Rahasia Menaklukkan 10 Pertanyaan Psikologi di Wawancara LPDP
Bayangkan, kamu sudah mempersiapkan jawaban akademik dan rencana studi dengan matang, tapi tiba-tiba muncul pertanyaan psikologi yang tidak terduga di wawancara LPDP.
Nah, inilah momen yang sering jadi penentu! Karena itu, penting banget untuk tahu “Rahasia Menaklukkan 10 Pertanyaan Psikologi di Wawancara LPDP” agar kamu bisa tampil lebih tenang, percaya diri, dan tetap terstruktur dalam menjawab.
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5
Pertanyaan 1
Apa kelebihan anda?
Metode yang bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut:
- STAR Method (Situation – Task – Action – Result)
- Situation: Ceritakan konteks nyata (misalnya pengalaman kerja, organisasi, atau riset).
- Task: Apa peran dan tanggung jawabmu.
- Action: Langkah spesifik yang kamu lakukan.
- Result: Hasil positif yang muncul, bisa berupa pencapaian, perubahan, atau pengakuan.
👉 Contoh: “Saya memiliki kelebihan dalam manajemen waktu. Saat menjadi ketua panitia seminar nasional, saya menyusun timeline detail, membagi tugas tim, dan memastikan semua berjalan sesuai target. Hasilnya, acara sukses dengan peserta 500 orang dan mendapat apresiasi dari kampus.”
- Unique Value Proposition (UVP)
- Fokus pada kelebihan yang membedakanmu dari kandidat lain.
- Kaitkan langsung dengan tujuan beasiswa dan kontribusi setelah studi.
👉 Contoh: “Kelebihan saya adalah kemampuan menjembatani dunia akademik dengan komunitas lokal. Misalnya, saya pernah menerapkan hasil riset kecil tentang energi terbarukan ke desa binaan, sehingga masyarakat bisa menghemat 20% biaya listrik.”
- Strength-Relevance Link
- Pilih kelebihan yang relevan dengan studi, tujuan karier, atau kontribusi pasca-beasiswa.
👉 Contoh: “Saya terbiasa bekerja dalam tim lintas disiplin. Kelebihan ini relevan dengan studi saya di bidang lingkungan, karena solusi keberlanjutan menuntut kolaborasi berbagai bidang.”
- Balanced Humility
- Tunjukkan kelebihan dengan tetap rendah hati.
- Bisa dengan kalimat transisi: “Hal yang sering dilihat orang lain sebagai kelebihan saya adalah…” atau “Menurut rekan kerja saya, saya memiliki kemampuan…”
👉 Ini membuat jawaban terasa lebih natural, bukan sombong.
Tips tambahan:
- Jangan menyebut terlalu banyak (cukup 2–3 kelebihan utama).
- Hindari kelebihan umum tanpa bukti (“saya disiplin, saya rajin”).
- Pilih kelebihan yang bisa dikaitkan dengan studi, kepemimpinan, kontribusi sosial, atau visi setelah lulus.
Pertanyaan 2
Apa kelemahan anda?
Metode yang bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut:
- Weakness → Improvement Method
- Sebutkan kelemahan yang nyata (tapi bukan fatal untuk studi).
- Ceritakan langkah yang sudah kamu lakukan untuk memperbaikinya.
👉 Contoh:
“Saya cenderung terlalu detail dalam mengerjakan sesuatu, sehingga kadang memakan waktu lebih lama. Untuk mengatasinya, saya mulai menggunakan sistem manajemen waktu seperti time blocking agar tetap efisien tanpa mengorbankan kualitas.”
- STAR Method (Situation – Task – Action – Result)
- Gunakan kelemahan yang muncul dalam situasi nyata.
- Ceritakan tindakan yang kamu ambil untuk mengurangi dampaknya.
👉 Contoh:
“Saat awal menjadi koordinator tim, saya kurang berani mendelegasikan tugas karena takut hasilnya tidak sesuai. Akibatnya, saya sering kelelahan sendiri. Setelah itu, saya belajar membagi tugas lebih jelas dan memberi kepercayaan pada tim. Hasilnya, pekerjaan lebih cepat selesai dan tim merasa lebih dihargai.”
