Beasiswa Penuh S2 SISGP (Swedish Institute Scholarship for Global Professionals) ke Swedia sedang dibuka deadline 15 Januari 2026
Motivation Letter dan CV jadi syarat
Ini tipsnya dari penerima beasiswanya langsung
Kalau kamu punya impian kuliah S2 di Eropa tanpa keluar biaya sepeserpun, Sweden bisa jadi destinasi yang tepat banget.
Beasiswa Penuh S2 SISGP (Swedish Institute Scholarship for Global Professionals) sekarang sedang dibuka sampai 15 Januari 2026!
Tapi ingat, dua hal yang paling menentukan lolos atau tidaknya adalah Motivation Letter dan CV karena di sinilah banyak pelamar gugur.
Supaya kamu nggak salah langkah, ini dia tips langsung dari penerima beasiswanya yang sudah berhasil menembus kompetisi ketat SISGP!
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5
Tips Menulis Motivation Letter
- Kenali dirimu sendiri karena motivation letter harus bersifat personal
Kamu sedang menulis motivation letter yang bersi informasi tentang dirimu sendiri jadi motivation letter mu harus unik dan menceritakan kisahmu sendiri. Perkenalkan diri mu dengan sebaik mungkin. Kamu bisa menyoroti pengalaman penting dalam pendidikan maupun pekerjaanmu, termasuk volunteer dan organisasi.
- Riset jurusan atau universitas yang kamu tuju
Sebelum kamu menulis motivation letter, kamu harus meluangkan waktu terlebih dahulu untuk melakukan riset tentang universitas dan program studi yang ingin kamu daftar. Kamu bisa mencari tahu sedetail mungkin karena informasi tersebut akan sangat membantu saat kamu mulai menyusun motivation letter mu. Semakin spesifik dan rinci motivation letter maka akan semakin baik karena ini menunjukkan bahwa kamu benar-benar serius dan sudah melakukan riset dengan baik.
- Jelaskan alasanmu melamar dan harapanmu
Setelah kamu melakukan riset tentang jurusan atau universitas yang kamu tuju, pada bagian ini kamu bisa menjabarkan alasanmu mengapa kamu memilih universitas dan program di universitas tersebut. Selain itu, Tulislah apa yang ingin kamu capai, sekaligus apa yang kamu harapkan dari universitas dan program studi tersebut.
- Jawab pertanyaan penting
Pastikan kamu sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan penting ini dalam motivation letter:
- Siapa kamu dan untuk apa kamu melamar?
- Bagaimana kamu mengetahui universitas/program tersebut?
- Mengapa kamu ingin belajar di universitas atau program itu?
- Apa yang membuatmu menjadi kandidat terbaik untuk diterima?
- Singkatnya, pendidikan, pengalaman hidup, pengalaman kerja, dan kualitas pribadi apa yang mempersiapkanmu untuk kuliah di universitas atau program tersebut?
- Bicarakan tentang masa depanmu
Akhiri motivation letter mu dengan membahas rencana masa depanmu. Bagian ini bisa membantu penyeleksi memahami tujuan jangka panjangmu dan bagaimana program studi yang kamu ambil berperan dalam mencapai visi tersebut.
- Buat drafnya
Tahap ini sangat penting dalam proses menulis motivation letter mu. Jangan membuat motivation letter secara dadakan supaya alur motivation letter mu mengalir dan terstruktur dengan baik dan tidak terkesan terburu-buru.
- Gunakan bahasa yang sederhana dan ringkas
Dalam menyusun motivation letter, kamu tidak perlu menggunakan kata-kata yang terlalu rumit. Kamu bisa memilih gaya bahasa yang sederhana, jelas, dan langsung pada intinya supaya tidak bertele-tele. Pastikan juga struktur dan paragrafnya jelas, agar isi motivation letter mu mudah dipahami.
- Periksa dan rapikan
Pastikan motivation letter mu tidak lebih dari satu halaman, menggunakan font dan ukuran huruf sesuai dengan ketentuan beasiswa, serta bebas kesalahan ejaan dan tata bahasa. Kamu bisa melakukan proofread esai beasiswa di Scholars supaya bisa mendapatkan insight positif dari expert tutor scholars dan bisa dibantu untuk koreksi ejaan juga.
Lima Tips Menulis CV Beasiswa
- Mulailah dengan informasi pribadi
Tuliskan nama lengkap mu, nomor yang bisa dihubungi, alamat email, dan profil LinkedIn (jika kamu punya). Bagian ini harus menjadi hal pertama yang terlihat oleh seseorang yang akan membaca CV-mu.
- Buat bagian-bagian yang jelas dengan paragraf
Susun CV-mu menjadi beberapa bagian agar mudah dibaca.
Contoh urutannya bisa seperti ini:
- Informasi Pribadi
- Pendidikan
- Prestasi
- Pengalaman Kepemimpinan
- Pengalaman Kerja
- Pengalaman Relawan
- Keterampilan
- Jual kemampuan dirimu
Dalam menulis CV, kamu harus bisa menjual dirimu tapi jangan berlebihan. Tetap jujur dan realistis.
- Jadilah kreatif
Kamu bisa menggunakan contoh CV kreatif yang informatif namun tetap menyenangkan dibaca. Supaya desainnya lebih menunjukkan kamu banget, kamu bisa menambahkan sedikit warna, ikon, atau elemen visual seperti infografis, grafik, dan diagram untuk menonjolkan informasi penting.
- Buat CV singkat, sederhana, dan rapi
- Gunakan bahasa yang ringkas dan to the point karena Idealnya CV tidak lebih dari dua halaman.
- Susun isi CV-mu agar pembaca bisa dengan mudah melihat pencapaian dan keunggulan utama kamu. Pastikan tampilannya bersih, konsisten, dan enak dilihat.
Banyak penerima Beasiswa Penuh S2 SISGP ke Swedia ternyata menyiapkan diri berbulan-bulan sebelumnya karena harus menyiapkan motivation letter dan CV yang menjual dan menunjukkan karakter pribadi.
Nah, supaya kamu bisa membuat motivation letter dan CV yang menjual dan menunjukkan karakter pribadi mu. Kamu bisa join bimbingan beasiswa di Scholars Corner, selain dibimbing dalam menyiapkan berkas beasiswa, kamu juga bisa dapet tips and trik membuat motivation letter dan CV yang menjual dan menunjukkan karakter pribadi mu.
Yuk simak bocoran strategi menulis Motivation Letter & CV Beasiswa SISGP langsung dari awardeenya
DM “Beasiswa SISGP” to keep the slot


