Pengalaman Mendapatkan Beasiswa Erasmus Mundus Scholarship

Pengalaman Mendapatkan Beasiswa Erasmus Mundus Scholarship

Perkenalkan sebelumnya namaku Michelia Wibowo. Teman teman bisa panggil aku Michel. Saat ini Aku sedang menempuh studi S2 dengan beasiswa Erasmus Mundus Joint Master Degree (EMJMD) untuk program studi Marine Environment (MER+). Program studiku (MER+) fokus kepada ilmu tentang lingkungan laut, dimana di dalamnya dibahas juga aspek-aspek lain seperti ekonomi, sosiologi, kualitas hidup masyarakat, dan sebagainya. Aku akan banyak belajar tentang oseanografi, ilmu geografi-kebumian, ilmu lingkungan, dan ilmu geologi.

Untuk aku pribadi, aku tertarik sekali dengan program ini karena sesuai dengan passionku dalam mempelajari lingkungan pesisir dan sumber daya perikanan berkelanjutan. Menurutku sektor perikanan sangat berperan penting dalam menunjang kehidupan orang banyak, terutama di negara maritim seperti Indonesia. Jika dikelola dengan baik tentunya Indonesia bisa menjadi negara maju seperti Eropa juga. Untuk info persiapan beasiswa lainnya, click disini.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Program Erasmus Mundus

Saat ini untuk Erasmus S1 ada, tapi hanya exchange saja. Jadi semisal teman-teman sudah berkuliah di universitas yang ada di Indonesia, bisa exchange selama beberapa bulan di Eropa dengan beasiswa Erasmus. Tetapi untuk jenjang S2 dan S3 nya bisa langsung full di Eropa (bukan exchange). Program studi S2 di Erasmus diorganisir oleh Consortium, sebagai contoh karena programku adalah MER+ maka seluruh kegiatanku dibantu dan diorganisir oleh MER+ Consortium.

Baca juga: Pengalaman Berkuliah di Al-Azhar Mesir

Program Erasmus Mundus memiliki banyak program dan bidang, beberapa di antaranya adalah dalam bidang:

  • Pertanian dan Kehutanan
  • Bisnis dan Management
  • Sosial dan Politik
  • Engineering
  • Komunikasi dan informasi
  • Humaniora
  • Hukum
  • Pendidikan (education)
  • Ilmu lingkungan dan masih banyak lagi

Kalau teman-teman pengen cari tau lebih lanjut ada program apa aja sih di program EMJMD ini, kalian bisa check catalog programnya di link ini: https://eacea.ec.europa.eu/erasmus-plus/library/scholarships-catalogue_en

Semua program Erasmus dijelaskan secara terperinci di website tersebut. Setiap program ada websitenya sendiri, jadi dari katalog itu nanti bisa diarahkan ke website program yang teman-teman minati

Baca juga: Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mendaftar Beasiswa Unggulan (BU)

Proses Studi S2

Program S2 dari EMJMD mewajibkan mahasiswanya untuk mengambil 60-120 ECTS (European Credit Transfer System) atau kalau di Indonesia kita lebih kenal dengan istilah SKS (Satuan Kredit Semester). Program ini sebenarnya bervariasi ada yang 12 bulan sampai 24 bulan. Untuk program MER+ yang aku tempuh akan berjalan selama 24 bulan.

Program studi S2 ini akan aku tempuh selama 2 tahun (4 semester). Aku akan belajar di 3 universitas yaitu University of Bordeaux, Perancis (semester 1), University of the Basque Country, Spanyol (semester 2), dan University of Southampton, Inggris (semester 3).

Untuk semester 4 nanti, aku akan diminta untuk mengajukan proposal tesis dan lokasi semester 4 ku. Tergantung dimana aku akan melakukan penelitian. Erasmus sebenarnya mengutamakan supaya penerima beasiswa menghabiskan waktu semester 4 di Eropa. Tapi tidak sedikit juga senior-seniorku yang menempuh semester 4 nya di benua lain seperti Australia, Amerika, Asia, ataupun Afrika. Kita bisa memilih mau semester 4 di negara apa. Bisa dimana pun tidak harus di Eropa.

Selama periode studi ini, sebenarnya beasiswa ini bukan hanya menekankan mahasiswa untuk belajar, tapi kita ditekankan untuk memiliki banyak life experience. Karena kita akan belajar sambil berbaur dengan teman-teman dari negara dari seluruh dunia sehingga kita akan mempelajari perbedaan kultur dari seluruh belahan dunia.

Baca juga: Tips Lolos Beasiswa Chevening ke Inggris Berdasarkan Penerima Beasiswa

Contohnya dari programku saat ini teman temanku ada dari berbagai negara, ada yang dari USA, Venezuela, Inggris, Portugal, Mexico, China, Kenya, Tanzania, Italia, India, dan lain lain.

