Penjelasan Syarat Khusus Beasiswa Australia Award Scholarship (AAS)
Australia Award Scholarship merupakan program beasiswa yang diselenggarakan oleh pemerintah Autralia untuk beberapa negara, termasuk Indonesia. Beasiswa ini rutin membuka peluang pendaftaran pada setiap tahunnya. Tahun ini AAS akan kembali membuka pendaftaran terhitung dari tanggal 1 februari hingga 30 April 2020. Banyak aspek yang perlu diperhatikan untuk mempersiapkan diri mendaftar beasiswa ini, terutama pada aspek persyaratan mendaftar. AAS memiliki dua kategori dalam persyaratan, yaitu persyaratan umum dan persyaratan khusus untuk peserta Indonesia. Namun, artikel kali ini akan berfokus pada persyaratan AAS yang dikhususkan untuk warga Indonesia. Untuk info persiapan beasiswa lain, silahkan klick disini.
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Program Prioritas
Indonesia dan Autralia sama-sama menaruh perhatian khusus pada 3 area, atau yang dalam program AAS disebut sebagai program prioritas. 3 program prioritas itu adalah, pertama, lembaga dan infrastruktur perkonomian yang efektif. Dengan mendalami program ini kandidat diharapkan dapat membantu memperkuat kemajuan ekonomi Indonesia. Contoh jurusan yang ada pada area ini, yaitu: peternakan, perdagangan, dan kehutanan.
Kedua, pembangunan sdm untuk masyarakat yang lebih maju dan sehat. Jurusan yang disediakan dalam program ini diharapkan dapat membantu Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada di Indonesia. Contoh jurusan yang dapat dipilih adalah ilmu kesehatan masyarakat, kesehatan ibu dan anak, serta pendidikan dan pelatihan.
Yang terakhir yaitu program masyarakat inklusif melalui pemerintah yang efektif. Jurusan ini terfokus pada area hukum dan diharapkan dapat memperbaiki sektor hukum dan keadilan di Indonesia. Daftar jurusan yang disediakan diantaranya: ilmu politik dan pemerintahan, administrasi publik, serta hukum lingkungan.
Namun, jika jurusan kamu tidak berada dalam program prioritas, kamu tidak perlu khawatir karena bukan berarti kamu tidak bisa mendaftar beasiswa AAS. kamu masih bisa mendaftar dan sangat besar peluang untuk mendapatkan beasiswa AAS ini.
Baca juga: Beasiswa VDMS untuk Mahasiswa D3 dan S1 Dalam Negeri
Level Pendidikan
Beasiswa AAS membuka pendaftaran untuk dua jenjang pendidikan, yaitu program S2 dan S3. Bagi kamu yang berminat mendaftar untuk jenjang S2, kamu harus telah dinyatakan lulus dan memiliki ijazah S1. Sedangkan kamu yang berminat mendaftar program S3 diharapkan telah lulus program S2 dan merupakan staff dari sebuah unversitas, institut pendidikan, institut penelitian, key policy makers, ataupun kandidat terpilih dari organisasi yang terkait dengan aktifitas DFAT (Departement Luar Negeri dan Perdangan Australia). Saat proses pendafataran kamu diharuskan menyertakan ijazah resmi sebagai bukti. Selain itu, kandidat penerima beasiswa AAS untuk program S3 diharapkan memiiliki surat rekomendasi dari Universitas Australia untuk jurusan yang akan dituju.
Baca juga: Beasiswa AMA untuk Kuliha S1 S2 di Korea Selatan
Syarta IPK
Program AAS menargetkan IPK yang terbilang cukup rendah jika dibandingkan dengan beasiswa-beasiswa lain. Sebagaian besar program beasiswa mengharuskan pendaftar untuk memiliki minimal IPK 3. Namun untuk AAS kamu cukup memiliki IPK 2.9, dan kamu sudah layak menjadi kandidat penerima beasiswa. Sedangkan untuk beberapa kandidat khusus dan kandidat Geograpic Focus Area cukup dengan IPK 2.75. Rasanya standar IPK ini akan cukup mudah untuk dicapai oleh kandidat Indonesia. Nantinya nilai IPK akan dibuktikan dengan trankrip resmi yang harus kamu kirimkan.
Baca juga: Evaluasi Toefl Listening
Sertifikat Bahasa
Beasiswa AAS menuntut kamu untuk memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang dibuktikan dengan sertifikat dari lembaga terpercaya. Setiap jenjang memiliki standar masing-masing untuk nilai dalam kemampuan berbahasa Inggris. Ada beberapa jenis tes yang dapat kamu pilih untuk mendaftar AAS, yaitu: TOEFL ITP, TOEFL IBT, IELTS, atau Pearson PTE. Untuk mendafatar beasiswa AAS, kamu tidak perlu melampirkan semua jenis tersebut. Kamu cukup memilih salah satu dengan ketentuan sebagai berikut:
TOEFL ITP (Institute Test Program/Paper-based test) terbilang jenis tes yang cukup jarang digunakan pada saat ini. Namun, pada persyaratan beasiswa AAS yang dikhususkan untuk Indonesia, sertifikat hasil tes TOEFL ITP masih diperhitungkan. Bagi kamu yang ingin melanjutkan jejang S2 minimal skor TOEFL ITP 525. Kandidat yang mendaftar untuk jejang S3 harus memiliki skor minimal 550. Sedangkan untuk kandidat khusus atau GFA minimal skornya adalah 500.
Tes kemampuan Bahasa yang diakui oleh beasiswa AAS selanjutnya adalah TOEFL IBT (Internet based test). Kamu perlu mendafatar kan diri melalui web ini untuk dapat mengikuti tes TOEFL ITB, dan biasanya kamu harus menunggu cukup lama sebelum akhirnya bisa mengikuti tes. Standar nilai TOEFL ITB untuk beasiswa AAS adalah 69 untuk pendaftar jenjang S2, 79 untuk jenjang S3, dan 59 untuk kandidat khusus atau kandidat GFA.
Baca juga: Beasiswa Bintang Fair & Lovely untuk Kuliah S1 bagi lulusan SMA sederajat
IELTS adalah tes kemampuan Bahasa selanjutnya yang dapat kamu ikuti sebelum mendaftar Beasiswa AAS. IETLS merupakan sistem tes yang paling populer dan biasa digunakan untuk syarat dalam melamar kerja maupun melanjutkan studi. Bahkan hampir seluruh program beasiswa menerima sertifikat IELTS sebagai syarat kemampuan Bahasa. Skor minimal tes IELTS yang diterima Beasiswa AAS adalah 5.5 di jenjang S2, 6.0 pada jenjang S3, dan 5.0 untuk kandidat khusus atau kandidat GFA.
Terakhir adalah tes kemampuan Bahasa Pearson PTE. PTE cukup umum diterima oleh beasiswa luar negeri. PTE juga diterima oleh beberapa negara besar seperti USA, Australia, UK, dan New Zealand. Minimal skor PTE yang harus kamu miliki agar memenuhi syarat AAS adalah 46 untuk jenjang S2, 54 untuk jenjang S3, dan 38 bagi kandidat khusus atau kandidat GFA. Namun, sepertinya mahasiswa Indonesia kurang familiar dengan PTE.
Baca juga: Beasiswa SMART untuk Kuliah D3 bagi lulusan SMA