- Constructive Weakness
- Pilih kelemahan yang masih bisa “bernilai positif” atau bisa diarahkan ke arah yang baik.
👉 Contoh:
“Saya kadang terlalu antusias dengan ide baru, sehingga ingin segera mengeksekusi tanpa banyak pertimbangan. Namun sekarang saya belajar untuk selalu meminta feedback dari mentor atau rekan sebelum mengambil keputusan.”
- Feedback-Based Answer
- Gunakan kelemahan yang pernah disampaikan orang lain (lebih natural dan rendah hati).
👉 Contoh:
“Beberapa rekan memberi masukan bahwa saya kadang terlalu fokus bekerja sendiri. Setelah itu, saya mulai lebih sering berdiskusi dengan tim agar keputusan lebih seimbang.”
Tips tambahan:
- Jangan menyebut kelemahan yang berbahaya bagi studi, misalnya “saya pemalas”, “saya tidak bisa bekerja di bawah tekanan”.
- Pilih kelemahan nyata tapi terkendali.
- Tutup jawaban dengan optimisme: tunjukkan bahwa kamu punya strategi memperbaikinya.
Pertanyaan 3
Apa memori favoritmu?
Metode yang bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut:
- Personal-Value Link
- Pilih memori yang mencerminkan nilai hidup (misalnya ketekunan, kepedulian, kerja keras, kepemimpinan).
- Kaitkan dengan bagaimana nilai itu membentuk dirimu sekarang.
👉 Contoh: “Memori favorit saya adalah ketika berhasil mendirikan kelas literasi untuk anak-anak di desa. Dari situ saya belajar bahwa pengetahuan bisa mengubah masa depan seseorang, dan itu membuat saya ingin melanjutkan studi agar kontribusi saya lebih besar.”
- STAR Light Version (Situation – Action – Result)
- Situation: Ceritakan konteks memorinya.
- Action: Apa yang kamu lakukan dalam momen itu.
- Result: Apa dampaknya pada dirimu atau orang lain.
👉 Contoh: “Memori favorit saya adalah ketika tim riset kecil kami berhasil menemukan solusi sederhana untuk irigasi pertanian di desa binaan. Dari situ saya merasa bahwa ilmu yang saya pelajari benar-benar bisa langsung bermanfaat.”
- Turning Point Story
- Pilih memori yang jadi titik balik dalam hidupmu.
- Ceritakan bagaimana momen itu mengubah cara pandangmu dan memotivasimu untuk studi.
👉 Contoh: “Memori favorit saya adalah ketika gagal mendapatkan beasiswa pertama kali. Rasanya berat, tapi itu justru jadi titik balik untuk belajar lebih gigih, memperbaiki diri, dan akhirnya membuat saya duduk di kursi wawancara LPDP ini.”
- Emotion + Reflection
- Fokus pada perasaan yang muncul dalam memori itu.
- Tutup dengan refleksi apa pelajaran yang bisa dibawa ke depan.
👉 Contoh: “Memori favorit saya adalah saat melihat orang tua menangis haru ketika saya lulus sarjana pertama di keluarga. Itu membuat saya sadar bahwa pendidikan bukan hanya untuk diri saya sendiri, tapi juga untuk memberi kebanggaan dan harapan bagi keluarga.”
Baca juga: Wawancara Beasiswa AAS: 15 Bocoran Soal yang paling jadi primadona di Wawancara Beasiswa AAS
Pertanyaan 4
Apa hal yang paling kamu banggakan?
Metode yang bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut:
- STAR Method (Situation – Task – Action – Result)
- Situation: Ceritakan konteks peristiwa.
- Task: Peran atau tanggung jawabmu.
- Action: Apa yang kamu lakukan.
- Result: Apa hasilnya & dampaknya.
👉 Contoh:
“Hal yang paling saya banggakan adalah ketika berhasil memimpin tim riset energi terbarukan di kampus. Awalnya, banyak kendala pendanaan, tapi saya berinisiatif mencari sponsor dan membagi tugas tim. Hasilnya, riset kami dipresentasikan di konferensi nasional dan dimanfaatkan untuk program desa binaan.”
