Pengalaman Meraih Beasiswa LPDP Universitas Sydney Australia Part 1
Nama saya Fitriana Nugrahati. Fitria adalah sapaan hangat yang biasa keluarga dan teman-teman tujukan pada saya. Saya ingin sharing kisah dalam meraih beasiswa S2 di luar negeri. Setelah gagal seleksi administrasi beasiswa Monbukagakusho/MEXT, itu tidak menyurutkan niat saya sedikitpun untuk kuliah di luar negeri. Betapa besar kuasa Allah, saya diizinkan menerima kado terindah dipenghujung tahun 2018 dengan mendapatkan beasiswa Master of Urbanism (Heritage Conservation), School of Architecture, Design and Planning faculty, The Univeristy of Sydney di Australia. Beasiswa ini aku dapatkan dari LPDP LN. Ucapan syukur tak henti saya panjatkan. Inilah beasiswa yang saya inginkan. Untuk mendapatkan beasiswa ini, ada banyak hal yang harus dilakukan dan disiapkan secara matang.
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah Termurah
Ada 6 kebiasaan yang saya lakukan agar mendapat beasiswa. Pertama, meningkatkan kualitas diri (Upgrade self quality). Melamar beasiswa itu seperti melamar kerja. Jika tidak lulus dari satu perusahaan, bukan berarti diri kita tidak qualified, bisa jadi requirement yang kita miliki bukan yang di cari oleh perusahaan. Sama halnya dengan scholarship, masing-masing sponsor pasti memiliki visi, misi dan kualitas diri yang dicari dari applicants. Oleh karena itu ada peraturan tidak tertulis dari persyaratan beasiswa yaitu “Upgrade kualitas diri”, pantaskan diri kamu dengan spesifikasi dan state of mind yang di cari oleh para penyedia beasiswa. Semisal motto LPDP “Mempersiapkan putra-putri terbaik bangsa menjadi pemimpin masa depan Indonesia” kurang lebih mencerminkan apa yang akan dicari oleh sponsorship; pemuda Indonesia yang siap membangun pertiwi. Jadi ubah mindset “mau di sekolahin dari bangsa tapi ga siap buat kontribusi balik”. Sebisa mungkin tunjukkan best effort bagi bangsa, pantaskan diri dengan kegiatan yang memberikan sumbangsih positif bagi lingkungan. Volunteer kegiatan sosial, berprestasi di bidang unggulan masing-masing, bahkan hal simple seperti mendaur ulang sampah bisa menjadi kualitas baik yang ada dalam diri.
Baca Juga: Beasiswa Baktinusa: Beasiswa Untuk Mahasiswa S1
Hal kedua yang saya lakukan adalah “Break the Limit”. Artinya, saya harus berani keluar dari zona nyaman. Lebih selektif memilih kegiatan agar bermanfaat. Semisal habit yang dimiliki lebih senang nonton dari pada baca, sementara current issues di tv ulasannya kurang komperhensif ketimbang koran atau portal berita, berarti kita harus mau untuk berpetualang ke habit yang baru yaitu baca. Pengalaman saya terkait dengan hal ini adalah dengan menjadi admin grup peserta LPDP regional Padang, Sumatera Barat. Saya peserta dari Palembang, Sumatera Selatan, namun saya memilih untuk seleksi di Padang yang notabene saya tidak mengenal siapapun. Pada dasarnya saya seorang introvert namun saya memberanikan diri dan berusaha menjalin kontak dari 4 orang sehingga berkembang menjadi 1 grup yang berisikan 30 anggota, terdiri dari peserta beasiswa LPDP. Megenyampingkan kebiasaan saya menunggu berita menjadi pencari berita, dari pendengar menjadi pemandu. Apa hubunganya dengan keberhasilan beasiswa? Hubunganya, hal ini sangat membantu pada saat interview, saya menjadi lebih percaya diri dan berani bicara jelas tentang pendapat saya.
Ketiga adalah Join Community. Menyadari adanya akses informasi saat ini sangat lengkap dan beragam di berbagai media seperti Youtube, Twitter, Google, dan lainnya membuat saya terus mencari tahu informasi terkait beasiswa yang saya tuju. Informasi teraktual mengenai proses seleksi, contoh soal tes, kelompok diskusi dan komunitas, menjadi lahapan sehari-hari. For your information, LPDP memiliki grup khusus di telegram, yaitu LPDP LN dan LPDP DN.
Baca juga: Tips Lolos Beasiswa Fulbright
Keempat adalah “Think Out of the Box”. Personally, saya memikirkan cara agar interviewer mengingat dan tertarik dengan ide brilian yang saya tawarkan ketimbang peserta lain. Saya seorang arsitek, saya biasa menuangkan konsep dan gagasan melalui grafis, chart dan editorial ketimbang kata-kata. Akhirnya saya berinisiatif membuat booklet ide sebagai point of view serta alat bantu saya menjelaskan secara grafis apa yang menjadi visi,misi dan kualitas terbaik saya yang bisa saya kontribusikan bagi bangsa. Namun hal ini tidak serta merta cocok untuk semua peserta, akan sangat aneh kalau jurusan yang anda tuju Hukum internasional tapi anda membawa booklet grafis sebagai alat bantu. Bring your own originality to the table.
Hal kelima yang sering saya lakukan yaitu optimis dan berfikir positif. Scholarship hunter harus memiliki dua hal itu dan melakukannya dalam segala kondisi. Pun jika keadaannya buruk, maka harus tetap optimis dan berfikir positif. Jika rencana A gagal, segeralah bangkit dan laksanakan rencana B sampai Z untuk mengcover. Optimism is not an option, It is obligation that God give to His creature. Hal terakhir yaitu berdo’a dan tawakal. Apapun usaha yang telah dilakukan, semua kita serahkan pada Allah SWT. Selama saya mengikuti seleksi beasiswa LPDP saya mengerti kenapa kita harus terus berdoa dan tawakkal. It’s to keep your sanity in health level. Karena sekeras apapun sebaik apapun persiapan dan usaha kita, berpasrahlah kepada-Nya karena Dia Maha Tahu apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya.
Baca juga: Daftar Beasiswa ke Eropa yang Jarang Diketahui Orang
Tentu saja setiap rencana untuk meraih keberhasilan akan disertai tantangan. Seteliti-teliti nya mempersiapkan berkas ternyata masih saja ada berkas yang tertinggal. Dalam kasus saya adalah surat usulan mengikuti seleksi beasiswa yang harus di lampirkan oleh bagian kepegawaian setingkat eselon II dari dinas tempat saya bekerja, untuk diketahui untuk pemerintah daerah tingkat kabupaten, birokrasi kepegawaian dilimpahkan pada satu badan khusus, yaitu Badan Kepegawaian Daerah, sehingga pembuatan 1 surat rekomendasi bisa melibatkan 2 dinas sekaligus dan memakan waktu hampir 3-5 hari. Oleh karena itu manajemen waktu yang baik bisa menjadi penolong di saat-saat seperti ini, dengan sparetime yang saya sisihkan jauh sebelum deadline, saya dapat melengkapi kekurangan berkas dan mensubmit H-2 dari penutupan pendaftaran beasiswa LPDP.
Baca juga: Beasiswa Program Volunteer VICE-VIET di Vietnam


