Beasiswa LPDP Kerja Sama Georgetown School of Foreign Service (SFS) Asia-Pacific 2025 untuk Kuliah S2 Dalam dan Luar Negeri
Beasiswa LPDP – Georgetown School of Foreign service (SFS) Asia-Pacific Program Master 2025 adalah program beasiswa kerja sama antara LPDP dan Georgetown University. Program Beasiswa LPDP – Georgetown SFS Asia-Pacific Program Master 2025 bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kemampuan sumber daya manusia, teknologi dan manajemen khususnya dalam mendukung di bidang diplomasi dan hubungan internasional. Jika mendaftar di program beasiswa ini, maka kamu berkesempatan untuk kuliah baik di Indonesia maupun di luar negeri, yakni di Georgetown SFS Asia-Pacific di Jakarta dan Georgetown University di Washington, DC atau di kampus Georgetown University di Qatar. Tertarik? Untuk info selengkapnya dapat dibaca di bawah ini. Untuk info beasiswa lain, click di sini.
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5
Cakupan Beasiswa
- Dana pendaftaran
- Dana SPP/tuition fee/uang kuliah tunggal
- Dana tunjangan buku
- Dana penelitian tesis
- Dana seminar internasional
- Dana publikasi jurnal internasional
- Dana transportasi (PP Jakarta – Washington DC)
- Dana aplikasi visa
- Dana asuransi kesehatan
- Dana kedatangan
- Dana hidup bulanan
- Dana lomba internasional
- Dana keadaan darurat (jika diperlukan)
Baca juga: Wawancara LPDP: 15 Pertanyaan Wawancara LPDP yang Bikin Kamu Speechless Di Tengah Ruangan
Persyaratan
- Warga Negara Indonesia termasuk Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil (CPNS/PNS), TNI dan POLRI.
- Peserta wajib mendaftar program studi Executive Master in Diplomacy and International Affairs (EMDIA) di Georgetown SFS Asia-Pacific (GSAP).
- Telah menyelesaikan studi program Sarjana/Diploma (S1/D4).
- Pendaftar yang telah menyelesaikan studi magister (S2) tidak diizinkan mendaftar.
- Pendaftar yang sedang menempuh studi (on going) dapat mendaftar dengan ketentuan berikut:
- Mendaftar pada program studi dan/atau perguruan tinggi tujuan yang berbeda dari yang sedang ditempuh;
- Pendaftar yang lulus seleksi substansi wajib membuat dan menandatangani surat pengunduran diri yang ditujukan kepada perguruan tinggi atas program studi yang sedang ditempuh serta menyampaikan surat tersebut kepada LPDP paling lambat 2 (dua) pekan setelah diumumkan lulus seleksi substansi;
- Pendaftar wajib untuk menyerahkan surat pemberhentian resmi dari program studi atau perguruan tinggi sebelum penandatanganan surat pernyataan Penerima Beasiswa;
- Bagi pendaftar yang lulus seleksi substansi dan tidak memenuhi ketentuan tersebut di atas, maka LPDP dapat membatalkan statusnya sebagai Calon Penerima Beasiswa;
- Bagi pendaftar yang menyelesaikan studi dan mendapat gelar sebelum pengumuman seleksi substansi, maka LPDP dapat membatalkan statusnya sebagai Calon Penerima Beasiswa.
- Pendaftar yang sedang menempuh studi (on going) dokter spesialis/dokter subspesialis dapat mendaftar program magister, dengan ketentuan:
- Pendaftar yang lulus seleksi substansi wajib menyelesaikan jenjang studi sebelumnya yang berbeda dengan pendaftaran ke LPDP, sebelum melakukan penandatanganan Surat Pernyataan Penerima Beasiswa.
- Pendaftar wajib menyerahkan ijazah atau surat keterangan lulus dari perguruan tinggi jenjang studi sebelumnya yang berbeda dengan jenjang studi pendaftaran ke LPDP, sebelum penandatanganan surat pernyataan Penerima Beasiswa.
- Bagi pendaftar yang lulus seleksi substansi dan tidak memenuhi ketentuan tersebut di atas, maka LPDP dapat membatalkan statusnya sebagai Calon Penerima Beasiswa jika telah melebihi batas waktu penandatanganan Surat Penyataan Penerima Beasiswa, yang telah ditetapkan oleh LPDP.
- Pendaftar yang pernah menempuh studi namun tidak menyelesaikan studi pada program magister baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun perguruan tinggi di luar negeri dapat mendaftar Beasiswa LPDP di jenjang studi yang sama dan dibuktikan dengan surat pemberhentian/sejenisnya sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi tersebut.
- Melampirkan surat rekomendasi dari akademisi atau tokoh masyarakat, menggunakan online form atau offline form (unggahan) diterbitkan paling lama 1 (satu) tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran beasiswa, dengan ketentuan:
- Online Form, disampaikan dengan cara menginput data pemberi rekomendasi melalui aplikasi pendaftaran yang terdiri dari nama perekomendasi, instansi, jabatan, email aktif dan nomor handphone. Selanjutnya, LPDP akan mengirimkan email kepada perekomendasi untuk mengisikan rekomendasi yang kemudian dikirimkan (submit) kepada LPDP.
- Offline Form (unggahan dokumen) yang ditandatangani oleh pemberi rekomendasi, disampaikan dengan cara mengunggah dokumen pada aplikasi pendaftaran serta mengisikan data bulan dan tahun surat tersebut diterbitkan atau ditandatangani.
