Cara Mendaftar dan Mendapatkan Beasiswa Djarum Plus

Cara Mendaftar dan Mendapatkan Beasiswa Djarum Plus

Beasiswa Djarum Plus merupakan program beasiswa yang berasal dari Djarum Foundation. Beasiswa ini sangat populer di kalangan para mahasiswa. Untuk mendaftar beasiswa ini, pendaftar harus duduk di semester 4 untuk jenjang S1 atau D4. Penerima Beasiswa Djarum Plus akan mendapatkan dana penunjang akademik sebesar 750.000 per bulan selama 1 tahun. Selain pembiayaan tersebut, Beasiswa Djarum Plus juga memfasilitasi para penerima beasiswa dengan berbagai pelatihan. Pelatihan yang diberikan berupa character building, national building, leadership development, dan berbagai kesempatan untuk seminar atau konferensi internasional. Namun, masih banyak yang bingung dengan cara daftarnya. Jadi, berikut adalah cara mendaftar dan mendapatkan Beasiswa Djarum Plus: Untuk persiapan beasiswa lain, click disini.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Memastikan Perguruan Tinggi Mitra

Hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan perguruan tinggi mitra Beasiswa Djarum Plus. Dengan memastikan kampus mitra Beasiswa Djarum Plus, kamu bisa mengetahui apakah kamu bisa mendaftar atau tidak. Tidak semua perguruan tinggi di Indonesia menjadi mitra Beasiswa Djarum Plus. Jadi sebelum memulai proses pendaftaran, sebaiknya cek dulu daftar kampus mitra Beasiswa Djarum Plus. Berikut adalah daftar kampus mitra Beasiswa Djarum Plus:

Baca juga: Beasiswa Djarum Plus Untuk Mahasiswa S1 dan D4 Dalam Negeri

  1. Universitas Pattimura Ambon
  2. Universitas Syiah Kuala Aceh
  3. Universitas Lampung
  4. Universitas Katolik Parahyangan Bandung
  5. Politeknik Negeri Bandung
  6. Institut Teknologi Harapan Bandung
  7. Universitas Padjajaran
  8. Universitas Pendidikan Indonesia
  9. UIN Sunan Gunung Djati
  10. Universitas Widyatama
  11. Universitas Islam Bandung
  12. Universitas Pasundan
  13. Universitas Jenderal Achmad Yani
  14. Universitas Kristen Maranatha
  15. Institut Teknologi Nasional
  16. Institut Teknologi Bandung
  17. Universitas Trunojoyo
  18. Universitas Lambung Mangkurat
  19. Politeknik Negeri Batam
  20. Universitas Bengkulu
  21. Institut Pertanian Bogor
  22. Universitas Swadaya Gunung Jati
  23. Universitas Udayana
  24. Universitas Warmadewa
  25. Universitas Negeri Gorontalo
  26. Universitas Paramadina
  27. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
  28. Universitas Prof. Dr. Moestopo
  29. Universitas Nasional
  30. UIN Syarif Hidayatullah
  31. Universitas Bina Nusantara
  32. Universitas Tarumanegara
  33. Universitas Jambi
  34. Universitas Cendrawasih
  35. Universitas Jember
  36. Universitas Muhammadiyah Jember
  37. Universitas Halu Oleo
  38. Universitas Muria Kudus
  39. IAIN Kudus
  40. Universitas Nusa Cendana
  41. Universitas Sulawesi Barat
  42. Universitas Negeri Makassar
  43. Universitas Muslim Indonesia
  44. Politeknik Negeri Malang
  45. Universitas Ma Chung
  46. STIE Kucecwara
  47. Universitas Islam Malang
  48. Universitas Brawijaya
  49. Universitas Muhammadiyah Malang
  50. Universitas Negeri Malang
  51. Universitas Merdeka
  52. Universitas Sam Ratulangi
  53. Universitas Negeri Papua
  54. Universitas Mataram
  55. Universitas Sumatera Utara
  56. Universitas Musamus Merauke
  57. Universitas Andalas
  58. Universitas Palangkaraya
  59. Universitas Sriwijaya
  60. Universitas Tadulako
  61. Universitas Bangka Belitung
  62. Universitas Riau
  63. Universitas Tanjungpura
  64. Universitas Jenderal Soedirman
  65. Universitas Kristen Satya Wacana
  66. Politeknik Negeri Samarinda
  67. Politeknik Negeri Semarang
  68. Universitas Katolik Soegijapranata
  69. Universitas Diponegoro
  70. Universitas Negeri Semarang
  71. UIN Walisongo
  72. Universitas Dian Nuswantoro
  73. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  74. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
  75. Universitas Surabaya
  76. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
  77. Institut Teknologi Sepuluh November
  78. Universitas Airlangga
  79. UIN Sunan Ampel
  80. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
  81. Universitas Negeri Sebelas Maret
  82. Universitas Borneo Tarakan
  83. Universitas Khairun
  84. Universitas Sanata Dharma
  85. Universitas Kristen Duta Wacana
  86. Institut Seni Indonesia Yogyakarta
  87. STIE YKPN
  88. Universitas Negeri Yogyakarta
  89. Universitas Atma Jaya Yogyakarta
  90. Universitas Gadjah Mada
  91. UIN Sunan Kalijaga
  92. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Baca juga: 8 Daftar Beasiswa S1 Universitas Gadjah Mada (UGM)

