Pengalaman Mendapatkan Beasiswa MAIPs (Majelis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Perlis)

Pengalaman Mendapatkan Beasiswa MAIPs (Majelis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Perlis)

Halo semuanya, perkenalkan nama saya adalah Moch. Ibnu Rusyd Alfarabi. Saya berasal dari Bandung dan menempuh perkuliahan S1 di College University Islam Perlis, Malaysia. Saya adalah penerima beasiswa MAIPs atau Majelis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Perlis. Mungkin kamu akan bertanya-tanya apa sih beasiswa MAIPs itu? Beasiswa MAIPs ini ditujukan bagi mahasiswa-mahasiswi Indonesia untuk jenjang D3, D4, dan S1. Kalau kamu masih bingung tentang beasiswa ini, yuk baca pengalamanku mendapatkan beasiswa MAIPs di bawah ini. Untuk persiapan beasiswa lain, click disini.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Beasiswa MAIPs meliputi biaya kuliah penuh, biaya asrama, serta biaya hidup. Jurusan yang tersedia untuk beasiswa ini meliputi Islamic Banking, Islamic Studies, Islamic Syariah, Islamic Management, Accounting, Bahasa Arab, Tafsir, Business Administration, dan Muamalah. Untuk mendaftar beasiswa ini kamu harus mempersiapkan paspor, salinan ijazah, salinan transkrip nilai, serta sertifikat kemampuan Bahasa Inggris.

Baca juga: Pengalaman Menjadi Peserta Exchange Student ke Jepang

Sejak lulus dari Gontor pada tahun 2016, saya melanjutkan program pengabdian 1 tahun. Ketika itu saya punya kakak yang kuliah di Madinah. Jadi, saya terinspirasi untuk lanjut kuliah di luar negeri. Saya mempertimbangkan berbagai universitas seperti di Mesir dan Turki. Dengan berbagai pertimbangan saya memilih untuk mempersiapkan pendaftaran beasiswa ke Turki. Selanjutnya saya dikarantina tahfidz di Bogor. Pada saat itu, saya mengambil inisiatif untuk mendaftar di universitas lain.

Saya juga mendaftar ke University Imam Syafi’i di Yaman dan alhamdulilllah lulus. Tapi dengan berbagai pertimbangan, saya menunda keberangkatan saya. Saya akhirnya memutuskan untuk masuk ke pesantren tahfidz. Setelah masuk pesantren tahfidz, saya lanjut ke Ma’had Ali. Ketika di Ma’had Ali ini saya mulai mengerjakan berkas-berkas lagi ke berbagai universitas Malaysia. Sebenarnya hanya sekedar iseng-iseng karena saya tujua saya adalah ke Timur Tengah.

Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa YTB Turki

Waktu itu ada kegiatan berupa seminar, dimana pihak kampusnya datang ke Indonesia. Jadi saya bisa langsung mengenal kampus ini seperti apa melalui video. Saya menjadi lebih tahu ketika ada presentasi dari pihak dosen dan pihak kampus. Ketika itu hati saya terketuk, Bismillah saya lanjutkan saja prosesnya. Setelah selesai seminar, langsung diadakan interview, registrasi juga dan lanjut ke proses penyerahan berkas. Penyerahan berkas ini tidak langsung diproses oleh pihak kampus, tapi diproses oleh penanggung jawab yang ada di Indonesia. Jadi bisa mengumpulkan berkas secara online ataupun offline.

Setelah penyeleksian berkas, setiap pendaftar yang lulus akan mendapatkan surat resmi dari pihak kampus yang dikirim ke penanggung jawab di Indonesia dan akan diberitahukan kepada pendaftar yang lulus. Selanjutnya, saya masih menunggu INGS yaitu badan yang ada di Malaysia yang mengurus mengenai visa. Jadi, penanggung jawab di Indonesia akan menginstruksikannya.

Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa LPDP untuk Kuliah di Melbourne University

Jadi, di 2020 ini ada suatu keputusan ataupun info baru, bagi teman-teman yang mengambil jurusan Pengajian Islam seperti saya itu boleh atau bisa langsung masuk ke kuliah tanpa tes kemampuan Bahasa Inggris. Tapi dengan ketentuan, selama 2 tahun kuliah harus mengikuti tes kemampuan Bahasa Inggris. Persyaratan ini harus dipenuhi tidak lebih dari 2 tahun untuk mengumpulkan sertifkat hasil tesnya. Ini adalah salah satu kelebihan bagi yang mengambil jurusan Pengajian Islam. Sementara untuk jurusan lain harus tetap mengikuti tes kemampuan Bahasa Inggris dahulu.

Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa Erasmus Mundus Scholarship

Leave a Reply

Your email address will not be published.