Pengalaman Mengikuti Kompetisi Nasional dan Internasional

Pengalaman Mengikuti Kompetisi Nasional dan Internasional

Halo semuanya. Perkenalkan, namaku Haris Hendrik. Aku ingin bercerita tentang pengalamanku mengikuti kompetisi baik di taraf nasional maupun internasional. Motivasi aku ikut kompetisi karena aku suka banget tantangan. Jadi dengan kompetisi aku bisa menambah relasi, networking, juga evaluasi diri apakah aku sudah baik atau tidak. Untuk info edu lain, click disini.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Pemuda dan mahasiswa adalah dua komponen yang tak terpisahkan. Pemuda adalah generasi produktif yang memiliki ketangguhan yang luar biasa sehingga mampu diproyeksikan untuk persiapan menghadapi percaturan global. Pada umumnya generasi muda memiliki kewajiban untuk menyelesaikan studinya di bangku kuliah mengingat pendidikan adalah mutlak harus dipenuhi.

Baca juga: Pengalaman Lolos Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI)

Disisi lain, pemuda sekaligus sebagai mahasiswa diharapkan mampu menjadi “agent of change”. Pemuda dituntut untuk melakukan hal-hal yang mampu bermanfaat bagi lingkungannya. Sebagai bentuk persiapan pemuda dianjurkan untuk mengikuti event-event kepemudaan. Menurut perspektif aku pribadi gak harus terpaku pada kompetisi atau event Internasional. Awalnya aku mencoba membuat circle yang lebih berjenjang mulai dari Kabupaten hingga nasional.

Hal-hal yang harus kamu perhatikan dalam berkompetisi adalah memahami kompetisi yang diikuti. Apakah kompetisi tersebut adalah passion kamu atau bukan. Ketika kompetisi yang diikuti sesuai dengan passionmu, tentu kamu akan merasa senang mengikuti kompetisi. Berlatih terus-menerus serta memetakan persaingan lawan. Namun, hal yang harus dihindari adalah bersifat insecure.

Baca juga: 10 Jurusan Kuliah IPS dengan Peluang Kerja yang Besar di Masa Depan

Pentingnya Mengikuti Kompetisi/Event

Pertama, Ajang Apresiasi Diri. Terlibat langsung dalam event-event kepemudaan merupakan suatu prestasi. Terlebih jika event tersebut harus melewati serangkaian tahapan seleksi yang mempunyai 1001 persyaratan untuk bisa mendaftar. Tidak semua orang berhasil menyanggupi persyaratan diperlukan. Tak semua orang bisa melakukan itu. Bayangkan dari 10.000 pendaftar hanya 200 orang yang diterima dan kamu termasuk salah satunya. Bisa dipastikan perasaan kamu akan senang bukan main. Kamu bisa melakukan hal yang orang lain tidak bisa lakukan.

Oleh karena itu, memberikan reward atau penghargaan kepada diri adalah salah satu hal wajib untuk dilakukan. Reward seperti ini akan memacu diri agar mampu menghasilkan pencapaian yang lebih spektakuler lagi dan memberikan kemampuan untuk terus mencoba hal-hal yang lebih sulit dan menantang. Jangan lupa sampaikan pada dirimu “Kamu hebat, Kamu Luar Biasa dan Kamu Pasti Mampu berbuat Lebih!”, Teruslah berkarya dan ukir prestasi selagi masih muda. Berbagi sedikit pengalaman, aku pernah mengikuti sebuah program Internasional di Sydney, Australia, dan itu melalui proses seleksi yang panjang, dari 3500 pendaftar dipilih 5 orang dan dibiayai secara full. Nah, dari situ aku merasa dengan kelolosan aku di event tersebut benar-benar menjadi turning point of my self.

Baca juga: 10 Jurusan Kuliah IPA dengan Peluang Kerja yang Besar di Masa Depan

Kedua, Berkompetisi. Anak sekolah biasanya jika ingin naik kelas atau lulus kuliah harus melewati ujian terlebih dahulu. Maka jika ingin menguji kemampuan maka ikutlah kompetisi. Jika kamu berhasil maka kamu akan mendapatkan hadiah atas tingkat kemajuan yang berhasil kamu lalui. Kompetisi juga akan mengajarkan banyak hal seperti sikap sportif dan tanggung jawab.

Ketiga, Membangun Social Networking. Dalam suatu event apalagi dalam event-event nasional maupun internasional akan berkumpul generasi muda yang tersebar di 35 provinsi di Indonesia bahkan tidak menutup kemungkinan ada yang berasal dari negara-negara di seluruh dunia. Disinilah mereka dipertemukan. Bertemu tak hanya sekedar bertemu fisik saja. Namun, juga bertemu visi bertemu misi hingga melahirkan suatu spirit baru untuk terus berbagi, berprestasi dan menginspirasi yang tak lain tujuannya adalah untuk kesejahteraan orang banyak. Maka momen ini adalah momen yang pas. Karena networking yang luas akan sangat membantu dalam merealisasikan proyek-proyek yang akan kita laksanakan ke depannya seperti proyek sosial. Perlu juga untuk kita ketahui bahwa semakin luas jaringanmu maka pergerakan kamu akan semakin luas dan kamu akan lebih mampu mengeksplor tanah air.