Mempersiapkan Dokumen-Dokumen Pendaftaran

Setelah memastikan kemitraan perguruan tinggi pendaftar dengan Beasiswa Djarum Plus, pendaftar harus mulai mempersiapkan dokumen-dokumen pendaftaran. Dokumen-dokumen pendaftaran Beasiswa Djarum Plus meliputi:

  1. Satu lembar foto memakai jas almamater ukuran 4 x 6 cm berwarna
  2. Fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa
  3. Transkrip nilai semester I sampai semester III yang telah dilegalisir oleh pihak kampus
  4. Salinan surat keterangan/sertifikat aktif berorganisasi
  5. Salinan sertifikat prestasi baik prestasi akademik maupun prestasi non-akademik
  6. Surat keterangan dari kampus yang menyatakan bahwa pendaftar tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain

Baca juga: Beasiswa Baktinusa Untuk Mahasiswa S1 Dalam Negeri

Mengisi Formulir Pendaftaran Online

Prosedur selanjutnya yang memerlukan perhatian ekstra dan kehati-hatian adalah pengisian formulir pendaftaran online. Pendaftaran online Beasiswa Djarum Plus dapat diakses mulai tanggal 16 Maret hingga 16 Mei 2020 di http://register.djarumbeasiswaplus.org/ dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Pendaftar harus membuat akun terlebih dahulu
  2. Setelah memiliki akun, pendaftar dapat login untuk pengisian formulir pendaftaran online
  3. Pada formulir pendaftaran online, pendaftar harus melengkapi data diri, informasi pendidikan, pengalaman organisasi
  4. Selain melengkapi data diri, pendaftar juga diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tersedia di formulir pendaftaran online.
  5. Setelah mengisi semua pertanyaan di formulir pendaftaran online, pendaftar harus memeriksa ulang setiap jawabannya. Hal ini bertujuan untuk menghindari berbagai kesalahan pengetikan.
  6. Langkah terakhir adalah menekan tombol submit

Baca juga: Beasiswa VDMS untuk Mahasiswa D3 dan S1 Dalam Negeri

Setelah mengisi formulir pendaftaran online, pendaftar harus mencetak PDF dari form pendaftaran onlinenya untuk dilampirkan pada dokumen-dokumen pendaftaran. Formulir pendaftaran online ini akan dikirimkan bersama dengan dokumen-dokumen pendaftaran lain dalam bentuk hard copy ke alamat yang ditentukan oleh Beasiswa Djarum Plus di setiap provinsi/kota.

Tes Tertulis

Setelah dinyatakan lolos tahap administrasi, pendaftar akan menerima undangan tes tertulis yang disampaikan melalui emai atau sms. Tes tertulis Beasiswa Djarum Plus terdiri dari dua bagian, yaitu Tes Potensi Akademik atau TPA dan Psikotes. Tes Potensi Akademik untuk Beasiswa Djarum Plus tidak memiliki perbedaan dengan Tes Potensi Akademik lainnya. Pada Tes Potensi Akademik, peserta tes akan menemukan berbagai materi-materi verbal, numerik, logika, bahasa, dan pengetahuan umum. Untuk mempersiapkan diri, para peserta tes sebaiknya memperbanyak simulasi TPA. Hal ini bertujuan untuk membiasakan diri mengerjakan soal dalam jumlah yang banyak dengan waktu yang terbatas. Sistem penilaian TPA tidak menerapkan sistem minus pada jawaban-jawaban yang salah. Oleh karena itu, peserta tes sebaiknya memastikan untuk menjawab semua pertanyaan yang ada. Dengan demikian, peluang untuk mendapatkan skor yang tinggi lebih besar dibandingkan dengan menyisakan beberapa pertanyaan yang dianggap susah.

Baca juga: Beasiswa Bintang Fair & Lovely untuk Kuliah S1 bagi lulusan SMA sederajat

Psikotes bertujuan untuk mengetahui karakter dan kepribadian pendaftar. Psikotes menjadi salah satu rujukan penting dalam penilaian para pendaftar Beasiswa Djarum. Hal ini disebabkan oleh hasil psikotes dapat menunjukkan dengan cukup akurat karakter dan kepribadian yang dimiliki pendaftar. Untuk psikotes, proses tes terbagi dua yaitu Wartegg Test dan tes menggambar. Pada dasarnya, keduanya adalah tes menggambar. Pada Wartegg test, peserta tes biasanya akan diberikan selembar kertas dengan 8 kolom. Kolom-kolom tersebut berisi titik, garis lurus, dan garis melengkung. Tugas peserta tes adalah melanjutkan titik atau garis tersebut menjadi gambar yang bermakna.

