Wawancara Beasiswa AAS: 15 kesalahan sebiji jagung bikin pewawancara mikir ‘Mending cari kandidat lain’
Kamu udah lolos tahap awal, tandanya kamu layak banget buat jadi kandidat. Tapi jangan senang dulu—wawancara adalah fase krusial yang sering jadi jebakan.
Bukan karena kamu gak pintar.
Bukan juga karena kamu gak capable.
Tapi kadang, kesalahan sebiji jagung aja bisa bikin pewawancara mikir:
“Sayang sih… tapi cari yang lain aja deh 😬”
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5
Nah, biar kamu gak jadi “nyaris lolos” tahun ini, pastiin kamu gak kejebak 15 kesalahan kecil ini yang sering banget disepelekan (padahal fatal 🫠).
- Tidak melakukan research tentang universitas dan prodi tujuan
Kurang mengenal universitas dan prodi tujuan. Sehingga tidak mampu menjawab pertanyaan mengenai universitas dan prodi tujuan.
- Ngomongin diri sendiri terlalu banyak
Yang dicari kandidat yang impact-driven, bukan yang cuma ngejar gelar dan karier pribadi
- Tidak sesuai dengan target beasiswa
Setiap beasiswa punya target yang berbeda-beda misalnya BPI untuk pelaku budaya, LPDP targeted untuk PNS/POLRI/TNI, dll.
- Tidak mampu menjelaskan study plan dengan baik
- Tidak memperhatikan komunikasi non-verbal (eye contact, gestur, peletakan tangan saat bicara dll)
- Terlalu bertele-tele saat menjawab
Baca juga: Wawancara Beasiswa AAS: 7 Hal yang Penting Kamu Tonjolkan Dalam Wawancara Beasiswa AAS
Fokus jawab apa yang ditanya dulu, baru kembangkan.
- Gak bisa cerita dengan struktur yang jelas
Gunakan struktur STAR (Situation – Task – Action – Result) biar jawaban kamu runut, jelas, dan impactful.
- Kurang tahu soal prioritas pembangunan Indonesia atau SDGs
Pelajari RPJMN, SDGs, dan isu-isu strategis di bidangmu. AAS nyari awardee yang bisa kontribusi ke prioritas pembangunan.
- Overclaiming / terlalu membesar-besarkan diri
Jujur aja soal peranmu, tapi fokuskan pada inisiatif dan dampak riil yang kamu lakukan.
- Kurang update isu sosial atau kebijakan publik
AAS suka kandidat yang melek isu & bisa jadi agent of change.
- Ngandelin hafalan
Kuasai poin-poin penting, tapi jawablah dengan cara yang natural dan fleksibel.
- Gak tahu apa Itu AAS dan nilai-nilainya
Pahami nilai-nilai AAS: equity, inclusivity, development impact, leadership, dan mutual understanding.
- Terlalu formal atau terlalu santai
Pakai bahasa yang jelas, sopan, tapi tetap natural dan percaya diri.
- Jawaban terlalu umum atau klise dan tanpa contoh nyata
- Rencana kontribusi gak konkret
Baca juga: Wawancara Beasiswa AAS: 15 Bocoran Soal yang paling jadi primadona di Wawancara Beasiswa AAS
Mau meminimalisir kesalahan di wawancara beasiswa AAS? Scholars punya rahasianya untukmu!