Seperti yang aku bilang di Erasmus tentunya akan banyak bertemu teman-teman dari negara manapun. Disinilah kesempatan awardee untuk membangun relasi, networking, dan explore Eropa sebanyak-banyaknya. Menurutku seru banget karena tiap negara punya karakteristik masing-masing. Kita juga bisa banyak belajar berbagai bahasa dan kelas disini jadi sangat diverse.

Program ini juga dihiasi dengan berbagai kegiatan fieldtrip, magang dan event-event seru lainnya sehingga kita bisa mengexplore destinasi-destinasi wisata di Eropa lebih banyak.

Setelah mengakhiri masa studiku nanti selama 24 bulan, aku akan mendapatkan sertifikat master degree dari 4 institusi yang terlibat. Untuk programku, institusi yang terlibat adalah

  1. University of Bordeaux – France
  2. University of the Basque Country – Spain
  3. University of Southampton – UK
  4. University of Liege – Belgium

Disini ada 1 universitas dari Belgium. Walaupun aku tidak memilih untuk ambil semester 3 ku di sana, di sertifikatku tetap ada logo University of Liege, Belgium. Karena universitas ini merupakan bagian dari Consortium MER+

Setelah menyelesaikan studi S2, sebenarnya Erasmus tidak mewajibkan awardeenya untuk kembali ke negara masing masing. Menjadi pilihan awardee untuk kembali ke negaranya atau berkontribusi di tempat lain, misalnya Eropa. Di luar Eropa atau di luar negara kampung  halaman pun tidak apa-apa.

Baca juga: Pengalaman Menerima Beasiswa Chevening

Fakta Unik dan Menarik

Keunikan beasiswa ini adalah kita akan menjalankan studi di negara yang berbeda-beda, minimal 2 negara. Karena umumnya tiap semester kita harus pindah ke negara lain dan universitasnya juga berbeda tiap semester.

Tentunya hal ini adalah hal yang menarik sekaligus sangat challenging karena kita harus survive dalam beradaptasi dengan negara baru setiap 6 bulan. Tiap negara tentunya memiliki karakteristik masyarakat, iklim dan cuaca yang berbeda. Hal ini yang membuat program Erasmus bagiku sangat seru. Hehee

Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa Chinese Government Scholarship

Persyaratan

Program EMJMD ini terbuka untuk sarjana dimana pun yang memiliki sertifikat S1 atau setara dengan S1 (pendidikan 4 tahun). Untuk Erasmus sendiri menekankan penerima beasiswa EMJMD tidak boleh pernah menerima beasiswa S2 Erasmus sebelumnya (untuk exchange setauku boleh).

Untuk persyaratannya sendiri menurutku ngga begitu sulit. Yang pertama dan paling utama teman-teman pastinya butuh IELTS atan TOEFL (tapi biasanya Eropa lebih mengutamakan IELTS) dengan nilai minimum band 6.5 Overall. Masing-masing band minimum 5.5 Ini sangat dibutukan karena semua kuliah akan dilaksanakan dalam bahasa Inggris. Jadi walaupun nanti semisal semester 1 nya di Prancis, kuliahnya akan tetap dalam bahasa Inggris.

Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa MoE di Taiwan

Namun biasanya kampus tetap akan memberikan kelas bahasa Prancis gratis supaya kita bisa berkomunikasi dengan orang lokal. Untuk aku nanti aku akan dapat kelas bahasa Prancis di semester 1 dan kelas bahasa Spanyol di semester 2.

Selain itu, dibutuhkan juga rekomendasi dari 2 orang dosen ataupun atasan kerja. Kalau kemarin, aku minta 1 dari dosenku, 1 lagi dari manager di tempat aku bekerja. Erasmus juga meminta essay dan motivation letter yang isinya alasan mengapa kita tertarik untuk studi di program ini.

Mengenai essay, sebenarnya essay setiap program berbeda-beda tergantung program studi yang kita pilih. Untuk program MER+, aku diminta untuk menuliskan rencana karir seperti apa yang aku inginkan dan topik apa yang aku ingin pelajari untuk tesisku nanti.

Beberapa program Erasmus ada yang dengan tes interview, tapi ada juga yang tidak. Kebetulan program ku tidak ada interview jadi aku hanya butuh IELTS, rekomendasi dan essay saja.

Baca juga: Pengalaman Mengikuti Program KIP-Kuliah

Cakupan Beasiswa

Beasiswa Erasmus ini juga adalah full scholarship yang artinya teman-teman sudah nggak perlu khawatir lagi sama biaya apapun karena beasiswa ini sudah mengcover transportation cost, living cost dan study cost itu sendiri. Tiket pesawat pun akan dibayarkan jadi kita hampir ga keluar uang sama sekali. Mungkin di awal butuh untuk modal tes IELTS. Karena tes IELTS tidak diganti.

