Pengalaman Mendapatkan Beasiswa Astra
Halo semuanya, perkenalkan nama saya Vincent Oktavian Kaulika. Saya adalah salah satu penerima dari beasiswa Astra batch 9. Beasiswa Astra biasanya disebut Astra1st. Astra1st adalah beasiswa pengembangan diri yang disediakan grup Astra yang memberikan pembinaan dan juga tunjangan finansial untuk penerimanya. Saya akan membagikan pengalaman saya mendapatkan beasiswa Astra. Jika kamu penasaran, yuk baca artikel ini sampai selesai. Untuk persiapan beasiswa lain, click disini.
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Pengisian Formulir Pendaftaran
Pengisian formulir pendaftaran merupakan langkah awal dalam pendaftaran. Pada bagian ini, kamu akan mendapatkan pertanyaan mengenai pengalaman dalam bentuk essay. Tips dari saya mungkin kamu bisa menghighlight bagian penting, jangan terlalu bertele-tele, serta menggunakan struktur STAR. Apa itu STAR? STAR atau (Situation, Task, Action, dan Result). Situation dapat diartikan sebagai suatu situasi yang terjadi pada waktu kamu mengerjakan sesuatu. Task dapat diartikan sebagai tugas yang diberikan serta seperti apa targetnya. Action dapat berupa apa yang kamu lakukan untuk mencapai target tersebut. Sedangkan, result adalah hasilnya. Pastikan kamu menjawab dengan menggunakan data yang valid/benar.
Baca juga: Pengalaman Menjadi Peserta Exchange Student ke Jepang
Psikotes
Pasti kamu sudah sering mendengar atau bahkan sudah pernah mengikuti psikotes. Psikotes dalam seleksi beasiswa Astra cukup mirip dengan seleksi UTBK/SBMPTN. Kamu bisa mempersiapkan diri dengan berlatih soal-soal psikotes dari internet. Tips dari saya adalah sebaiknya istirahat yang cukup, persiapkan alat tulis sesuai yang diminta, serta ikuti seluruh instruksi yang ada.
Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa DataPrint
Focus Group Discussion
Secara sederhana, pada tahap ini kamu akan diminta untuk mendiskusikan suatu tema. Kamu akan diberikan satu studi kasus, lalu dibagi dalam kelompok untuk menyelesaikan suatu masalah. Ada empat tips yang bisa kalian lakukan selama FGD, yaitu pertama, dengarkan dengan seksama baik itu teman sekelompok kamu ataupun instruksi yang diberikan. Biasanya orang gagal karena kurang mendengarkan dan memaksakan pendapatnya. Tidak selamanya kamu harus benar dalam diskusi, jika memang salah, akui dan jangan diperpanjang lagi, kamu bisa keliatan lebih buruk lagi.
Kedua, waktunya terbatas, jadi kamu harus sadar akan waktu. Kamu tidak perlu membaca ataupun menjelaskan semuanya. Yang terpenting adalah gambaran besarnya. Ketiga, jadi orang yang proaktif, misalnya ambil peranan. Kamu bisa berperan sebagai moderator atau lead yang bertugas untuk mengatur agenda dan mengambil kesimpulan. Kamu juga bisa berperan sebagai time-keeper untuk mengawasi waktu. Selain itu, ada juga note-taker yang tugasnya untuk membuat notulensi. FGD itu bukan soal kamu benar atau salah. Tetapi, lebih ake sistematika pemikiran, komunikasi yang efektif, dan kemampuan kerja sama kamu.
Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa YTB Turki
Wawancara
Wawancara adalah tahap terakhirnya dimana kamu akan diwawancarai oleh para pengurus Astra Grup. Pada tahap wawancara, kamu akan ditanya lebih lanjut mengenai pengalamanmu. Terdapat 5 tips yang bisa kamu coba, yaitu pertama, mengetahui siapa pewawancaranya. Kamu bisa riset dulu siapa pewawancaranya dan pelajari apa yang membuat mereka tertarik. Seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang.
Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa Mahaghora
Kedua, kenali perusahaannya, yaitu Astra. Baca-baca profil perusahaan Astra, lini bisnisnya, core values (nilai-nilai) perusahaan, serta kesamaan nilai-nilai tersebut dengan diri kamu. Ketiga, tepat waktu, kamu pasti sudah tahu kan kalau first impression itu penting. Jadi, jangan rusak first impressionmu dengan datang terlambat. Keempat, menjawab dengan terstruktur. Kamu sebaiknya menjawab secara terstruktur agar pewawancara paham dengan jawaban-jawabanmu.
Kelima, siapkan jawaban untuk pertanyaan seperti, “Ceritakan tentang diri Anda”, “Kenapa kami harus memilih Anda?”, “Apa yang membedakan Anda dari kandidat lainnya?”, “Mengapa kami harus menerima Anda?”, serta “Di CV, Anda menulis bahwa pernah menjadi ketua panitia di acara X, coba ceritakan pengalaman Anda”. Pertanyaan-pertanyaan ini hanyalah contoh, bisa saja berubah.
Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa Paragon