Sebelum tes tertulis dilangsungkan, para peserta tes sebaiknya sudah mempersiapkan sketsa-sketsa gambar. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjebak dalam kebingungan pada saat tes berlangsung. Tanpa persiapan, peserta tes cenderung menghabiskan waktu hanya untuk berfikir akan menggambar apa. Oleh karena itu, persiapkan diri sebaik dan sedini mungkin. Contoh Wartegg test cukup banyak di internet, namun peserta tes sebaiknya tidak meniru gambar-gambar tersebut. Peserta tes harus mampu menciptakan gambar yang kreatif. Sehingga, tim penilai psikotes dapat menentukan bahwa peserta tersebut adalah orang yang kreatif dan tidak memiliki kecenderungan untuk meniru atau menjiplak karya orang lain. Wah, bukankah hal tersebut adalah satu penilaian yang sangat baik.

Baca juga: Beasiswa SMART untuk Kuliah D3 bagi lulusan SMA

Tes selanjutnya adalah tes menggambar. Pada tes ini, peserta tes akan diberikan dua lembar kertas dengan dua instruksi yaitu menggambar pohon dan menggambar manusia. Pada gambar pohon, peserta tes sebaiknya menggambar pohon secara lengkap. Dalam dunia psikologi, pohon adalah lambang kehidupan manusia. Jadi, pastikan untuk menggambar secara lengkap, yaitu memiliki akar yang koko, batang yang besar, ranting yang bercabang-cabang, daun yang banyak, serta buah. Gambaran tersebut menunjukkan sisi kehidupan manusia.

Pada gambar kedua, yaitu gambar manusia. Peserta tes sebaiknya menggambar manusia secara lengkap, bukan gambar setengah badan. Artinya, gambar tersebut harus memiliki 2 kaki, 2 tangan, badan, dan kepala. Selain gambar yang lengkap, peserta tes juga sebaiknya melengkapinya dengan deskripsi. Deskripsi yang diberikan bisa berupa siapa yang ada dalam gambar, nama, umur, pekerjaan, serta apa yang sedang dilakukannya. Para peserta tes bisa menggambarkan dirinya sendiri di masa depan dengan pekerjaan atau cita-citanya. Selain itu, peserta tes juga dapat menggambarkan sosok-sosok inspiratif dalam hidupnya.

Baca juga: Beasiswa Karya Salemba Empat Untuk Mahasiswa S1 Dalam Negeri

Wawancara

Setelah dinyatakan lolos dalam tes tertulis, para peserta akan diminta untuk kembali hadir pada seleksi wawancara. Proses seleksi wawancara biasanya berlangsung sekitar 20-30 menit. Peserta tes akan diminta untuk menjelaskan data diri, pengalaman organisasi, serta latar belakang pendidikan. Salah satu poin penting yang harus disampaikan adalah seberapa layak kamu menerima beasiswa ini.

Setelah menjelaskan data diri, pewawancara biasanya akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan seputar pengalaman organisasi. Seperti apa organisasi peserta tes? Organisasi tersebut bergerak di bidang apa? Berapa lama peserta tes bergabung dalam organisasi tersebut? Apa jabatan peserta tes  dalam organisasi tersebut? Dan bagaimana kontribusi peserta tes terhadap organisasi tersebut? Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, peserta tes akan dinilai mengenai kemampuannya  bekerja sama dalam tim dan tanggung jawabnya.

Baca juga: Beasiswa XL Future Leaders untuk Mahasiswa S1 dan D4 di Dalam Negeri

Selain pengalaman organisasi, peserta tes juga diminta untuk menjelaskan rencana masa depannya. Sebagai bahan acuan, peserta tes bisa membuat daftar rencana masa depan beserta target tahun pelaksanannya. Sebagai contoh, “Saya manargetkan untuk lulus kuliah pada tahun 2022, selanjutnya saya menargetkan untuk lanjut S2 pada tahun berikutnya yaitu 2023. Saya menargetkan untuk mendapatkan pekerjaan pada tahun 2026, dan seterusnya.” Melalui penjelasan rinci seperti ini, pewawancara dapat mengetahui bahwa kamu memiliki rancangan masa depan yang tertata dengan baik. Nilai plus nih.

Pada saat wawancara, pesera tes biasanya akan diminta untuk menyampaikan kelebihan-kelebihannya. Hal ini bisa jadi bumerang tersendiri bagi peserta tes, jika menyampaikan terlalu berlebihan sementara kenyataannya tidak. Oleh karena itu, jangan terlalu berlebihan menyebutkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki, sampaikanlah sewajarnya dan memang sudah terbukti. Misalnya menyebutkan bahwa memiliki kelebihan dalam bidang olahraga yang dibuktikan dalam kejuaraan bulu tangkis tingkat provinsi. Sebaliknya, jangan sampaikan bahwa memiliki kelebihan dalam bidang seni sementara tidak ada prestasi, kegiatan-kegiatan, atau bukti yang mendukung pernyataanmu.

Selain menyampaikan kelebihan atau keunggulan, jangan ragu untuk menyampaikan kekurangan-kekuranganmu. Namun, sampaikan juga bagaimana kekurangan tersebut justru menjadi tantangan dan membuatmu semakin baik. Bagaimana menangani atau menemukan solusi terhadap kekuranganmu.

Baca juga: Beasiswa Dexa Award untuk Kuliah S2 Dalam Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published.