Jumlah beasiswa yang aku terima ialah sebesar 49.000 euro. Terdiri atas 18.000 euro untuk study cost (biaya ini dibayarkan langsung ke universitas), 7.000 euro untuk travel cost dan 1.000 euro x 24 bulan untuk biaya hidup selama 24 bulan.

Kalau institusi yang ditempuh di Inggris maka yang living cost yang diberikan akan di convert dari 1000 euro menjadi sekitar 922 poundsterling (menurut kurs hari ini). 1 euro 17.500 jadi sekitar 17.500.000 untuk biaya hidup per bulan. Disini memang cukup mahal biaya hidupnya. Tapi dengan living cost sejumlah itu masih bisa menabung kok.

Baca juga: Pengalaman Mempublikasikan Artikel Ilmiah

Tips

Kalau dari aku sendiri ada beberapa tips yang akan aku jabarkan di bawah ini:

Penting banget untuk mengetahui kenapa kamu mau studi di program yang kamu pilih. Aku ingin menekankan, jangan sampai alasan utama ingin lanjut studi S2 karena ingin jalan-jalan atau ingin keluar negeri saja. Temukan alasan yang kuat kenapa kamu pengen sekolah di program tersebut dan di negara tersebut. Kalian bisa cari tau kelebihan dari program ataupun universitas dari website supaya lebih mudah menganalisa ilmu apa sih yang sebenarnya ingin kalian dapatkan dari program itu. Ini sangat penting karena consortium atau commitee yang menyeleksi biasanya mempertimbangkan hal ini dengan sungguh-sungguh. Semakin jelas apa yang ingin kamu capai, semakin baik.

Latihan menulis motivation letter. Penting sekali buat latihan menulis essay dan motivation letter. Buatlah tulisan yang sangat menjual diri kita. Tetapi hati-hati jangan sampai terdengar sombong/arogan. Kita perlu tunjukan nilai-nilai positif kita namun dengan bahasa yang humble.
Ada sedikit tips juga, ketika kamu baca-baca ulang essay yang kamu tulis, coba posisikan diri kamu sebagai penyeleksi calon awardee. Baca berulang kali essay kamu dan perbaiki terus menerus sampai kamu rasa cukup baik. Kamu juga bisa minta tolong orang terdekat yang bisa kamu percaya untuk mengoreksi essay tersebut.

Dulu aku pernah minta beberapa dosen ku untuk membaca essay aku, dan minta saran apakah mereka ada ide yang harus ditambahkan dalam tulisan tersebut. Aku juga minta ke orang tua dan teman-teman terdekat. Aku juga sempat meminta bantuan ke teman-teman yang grammarnya bagus. Untuk mengecek apakah tulisan yang aku buat sudah grammatically correct.

Baca juga: Alasan Harus Mendaftar Beasiswa ICCR untuk Kuliah di India

Persiapkan semua persyaratan dari jauh hari dan selengkap mungkin. Sebisa mungkin dapatkan nilai IELTS yang tinggi. Karena nilai IELTS sangatlah penting untuk syarat masuk universitas. Kamu bisa ikut les persiapan dari lembaga bahasa atau bisa juga ikut kelas gratis dan online. Sedikit tips dari aku, latihan listening dan reading untuk IELTS ada banyak banget di youtube. Kalian bisa latihan dari situ dan tiap hari juga ada banyak soal-soal baru yang diupdate terus.

Channel youtube:

  • The IELTS Listening Test
  • IELTS Listening Career Zone
  • IELTS Institute Moga – India

Website untuk belajar IELTS:

  • ieltsliz.com
  • Ielts-simon.com

Aktif browsing dan cari tau tentang program yang kalian minati. Kalau memungkinkan, cek website beasiswa tersebut setiap hari karena kita gak tau kapan ada update atau info terbaru dari beasiswa tersebut. Untuk Erasmus sebenarnya tidak ada interview, tapi untuk beasiswa lain yang ada interview, akan sangat berguna kalau kalian sangat memahami program yang kalian apply.

Perbanyak doa dan minta doa restu orang tua. Doa restu orang tua biasanya sangat berpengaruh, apalagi jika ditambah dengan keinginan kita yang kuat. Kalian juga bisa minta doa ke teman-teman terdekat kalian!

Nah itu dia tips-tips dari aku. Good luck yaa buat teman-teman pejuang beasiswa. Semoga mimpi teman-teman untuk bisa lanjut studi bisa terwujud.

Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa Maroko

Leave a Reply

Your email address will not be published.