kamu bertele-tele dalam menjelaskan poin-poinmu, kamu akan kesulitan dengan batasan jumlah kata. Karenanya, motivation lettermu harus tetap singkat tapi jelas. Meskipun ditulis secara singkat, tapi motivation letter yang kamu gunakan untuk mendaftar Beasiswa Chevening harus tetap spesifik pada poin-poin yang kamu maksud.

Baca juga: Penjelasan Syarat Beasiswa Chevening

Leave a Reply

Your email address will not be published.