Pengalaman Mengikuti Proses Penyeleksian OSC dari Awardee

Pengalaman Mengikuti Proses Penyeleksian OSC dari Awardee

Hallo, pejuang beasiswa! Di artikel kali ini, Scholars ingin membagikan info seputar OSC atau Online Scholarship Competition. OSC merupakan beasiswa dari Medcom.id dengan sistem yang hampir serupa dengan ujian bersama masuk perguruan tinggi. Hal yang membuat OSC berbeda adalah universitas mitra yang merupakan universitas swasta. Tapi tidak perlu khawatir, universitas yang berkerja sama dengan OSC adalah PTS terkemuka yang kualitasnya tidak kalah dari PTN, lo. Nah, beasiswa OSC membuka pendaftaran setiap tahunnya, dan selalu di banjiri dengan peminat. Pada tahun-tahun sebelumnya, program yang ditawarkan adalah program kuliah jenjang S1. Menariknya, OSC tahun ini tidak hanya menggaet program jenjang S1, tapi juga program S2.

Sayangnya OSC telah menutup pendaftaran. Bahkan, tanggal 7 lalu OSC telah melangsungkan tes online yang pertama. Tapi jangan khawatir, seperti yang disebutkan tadi, OSC dibuka setiap tahun. Sehingga, jika kamu masih memenuhi persyaratan, kamu bisa kembali mendaftar. Nah, bagi kamu yang sudah mengikuti tes online dan lolos, artikel kali ini diharapkan dapat memberikan informasi baru terkait proses penyeleksian selanjutnya. Oh iya, aku Evihana Aisyah Banafsa. Berikut pengalamanku mengikuti proses penyeleksian OSC. Untuk info persiapan beasiswa lain, silahkan click disini.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Melakukan Persiapan

OSC memiliki beribu peminat yang pastinya membuat persaingan semakin ketat. Sebab itu, persiapan harus kamu lakukan dengan baik untuk mendapat peluang yang lebih besar dari pendaftar yang lain. Lantas, apa saja yang perlu dipersiapkan? Pertama, kamu sebaiknya mempersiapkan segala keperluan pendaftaran dengan baik, terutama sertifikat. Sertifikat nantinya akan memberikan nilai tambah saat penilaian berkas. Aku dulu mengumpulkan 10 sertifikat dari organisasi dan kegiatan volunteer yang aku ikuti.

Baca juga: Mempersiapkan diri Mendaftar Kuliah di UK

Tes Online

Tahap pertama ada tes online. Tes online ini memiliki 5 materi dan memiliki soal yang berbeda di setiap universitasnya. Di persiapan tes online, tentu saja, kamu harus belajar. Sebelum tes, aku juga belajar terkait materi-materi UN. Tapi, tidak hanya itu, ya. Tes online OSC juga mencakup pengetahuan umum dan berita ter-update. Jadi usahakan untuk selalu mengetahui berita terkini. Kebetulan aku cukup sering mengikuti berita terkini, sehingga aku bisa menjawab soal-soal yang diberikan.

Baca juga: Tips Cara menulis CV yang baik

Seleksi Berkas atau Administrasi

Begitu dinyatakan lolos tes online, pihak OSC memberikan waktu untuk mengunggah berkas-berkas yang diperlukan. Berkas tersebut, diantaranya surat dari kepala sekolah, salinan rapor, dan sertifikat. Hal yang paling diperhatikan pada tahap ini adalah nilai rapor dan sertifikat. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, sertifikat menjadi nilai plus kamu. Melalui sertifikat, OSC dapat mencari kandidat yang tidak hanya berprestasi namun juga aktif berorganisasi.

Baca juga: Tips Menghadapi Wawancara Beasiswa

Mengikuti Final Test

Kandidat yang lolos akan diundang untuk mengikuti final test, nih. Dulu, aku harus ke Jakarta untuk tes Final yang diikuti oleh kandidat lainnya. Tes biasanya diadakan pada pagi hari. Kemudian malamnya, seluruh kandidat akan diundang untuk menghadiri acara awarding night, dimana pemenang beasiswa OSC diumumkan. Di tahun ini mungkin akan lebih mudah. Sebab tes final yang akan dilaksanakan secara online akibat pandemic covid-19.

Baca juga: Kegiatan yang Mendukung untuk Mendapatkan Beasiswa

Lalu, bagaimana tes final itu? Tes final OSC sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tes online di awal. Banyak pengetahuan umum yang ditanyakan, sehingga cukup mudah. Walaupun begitu, final test akan memiliki perbedaan di setiap universitas. Dulu, UHAMKA, universitasku, membagi final test menjadi dua, yaitu test tertulis dan tes wawancara. Test tertulisnya sudah aku jelaskan di atas. Nah untuk tes wawancaranya, aku diwawancarai oleh dosen dari jurusan yang aku daftarkan. Karena aku mendaftar untuk jurusan komunikasi, maka aku dulu diwawancari oleh dosen jurusan komunikasi.

Untuk menghadapi wawancara, kamu harus mempersiapkan skill komunikasi kamu, nih. Sebab, saat wawancara berlangsung, kamu harus mengutarakan pendapat, argument, serta ide. Oh iya, biasanya juga akan ada group discussion. Jadi, pastikan untuk berlatih dulu, ya. Kamu bisa mulai belajar berkomunikasi dengan baik melalui video-video serupa di platform social media.

Baca juga: Tips Menulis Motivation Letter untuk Beasiswa

Leave a Reply

Your email address will not be published.