Fakta Unik dan Menarik tentang Beasiswa Australia Award Scholarship (AAS)
Beasiswa AAS atau Australia Award Scholarship adalah beasiswa yang berasal dari pemerintah australia. Beasiswa ini bersifat fully-funded atau beasiswa penuh. Tidak mengherankan tidak sedikit mahasiswa Indonesia yang menjadi pejuang beasiswa Australia Award Scholarship (AAS). Dibalik ke populerannya di antara pejuang beasiswa, mungkin ada beberapa fakta menarik yang belum kamu tahu tentang beasiswa Australia Award Scholarship (AAS) ini. Untuk info dan persiapan beasiswa lain, click disini
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Menangung biaya Seleksi
Beberapa tahap seleksi Beasiswa Australia Award Scholarship (AAS) adalah tes IELTS dan wawancara di jakarta. Bagi kamu yang tidak berdomisili di jakarta, kamu tidak usah khawatir karena beasiswa Australia Award Scholarship (AAS) menanggung tiket pesawat PP. Jadi kamu tinggal berangkat kan. Selain itu, kamu juga tidak perlu khawatir, karena test IELTS nya pun gratis. Dan lebih gilanya lagi, kamu akan mendapatkan tunjangan biaya akomodasi maksimal 750.000.
Baca juga: [Bagian 1] Tips Menulis Esai Beasiswa Australia Awards Scholarships (AAS)
Nilai IELTS minimal
Kalau kamu membaca banyak kelebihan beasiswa Australia Award Scholarship (AAS), mungkin kamu akan berfikir, syarat IELTSnya bakal tinggi. Faktanya, syarat IELTS beasiswa Australia Award Scholarship (AAS) ini bisa dibilang paling rendah dari beasiswa fully-funded lain. kamu hanya butuh skor 5,5. Nilai segitu, cukup bisa dijangkau loh oleh rata-rata orang.
Baca juga: [Bagian 2] Tips Menulis Esai Beasiswa Australia Awards Scholarships (AAS)
Tidak ada syarat berkas yang banyak
Biasanya, beasiswa memiliki syarat berkas atau dokumen yang bejibun. Banyak banget syarat berkas yang harus disubmit seperti surat keterangan sehat, surat keterangan bebas narkoba, surat keterangan bebas TBC. Namun, untuk Beasiswa Australia Award Scholarship (AAS), kamu tidak perlu untuk submit semua berkas tersebut. Yup, semua berkas yang disebutkan tadi tidak menjadi persyaratan beasiswa Australia Award Scholarship (AAS). Adapun untuk SKCK diminta pada saat dinyatakan lulus wawancara saja.
Dibuka setiap tahun di bulan yang sama
Beasiswa ini juga termasuk beasiswa yang konsisten dalam hal waktu penerimaan pendaftaran beasiswa Australia Award Scholarship (AAS). Yaitu antara bulan februari – april. Ini cukup menguntungkan karena kamu bisa benar-benar tahu dan mengukur sejauh mana persiapan kamu. Sebagai contoh, karena bulan April adalah deadline pendaftaran, paling tidak, bulan februari kamu sudah punya semua persyaratan termasuk IELTS.
Memiliki ribuan pendaftar
Beasiswa ini bisa dibilang beasiswa yang sangat diminati oleh pejuang beasiswa Indonesia. bayangkan saja, paling tidak setiap tahun ada sekitar 3000 – 5000 pendaftar yang mendaftar beasiswa Australia Award Scholarship (AAS) setiap tahunnya, dan caba tebak berapa orang yang dinyatakan diterima sebagai awardee beasiswa Australia Award Scholarship (AAS). Per tahun rata-rata 200 awardee yang terpilih.
Tidak membutuhkan LoA
Beasiswa se-prestisius ini memang tidak minta aneh-aneh. Yup beasiswa Australia Award Scholarship (AAS) tidak mewajibkan pendaftar untuk mensubmit LoA (letter of Acceptene) atau surat yang menyatakan kalau kamu sudah diterima di sebuah universitas. Dengan kata lain, kamu bisa mendaftar beasiswa dulu, baru setelah itu mendaftar universitasnya.
Jumlah pewawancara
Jumlah total pewawancara beasiswa Australia Award Scholarship (AAS) adalah 2 orang dimana dua orang ini terdiri dari 1 pewawancara dari australia dan satu lagi dari Indonesia. walaupun demikian, bahasa yang digunakan selama wawancara adalah bahasa Inggris.
Baca juga: Tips Lolos Beasiswa Australia Awards Scholarship AAS


