Tips dan Trick Menulis Karya Tulis Ilmiah

Tips dan Trick Menulis Karya Tulis Ilmiah

Karya Tulis Ilmiah atau yang biasanya disingkat dengan KTI adalah gagasan atau ide yang dijadikan dalam bentuk tulisan berdasarkan hasil penelitian atau kajian dalam memecahkan permasalahan yang memenuhi kaidah keilmuan. KTI biasanya disebut dengan academic writing karena biasanya ditulis oleh kalangan dosen dan mahasiswa. Nah, bagi kamu yang ingin menulis KTI atau memiliki project lomba, kamu sebaiknya membaca dulu tips dan trick menulis KTI berikut ini: Untuk info edu lain, click disini.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Topik KTI

Sebelum menulis KTI, tentunya penulis harus mengetahui dulu seperti apa topik yang akan ditulis. Nah, sebaiknya dalam memilih topik, kamu memilihnya berdasarkan hal-hal yang kamu sukai. Dengan melakukan hal yang disukai, tentunya akan membuahkan hasil yang maksimal. Kamu yang lebih concern dalam ranah pendidikan maka ambil topik tersebut. Jangan mengambil topik tentang teknologi atau teknik yang tidak kamu ketahui. Karena nantinya, kamu tidak hanya diminta menjelaskan melalui tulisan namun juga ketika presentasi dewan juri.

Baca juga: Pengalaman Mengikuti MikroTik Certified Network Associate (MTCNA)

Memilih Judul yang Menarik

Judul memiliki pengaruh besar dalam menarik perhatian pembaca. Semakin menarik judulnya, tentunya akan semakin banyak orang yang tertarik untuk membacanya. Jadi, kamu sebaiknya mengusahakan untuk membuat judul yang semenarik mungkin. Kamu boleh menggunakan Bahasa Inggris untuk singkatan atau Bahasa Daerah yang nantinya akan diberikan penjelasan di dalam KTI.

Baca juga: Pengalaman Mengikuti Seleksi Mahasiswa Berprestasi

Memperbanyak Membaca Referensi

Semakin banyak membaca jurnal, artikel, teori yang berkaitan dengan topik KTI, maka akan semakin luas wawasan yang kamu miliki. Hal ini tentunya akan berdampak positif bagimu dalam mengeksplore hal-hal yang akan kamu tulis. Jadi, jangan ragu untuk memperbanyak membaca.

Baca juga: Cara Mendaftar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK)

Penulisan KTI yang Sesuai PUEBI

Dalam menulis, tentunya kamu harus menggunakan bahasa baku sehingga mudah dipahami semua kalangan. Selain bahasa baku, tentunya kamu harus memperhatikan standar PUEBI dalam penulisan KTI. Karena ketepatan pemilihan kata serta penggunaan tanda baca akan menjadi penilaian tersendiri terhadap KTI yang kamu tuliskan. Bagi kamu yang menggunakan Bahasa Daerah di dalam KTI mu, sebaiknya kamu melampirkan penjelasan maknanya.

Baca juga: Pengalaman Mengikuti Model United Nation (MUN) PBB

Mengikuti Pedoman Penulisan KTI

Setiap lomba kepenulisan KTI tentunya memiliki standar penilaian yang berbeda-beda. Untuk itu, kamu harus mengetahui seperti apa pedoman penulisan KTI di lomba yang kamu ikuti. Dengan demikian, kamu bisa menyesuaikan tulisanmu berdasarkan pedoman yang telah ditetapkan. Di setiap lomba pasti terdapat panduan penulisan KTI yang pembahasannya lengkap mulai dari, font, ukuran font, susunan penulis KTI, pembahasan, kesimpulan, serta bagaimana penulisan lampiran-lampirannya. Jadi, pastikan kamu menyesuaikannya. Jangan sampai membuat aturan sendiri.

Baca juga: Mindset yang Harus Dimiliki untuk Menjadi Mahasiwa Berprestasi

Memilih Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan salah satu bagian penting dalam proses meneliti. Terdapat tiga jenis metode penelitian yang biasanya digunakan dalam penulisan KTI yaitu Qualitative, Qualitative, dan Mix Method Quantitative-Qualitative. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa mencari perbedaan ketiga metode ini melalui internet ataupun melalui buku-buku khusus tentang pedoman penelitian.

Baca juga: Tips Lolos UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer)

Program yang On-Going atau Sedang Terlaksana

Saat menuliskan program-program di KTI mu, sebaiknya kamu tidak hanya menuliskan sebuah wacana. Namun, usahakanlah menulis program-program yang sudah atau sedang terlaksana. Jika programnya belum terlaksana setidaknya berikanlah gambaran yang detail bagaimana program tersebut akan kamu laksanakan nantinya. Tujuannya adalah untuk memperkuat gagasan yang dituliskan.

Baca juga: Informasi dan Jadwal Jalur Mandiri Program Sarjana Universitas Padjajaran (UNPAD) 2020

Melampirkan Bukti Program

Bukti dari program yang kamu tuliskan di KTI bisa kamu berikan baik berupa foto ataupun data hasil penelitian. Hal ini akan memperkuat program kita kepada dewan juri. Dengan adanya bukti program, dewan juri akan yakin bahwa program tersebut benar-benar terlaksana dan juga memberikan dampak positif di masyarakat. Selain itu, berikan juga penjelasan atau deskripsi singkat pada KTI dan ketika presentasi.

Baca juga: Informasi dan Jadwal Seleksi Kemitraan dan Mandiri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (SKM ITS) 2020

Karya Sendiri Bukan Plagiat

Plagiat akan selalu menjadi alasan pendiskualifikasian suatu karya ketika diikutkan dalam lomba. Jadi, jangan sampai kamu melakukan plagiat terhadap hasil karya orang. Kamu bisa menggunakannya sebagai referensi, tapi tetap olah atau praphrase hasil tulisan orang lain. Jika kamu mampu menuliskan ide dan karya  yang murni dari hasil pemikiran sendiri, tentunya akan memberikan penilaian plus.

Baca juga: Informasi dan Jadwal Ujian Mandiri Universitas Diponegoro (UNDIP) 2020

Berkonsultasi Kepada Dosen Pembimbing

Meminta bantuan dari dosen yang ahli di bidang KTI tentunya akan semakin membantumu dalam menghasilkan KTI yang berkualitas. Karena itu, pilihlah dosen pembimbing yang benar-benar kompeten di bidang KTI serta di bidang keilmuan yang menjadi topik penelitianmu. Tentunya tidak akan tepat jika kamu mengkonsultasikan topik tentang kesehatan ke dosen IT.

Baca juga: Pengalaman Mengikuti Kompetisi Nasional dan Internasional

Leave a Reply

Your email address will not be published.