- Value-Based Achievement
- Pilih pencapaian yang mencerminkan nilai pribadi (misalnya kepedulian sosial, ketekunan, kepemimpinan).
- Tunjukkan bahwa kebanggaanmu bukan hanya pada hasil, tapi juga pada nilai yang kamu jalankan.
👉 Contoh:
“Hal yang paling saya banggakan adalah ketika berhasil mendampingi adik-adik di desa terpencil agar lulus ujian nasional. Bagi saya, kebanggaan itu bukan soal angka prestasi pribadi, tapi melihat usaha kecil saya bisa mengubah masa depan orang lain.”
- Turning Point Story
- Ceritakan momen yang mengubah hidupmu dan menjadi dasar motivasi studi.
- Cocok dipakai jika kebanggaanmu lahir dari perjuangan atau kesulitan.
👉 Contoh:
“Hal yang paling saya banggakan adalah ketika berhasil menyelesaikan kuliah S1 meski harus sambil bekerja paruh waktu untuk membiayai diri. Itu jadi titik balik yang meneguhkan niat saya untuk melanjutkan studi agar bisa membuka lebih banyak peluang, bukan hanya untuk saya, tapi juga bagi orang lain.”
- Impact-Oriented Answer
- Fokus pada pencapaian yang memberi dampak nyata ke orang lain/masyarakat.
- LPDP sangat menghargai kontribusi sosial.
👉 Contoh:
“Hal yang paling saya banggakan adalah saat program pengolahan sampah yang saya rintis di kampung berhasil menurunkan volume sampah hingga 30%. Dari situ saya yakin bahwa perubahan nyata bisa dimulai dari langkah kecil.”
Tips tambahan:
- Jangan hanya menyebut penghargaan formal (“juara lomba”, “IPK tinggi”) tanpa cerita proses dan makna.
- Utamakan pencapaian yang relevan dengan studimu, visi masa depan, atau kontribusi sosial.
- Tutup jawaban dengan optimisme: “Pengalaman itu menjadi dasar semangat saya untuk melanjutkan studi dengan beasiswa LPDP.”
Pertanyaan 5
Apa hal paling berani yang pernah kamu lakukan?
Metode yang bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut:
- STAR Method (Situation – Task – Action – Result)
Struktur klasik untuk menceritakan pengalaman nyata.
- Situation: ceritakan konteksnya.
- Task: tanggung jawab atau tantangan yang kamu hadapi.
- Action: langkah berani yang kamu ambil.
- Result: hasil & pembelajaran.
👉 Contoh:
“Hal paling berani yang pernah saya lakukan adalah ketika memutuskan menolak tawaran kerja di perusahaan besar untuk fokus membangun program sosial di desa. Situasinya penuh risiko karena tanpa kepastian finansial, tapi saya yakin dengan nilai kebermanfaatan. Hasilnya, program tersebut kini membantu 50 keluarga dalam mengelola usaha kecil mereka.”
- Value-Based Courage
Pilih cerita yang menunjukkan keberanian moral atau prinsip, bukan sekadar fisik.
👉 Contoh:
“Hal paling berani yang pernah saya lakukan adalah ketika saya menyampaikan pendapat berbeda kepada dosen senior dalam forum akademik. Awalnya saya takut dianggap tidak sopan, tetapi saya sampaikan dengan data dan sikap hormat. Dari situ saya belajar bahwa keberanian intelektual penting untuk kemajuan ilmu.”
- Turning Point Story
Gunakan keberanian yang jadi titik balik hidupmu.
👉 Contoh:
“Hal paling berani yang pernah saya lakukan adalah ketika memutuskan kuliah di luar kota meski orang tua awalnya ragu. Saya harus mandiri secara finansial dan emosional. Keputusan itu mengajarkan saya arti tanggung jawab dan membuat saya lebih siap menghadapi tantangan studi lanjut.”
- Impact-Oriented Answer
Tekankan bahwa keberanianmu memberi dampak bagi orang lain, bukan hanya dirimu.
👉 Contoh:
“Hal paling berani yang pernah saya lakukan adalah ketika memimpin tim tanggap bencana di daerah saya. Meski kondisi sulit dan penuh risiko, saya memilih untuk terjun langsung memastikan evakuasi berjalan aman. Keputusan itu membuat saya sadar bahwa kepemimpinan sejati lahir di saat krisis.”