Baca juga: WOW! Satu-Satunya Universitas dari Indonesia dengan Jurusan Akuntansi Terbaik di Dunia

Keempat, Mewakili Daerah Asal. Suatu prestasi hebat jika menjadi city representatif dari daerah kita. Tentunya akan memberikan rasa bangga atas diri kita sendiri. Menjadi duta atas daerah kita, menyampaikan kepada Indonesia dan dunia potensi daerah kita. Sehingga menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk mengunjunginya. Salah satu pengalamanku, saat mengikuti seleksi Empowering Youth Across ASEAN Programme di Bangkok, Thailand dan Pnim Penh, Cambodia dibiayai full sama ASEAN Foundation dan mendapatkan hibah dana project sosial 20,000 USD atau setara 500 juta Rupiah, untuk membuat sosial project bareng 10 pemuda ASEAN. Saat itu, aku jadi wakil Indonesia dan senang banget rasanya bisa bawa Indonesia ke panggung internasional.

Kelima, Memperkaya Pengalaman. Jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Akan banyak pengalaman yang akan kita dapatkan selama mengikuti suatu event. Kamu akan banyak memperoleh pengalaman dan pelajaran berharga. Kemandirian akan terlatih karena terbiasa melakukan perjalanan sendiri dari dan menuju lokasi event dan kembali ke daerah asal. Selain itu, terdapat seni berkomunikasi dengan orang-orang yang berasal dari beda pulau. Ini adalah salah satu pengalaman unik karena masing-masing pulau memiliki logat yang berbeda sehingga terkadang kesulitan untuk saling memahami.

Baca juga: Wow! Universitas ini Satu-satunya dari Indonesia yang Masuk Jurusan Hukum Terbaik di Dunia

Tips dan Trik Mempersiapkan Diri Mengikuti Kompetisi/Event

Pertama, Bangun branding diri kamu di media sosial dengan baik. It’s all about Personal Branding. Aku benar-benar merasakan cara membangun Personal Branding di media sosial, Allhamdulillah itu mengantarkan aku ke-10 negara didunia secara gratis. Kedua, Latih Bahasa Inggris, karena penting banget buat bisa Bahasa Inggris teman-teman. Mulai dari sekarang. Set your environment and put yourself into environment where everyone could speak English. Set your partner. Ketiga, Perbaiki essay dan Motivation Letter kamu dengan baik, kenapa sih kamu butuh program ini? Apasih pengalaman kamu? Bagaimana track recordmu? Pastikan bahwa program yang kamu ikuti sesuai dengan track record kamu.

Baca juga: WOW! Universitas di Indonesia Masuk Universitas dengan Jurusan Ilmu Komputer dan Teknik Informatika Terbaik di Dunia

Membangun Kepercayaan Diri

Cara membangun kepercayaan diri yang baik dalam berkompetisi adalah dengan mengevaluasi diri atas kekurangan diri dan mencintai kekurangan tersebut untuk dipelajari dan dievaluasi menjadi lebih baik lagi. Dengan adanya kekurangan tersebut, kamu bisa belajar memperbaiki diri. Hal yang seringkali membuat tidak percaya diri adalah keraguan bahwasanya orang lebih baik dari kita. Tidak apa jika kita punya pemahaman seperti itu, tapi yang harus diperhatikan adalah bagaimana caranya mempercayai bahwa kita berkompetisi tidak untuk mendapatkan title saja. Namun, bagaimana mendapatkan pelajaran.

Baca juga: 10 Jurusan yang Paling Dicari Perusahaan

Membangun Personal Branding

Kamu harus paham bahwa kamu kuat dan hebat. Kekuatan dan kehebatanmu bisa kamu bangun melalui media sosial. Membangun media sosial seperti membangun personal branding. Kamu harus tau apa kelebihan kamu. Apa hal yang bisa kamu tunjukan di depan orang banyak. Bedakan antara personal branding dengan pencitraan. Tujuan pencitraan bukan untuk menginsprirasi atau memotivasi orang lain, tapi personal branding memiliki value. Setiap postingan yang kamu share ke media sosial memiliki value. Jadi ketika orang lain yang membaca, mereka bisa memahami apa yang kamu share. Misalnya personal branding aku biasanya tentang debat ataupun pengabdian masyarakat.

Baca juga: 5 Jurusan dengan Peluang Kerja 100%

Menjadi Millenial Berprestasi

Pada dasarnya, menjadi millennial berprestasi adalah menjadi millenial yang kreatif, aktif, dan inovatif di era modern. Caranya adalah menjadi adaptif. Karena dunia ini pasti berubah. Ada yang namanya critical thinking tools. Kamu bisa belajar critical thinking tools untuk bisa beradaptasi dengan segala perubahan yang terjadi di masyarakat saat ini. Untuk bisa menumbuhkan inovatif itu bagaimana kita melihat suatu permasalahan menjadi sebuah perspektif untuk menentukan solusi. Sementara untuk menjadi aktif, misalnya dalam berorganisasi, aktif dalam berbagai hal yang bisa menambah softskill.

Baca juga: WOW! Universitas di Indonesia Termasuk Kampus dengan Jurusan Kedokteran Terbaik di Dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published.