- Bagi pendaftar berstatus PNS dan CPNS wajib melampirkan surat usulan/rekomendasi yang ditujukan kepada LPDP sekurang-kurangnya dari pejabat setingkat eselon II yang membidangi pembinaan/ pengembangan SDM pada Kementerian/ Lembaga atau Pemerintah Daerah tempat pendaftar bekerja dengan ketentuan:
- Mengusulkan atau merekomendasikan pendaftar untuk mengikuti program Beasiswa LPDP; dan
- Mencantumkan Nama Lengkap serta Nomor Induk Pegawai (NIP) pendaftar (contoh format terlampir).
- Bagi pendaftar yang merupakan lulusan Sekolah Kedinasan yang belum diangkat menjadi CPNS diperbolehkan mendaftar dengan mengunggah surat keterangan dari Kementerian/Lembaga yang menaungi sekolah tersebut dan menjelaskan bahwa pendaftar sedang dalam proses pengangkatan CPNS dan mendapatkan izin untuk mengikuti seleksi beasiswa LPDP sebagai pengganti surat usulan dari institusi pendaftar.
- Bagi pendaftar berstatus prajurit TNI wajib melampirkan surat usulan/rekomendasi yang ditujukan kepada LPDP sekurang-kurangnya pejabat yang membidangi pembinaan SDM pada Mabes TNI/ TNI AD/ TNI AL/ TNI AU untuk mengikuti program beasiswa LPDP.
- Bagi pendaftar berstatus anggota POLRI wajib melampirkan surat usulan atau surat rekomendasi yang ditujukan kepada LPDP sekurang-kurangnya pejabat yang membidangi pembinaan SDM pada Mabes POLRI untuk mengikuti program beasiswa LPDP.
- Memenuhi ketentuan batas usia pendaftar per 31 Desember tahun pendaftaran paling tinggi berusia 42 (empat puluh dua) tahun.
- Mengunggah dokumen Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pada jenjang studi sebelumnya (Diploma Empat/D4 atau Sarjana/S1) sekurang-kurangnya 2,75 pada skala 4,00 atau yang setara dibuktikan dengan transkrip nilai asli atau telah dilegalisir. Bagi pendaftar lulusan S1/D4 dari studi lanjutan D3, wajib menyertakan transkrip yang memuat seluruh proses studi D3 dan S1/.
- Bagi pendaftar lulusan perguruan tinggi luar negeri pada jenjang pendidikan sebelumnya, wajib melampirkan.
- Hasil penyetaraan ijazah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, melalui laman https://piln.kemdikbud.go.id/ atau Kementerian Agama melalui laman https://diktis.kemenag.go.id/penyetaraanijazah/
- Hasil konversi IPK dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui laman https://piln.kemdikbud.go.id/ atau Kementerian Agama melalui laman https://diktis.kemenag.go.id/penyetaraan ijazah/
- Tangkapan layar ajuan penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK pada laman Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atau Kementerian Agama mengenai penyetaraan ijazah dan konversi IPK bagi pendaftar yang penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK-nya belum terbit.
- Mengunggah dokumen sertifikat kemampuan Bahasa Inggris yang berlaku paling lambat pada 2 (dua) tahun terakhir, terhitung sampai dengan tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode pendaftaran berjalan (18 Juli 2025). Sertifikat diterbitkan oleh ETS (ets.org) atau IELTS (www.ielts.org) dengan ketentuan memiliki skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL iBT® 80 atau IELTS™ 7.0.
- Menyetujui surat pernyataan yang telah disediakan pada aplikasi pendaftaran LPDP dengan keseluruhan poin-poin terlampir.
- Menulis komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia.
- Jika pendaftar memiliki publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi maka pendaftar mengisi riwayat publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi pada aplikasi pendaftaran.
Baca juga: Wawancara LPDP: Ini 6 Modal Utama Biar Kamu Gak Zonk Saat Wawancara Beasiswa LPDP
Persyaratan Dokumen
- Biodata diri/profil diri (diisi pada formulir pendaftaran online)
- Kartu Tanda Penduduk (KTP)
- Ijazah S1 atau Surat Keterangan Lulus
- Surat pemberhentian sebagai mahasiswa dari Perguruan Tinggi bagi yang tidak menyelesaikan studi
- Transkrip nilai S1
- Sertifikat kemampuan bahasa Inggris
- Dokumen penyetaraan ijazah
- Dokumen konversi IPK
- Surat pernyataan sesuai format LPDP (bermaterai)
- Surat rekomendasi
- Surat usulan dari pejabat yang membidangi SDM bagi pendaftar PNS/TNI/POLRI sesuai ketentuan.
- Profil diri (diisi pada formulir pendaftaran online)
- Komitmen kembali ke Indonesia dan rencana kontribusi pasca studi (diisi pada formulir pendaftaran online)
- Publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi (diisi pada formulir pendaftaran online)
- Bukti pendaftaran pada Georgetown SFS Asia-Pacific
Baca juga: Wawancara Beasiswa LPDP: Cara Menjawab pertanyaan kritis atau sulit di wawancara LPDP
Prosedur Pendaftaran
- Mendaftar pada Program EMDIA, Georgetown SFS Asia-Pacific.
- Mendaftar secara online pada situs pendaftaran Beasiswa LPDP.
- Melengkapi dan mengunggah semua dokumen yang dipersyaratkan pada aplikasi pendaftaran.
- Pastikan melakukan submit aplikasi pendaftaran untuk mendapatkan kode registrasi/pendaftaran.
Baca juga: Dokumen Beasiswa LPDP: 18 Checklist Penting Biar Lolos Seleksi Administrasi Tanpa Drama
Pendaftaran
Deadline: 26 Juni 2025
Official Account
Official Website: https://lpdp.kemenkeu.go.id/en/
Instagram: @lpdp_ri
Untuk info lebih lanjut dan pendaftaran, click di bawah ini:
Official Info || Pendaftaran