Pertanyaan 6
Apa kegagalan terbesarmu?
Metode yang bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut:
- Failure → Lesson → Growth
- Ceritakan kegagalan nyata (jangan terlalu kecil, tapi juga jangan fatal).
- Jelaskan apa pelajaran yang didapat.
- Tunjukkan bagaimana kamu berkembang setelah itu.
👉 Contoh:
“Kegagalan terbesar saya adalah saat tidak lolos beasiswa pertama yang saya lamar. Saat itu saya terlalu percaya diri dan tidak mempersiapkan esai dengan matang. Dari pengalaman itu, saya belajar pentingnya perencanaan detail dan meminta masukan dari mentor. Hasilnya, kali ini saya lebih siap menghadapi LPDP.”
- STAR Method (Situation – Task – Action – Result)
- Situation: ceritakan konteks kegagalan.
- Task: apa tanggung jawabmu.
- Action: langkah yang kamu ambil, tapi ternyata belum berhasil.
- Result: jelaskan kegagalan, lalu akhiri dengan pembelajaran positif.
👉 Contoh:
“Ketika memimpin tim lomba debat, saya gagal mengelola waktu latihan karena terlalu fokus pada materi. Akibatnya, kami tidak siap mental dan kalah di babak awal. Dari situ saya belajar bahwa kepemimpinan bukan hanya soal isi, tapi juga manajemen tim dan motivasi.”
- Constructive Failure
Pilih kegagalan yang justru membentuk karakter positif (ketekunan, disiplin, empati).
👉 Contoh:
“Kegagalan terbesar saya adalah saat tidak bisa mempertahankan IPK tinggi di semester awal. Tapi kegagalan itu mengajarkan saya pentingnya manajemen waktu antara kuliah, organisasi, dan kerja. Sejak itu, saya belajar membuat prioritas, dan akhirnya berhasil memperbaiki nilai di semester berikutnya.”
- Turning Point Story
Gunakan kegagalan yang jadi titik balik besar dalam hidupmu.
👉 Contoh:
“Kegagalan terbesar saya adalah ketika gagal mendirikan bisnis sosial pertama saya. Namun, dari kegagalan itu saya belajar pentingnya riset pasar, tim yang solid, dan manajemen keuangan. Sekarang, saya membawa pelajaran itu untuk merancang program yang lebih berkelanjutan.”
Tips tambahan:
- Jangan jawab dengan “saya tidak pernah gagal” (terkesan arogan).
- Hindari menyebut kegagalan yang berbahaya bagi studi, seperti “saya mudah menyerah” atau “saya tidak bisa bekerja dalam tim”.
- Tutup dengan optimisme: fokus pada solusi, pembelajaran, dan relevansinya dengan studi atau kontribusi ke depan.
Pertanyaan 7
Apa yang kamu pelajari dari kegagalan terbesarmu?
Metode yang bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut:
- Lesson-Oriented Method
- Mulai dengan menyebutkan kegagalan singkat (jangan diulang terlalu detail).
- Fokus pada pelajaran utama yang didapat.
- Tunjukkan bagaimana pelajaran itu membuatmu lebih baik.
👉 Contoh:
“Dari kegagalan saya saat tidak lolos beasiswa pertama, saya belajar bahwa kerja keras saja tidak cukup tanpa strategi. Saya mulai memperbaiki cara menyusun esai, meminta feedback dari mentor, dan lebih disiplin dalam persiapan. Itu membuat saya lebih matang menghadapi proses seleksi saat ini.”
- Growth Mindset Approach
- Tunjukkan bahwa kamu melihat kegagalan sebagai proses belajar, bukan akhir dari segalanya.
👉 Contoh:
“Saya belajar bahwa kegagalan bukan berarti saya tidak mampu, tapi tanda bahwa ada hal yang perlu diperbaiki. Dengan pola pikir itu, saya lebih berani mencoba lagi, menerima kritik, dan tidak mudah putus asa.”
- STAR Reflection (Situation – Action – Result – Reflection)
Tambahkan R (Reflection) di akhir STAR untuk menekankan pembelajaran.
