Beasiswa LPDP: Auto bikin lolos one shot
Kalau 7 cara jawab ini kamu terapin di form penilaian diri Beasiswa LPDP
Kamu pasti udah sering dengar kalau Beasiswa LPDP adalah salah satu beasiswa paling bergengsi di Indonesia. Tapi, tahu nggak? Banyak calon pendaftar gagal bukan karena kurang pintar atau kurang berprestasi, tapi karena salah strategi saat ngisi form penilaian diri. Padahal, ini adalah salah satu komponen paling krusial yang jadi pertimbangan utama tim penyeleksi.
Nah, kabar baiknya, ada cara untuk bikin form penilaian dirimu langsung standout di mata reviewer. Lewat 7 cara jawab yang tepat, kamu bisa menunjukkan nilai diri yang kuat, konsisten, dan relevan dengan tujuan LPDP — tanpa harus mengarang cerita atau lebay.
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5
7 cara jawab ini kamu terapin di form penilaian diri Beasiswa LPDP
Pertanyaan
Sebutkan kelebihan dan kekurangan yang anda miliki!
Hindari
- Menjawab dengan membuat list kelebihan/kekurangan tanpa penjelasan
- Memilih kelebihan/kekurangan yang kurang relate dengan studi/kontribusi
Scholars pro tips
- Gunakan SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat)
- Sebutkan poin kelebihan lebih banyak dari kekurangan
- Tulis kekurangan yang bisa di handle dengan kelebihan
- Kekurangan ditulis dengan memberikan solusi dan cara menghadapinya
- kelebihan tindak hanya me-mention bentuk kelebihannya tapi berikan contohnya
- Tulislah pengalaman yang mendukung kelebihan
- Hati-hati dengan pemilihan kata
Baca juga: Dokumen Beasiswa LPDP: 18 Checklist Penting Biar Lolos Seleksi Administrasi Tanpa Drama
Contoh
| Kelebihan | Kekurangan |
| Social intelligence, saya cakap dalam menempatkan diri di lingkungan tempat saya berada yang dibuktikan dengan saya mampu berkoordinasi dengan baik sehingga terget pekerjaan selalu mencapai target pada saat saya mendapatkan amanah di divisi lain | Saat bekerja dalam tim, saya seringkali merasa kesulitan untuk menyampaikan pendapat karena takut dinilai negatif oleh anggota lain. Tekanan ini membuat saya cenderung pasif dan kurang berani mengambil inisiatif. Namun, saya menyadari bahwa penting untuk memiliki keberanian dalam mengutarakan pendapat dan memberikan kontribusi. Saya mulai membangun hubungan yang lebih baik dengan anggota tim dan mencari mentor yang dapat memberikan dukungan. Dengan adanya dukungan dari orang-orang terdekat, saya merasa lebih percaya diri untuk menyampaikan ide-ide saya dan berkontribusi secara aktif. |
Baca juga: Beasiswa LPDP: Jangan Daftar LPDP Sebelum Tahu 5 Kesalahan Ini!
Mau lebih siap ngadepin form penilaian diri Beasiswa LPDP?Scholars punya rahasianya untukmu!