👉 Contoh:
“Saat memimpin proyek sosial, saya gagal mengatur jadwal tim sehingga target tidak tercapai. Dari situ saya belajar pentingnya komunikasi yang jelas dan membagi tanggung jawab. Sekarang, saya selalu membuat timeline rinci dan mengecek progres secara rutin.”
- Value-Based Learning
- Hubungkan pelajaran dengan nilai pribadi (ketekunan, empati, tanggung jawab).
👉 Contoh:
“Dari kegagalan itu, saya belajar arti kerendahan hati untuk meminta bantuan orang lain. Saya sadar bahwa bekerja sendiri tidak cukup, kolaborasi justru membuat hasil lebih kuat.”
Tips tambahan:
- Jangan berhenti di cerita gagal, pastikan ujung jawaban optimis.
- Kaitkan pelajaran dengan kesiapan studi, kepemimpinan, atau kontribusi sosial.
- Jawabanmu sebaiknya terdengar jujur, reflektif, dan visioner.
Pertanyaan 8
Apa kata yang akan digunakan orang untuk mendeskripsikan dirimu?
Metode yang bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut:
- Feedback-Based Method
Gunakan kata yang memang sering dikatakan orang lain tentangmu.
👉 Contoh:
“Menurut rekan kerja dan teman saya, kata yang paling menggambarkan diri saya adalah ‘konsisten’. Mereka bilang saya selalu menepati janji dan menyelesaikan tugas tepat waktu. Konsistensi ini yang saya bawa juga dalam studi dan pekerjaan sosial.”
- Value-Driven Method
Pilih kata yang mewakili nilai inti dirimu, lalu beri bukti nyata.
👉 Contoh:
“Saya rasa kata yang akan dipakai orang untuk menggambarkan saya adalah ‘empatik’. Dalam berbagai kegiatan sosial, saya terbiasa mendengarkan kebutuhan masyarakat sebelum menawarkan solusi. Itu yang membuat program saya lebih diterima.”
- Strength-Relevance Link
- Pilih kata yang menggambarkan kelebihanmu.
- Kaitkan dengan relevansinya untuk studi dan kontribusi pasca-beasiswa.
👉 Contoh:
“Banyak orang mendeskripsikan saya sebagai ‘adaptif’. Misalnya, saat magang di perusahaan multinasional, saya cepat menyesuaikan diri dengan budaya kerja baru. Saya percaya kemampuan ini akan penting saat studi di luar negeri nanti.”
- STAR Light (Situation – Action – Result)
- Pilih satu kata.
- Ceritakan situasi nyata di mana orang lain menilaimu dengan kata itu.
👉 Contoh:
“Orang sering menyebut saya ‘tegas’. Misalnya, saat memimpin tim lomba debat, saya berani mengambil keputusan cepat di tengah tekanan. Hasilnya, tim bisa fokus dan akhirnya berhasil lolos ke babak final.”
Pertanyaan 9
Siapa yang paling berpengaruh dalam hidupmu?
Metode yang bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut:
- Value Reflection Method
- Sebutkan siapa sosoknya.
- Jelaskan nilai utama yang kamu pelajari darinya.
- Hubungkan nilai itu dengan perjalananmu saat ini.
👉 Contoh:
“Orang yang paling berpengaruh dalam hidup saya adalah ayah saya. Dari beliau saya belajar arti kerja keras dan kejujuran. Nilai itu yang selalu saya pegang, termasuk dalam studi dan pekerjaan sosial saya, sehingga saya ingin melanjutkan studi agar bisa memberi manfaat lebih luas.”
- STAR + Reflection (Situation – Task – Action – Result – Reflection)
Gunakan pola cerita singkat, lalu tambahkan refleksi.
👉 Contoh:
“Dosen pembimbing saya di kampus sangat berpengaruh bagi saya. Beliau memberi kesempatan saya terlibat dalam riset meski saya masih mahasiswa awal. Dari situ saya belajar keberanian untuk mencoba dan disiplin dalam penelitian. Pengaruh itu membuat saya ingin memperdalam studi di bidang ini.”
- Turning Point Method
Pilih sosok yang berperan pada titik balik penting dalam hidupmu.
👉 Contoh:
“Guru SMA saya adalah sosok paling berpengaruh. Saat saya hampir menyerah karena keterbatasan ekonomi, beliau terus mendorong saya untuk melanjutkan pendidikan. Dorongan itu menjadi titik balik yang meneguhkan tekad saya hingga bisa duduk di wawancara LPDP ini.”
- Broader Inspiration Method
Kalau merasa orang terdekat terlalu personal, kamu bisa menyebut figur publik/akademik, asalkan relevan dengan bidangmu.
👉 Contoh:
“Sosok paling berpengaruh bagi saya adalah BJ Habibie. Beliau mengajarkan bahwa ilmu dan integritas bisa berjalan seiring untuk membangun bangsa. Itu menginspirasi saya untuk melanjutkan studi di bidang teknologi.”
Tips tambahan:
- Jawaban terbaik biasanya menyebut orang tua, guru, mentor, atau figur yang memberi inspirasi nyata.
- Hindari jawaban yang terlalu “dangkal” seperti selebriti hanya karena populer.
- Tutup dengan refleksi: bagaimana pengaruh itu membentuk karaktermu dan memotivasi studi lanjut.
Baca juga: Pertanyaan Wawancara LPDP yang Paling Menguji Kapasitas Kandidat
Pertanyaan 10
Bagaimana cara bekerja sama dengan orang lain ?
Metode yang bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut:
- STAR Method (Situation – Task – Action – Result)
- Ceritakan pengalaman kerja tim nyata.
- Tunjukkan bagaimana kamu berkolaborasi, lalu hasil positifnya.
👉 Contoh:
“Dalam proyek riset kampus, saya bekerja sama dengan teman lintas jurusan. Saya berperan sebagai koordinator, memastikan komunikasi berjalan lancar dan setiap orang mendapat tugas sesuai keahliannya. Hasilnya, riset kami dipresentasikan di konferensi nasional.”
- Principle-Based Method
Sebutkan prinsip utama yang kamu pegang dalam kerja sama, lalu beri contoh aplikasinya.
👉 Contoh:
“Bagi saya, kunci kerja sama adalah komunikasi terbuka, saling menghargai, dan berbagi tanggung jawab. Misalnya, ketika ada perbedaan pendapat, saya lebih memilih mencari titik temu dibanding mempertahankan ego, sehingga tim tetap solid.”
- Role Flexibility Approach
Tunjukkan bahwa kamu bisa berperan berbeda dalam tim (leader maupun anggota).
👉 Contoh:
“Saya terbiasa fleksibel, bisa menjadi pemimpin maupun anggota tim. Saat dibutuhkan, saya siap mengambil keputusan; tapi saat orang lain lebih ahli, saya tidak ragu untuk mendukung dan belajar dari mereka.”
- Conflict-Resolution Method
Fokus pada bagaimana kamu mengatasi konflik atau perbedaan.
👉 Contoh:
“Menurut saya, kerja sama bukan berarti selalu sependapat. Pernah dalam organisasi, terjadi perbedaan pandangan soal program. Saya berinisiatif mengadakan diskusi terbuka, mendengarkan semua pihak, lalu mencari solusi yang menguntungkan bersama. Akhirnya program berjalan lancar dan lebih diterima.”
Tips tambahan:
- Hindari jawaban klise seperti “saya suka kerja sama dengan orang lain” tanpa contoh nyata.
- Tunjukkan soft skills: komunikasi, empati, fleksibilitas, problem solving.
- Hubungkan dengan kesiapan studi: kerja sama sangat relevan di lingkungan multikultural dan akademik internasional.
Lebih dari 60% kandidat LPDP merasa “tersandung” bukan pada pertanyaan akademik, tapi pada pertanyaan psikologi yang sifatnya personal dan tak terduga🤯
Melalui MOCK UP WAWANCARA BEASISWA LPDP atau MOCK UP PRIVATE, kamu bisa berlatih menjawab dengan lebih matang. Dan kalau butuh insight lebih luas, ada SCHOLARSHIP & STUDY ABROAD CORNER sebagai ruang strategi para calon global scholars.
Raih beasiswa impianmu dengan mock up wawancara intensif
DM “Persiapan LPDP” to keep the slot


