Beasiswa AAS: Hal Yang Menjadi Red Flag dalam Menulis Essay Australia Awards Scholarship (AAS)
Australia Awards Scholarships (AAS) adalah beasiswa bergengsi dari pemerintah Australia untuk mendukung pembangunan negara berkembang, termasuk Indonesia. Beasiswa ini memberi kesempatan bagi calon pemimpin Indonesia untuk melanjutkan studi Master (S2) atau PhD (S3) di Australia, dengan dukungan untuk persiapan akademik, bahasa Inggris, dan pengembangan profesional. Dinilai berdasarkan kualitas profesional, kemampuan akademik, dan potensi berkontribusi pada pembangunan Indonesia. Program ini juga mendukung hubungan bilateral antara Australia dan negara-negara mitra, terutama di kawasan Indo-Pasifik, untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang dapat mendukung pembangunan negara asal.
Untuk lolos sebagai awardee beasiswa AAS kamu perlu mempersiapkan segala hal mulai dari tahap administrasi hingga seleksi wawancara. Namun ada salah satu seleksi yang paling sering menjadi penilaian krusial yaitu Essay. Berikut merupakan Hal Red Flag yang wajib kamu hindari ketika kamu menulis essay
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5
Kalimat Belas Kasihan atau Memohon untuk Diloloskan Red Flag, Kenapa?
1. Tidak Profesional
Esai beasiswa adalah kesempatan penting untuk menunjukkan siapa diri kamu. Jika kamu menggunakan nada yang terkesan ‘mengemis’ atau meminta kasihan, reviewer bisa berpikir bahwa kamu kurang siap atau tidak memiliki kepercayaan diri.
2. Kurang Fokus Sama Potensi Diri
Pihak beasiswa biasanya mencari pelamar yang percaya pada kemampuan mereka sendiri dan tahu apa yang dapat mereka capai. Jika kamu hanya fokus pada kata-kata seperti ‘tolong pilih saya’ tanpa menunjukkan kelebihanmu, kamu akan terlihat kurang menonjol.
3. Meleset dari Tujuan Esai
Esai beasiswa bertujuan untuk menunjukkan rencana masa depanmu, seperti kontribusi yang akan kamu berikan setelah menerima beasiswa. Namun, jika isinya lebih banyak berfokus pada cerita sedih atau meminta belas kasihan, itu tidak sesuai dengan apa yang mereka cari.
4. Kesan Kurang Dewasa
Pihak beasiswa AAS melihat kamu sebagai seseorang yang matang dan siap menghadapi tantangan. Kalimat yang meminta belas kasihan justru memberi kesan bahwa kamu belum siap untuk memikul tanggung jawab besar.
5. Banyak Saingan Kompetitif
Kamu tidak sendirian dalam mendaftar beasiswa ini. Banyak pelamar lain yang juga menunjukkan perjuangan mereka dengan cara yang positif. Reviewer lebih tertarik pada pelamar yang percaya diri dan menunjukkan kemampuan, bukan mereka yang mengandalkan belas kasihan.
Baca Juga : Beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS) 2024 untuk Kuliah S2 S3 di Australia
Contoh Kalimat yang Terkesan Meminta Belas Kasihan
- Tanpa kedua orang tua, saya menghadapi kesulitan yang luar biasa. Beasiswa ini adalah satu-satunya harapan saya untuk melanjutkan pendidikan dan mengubah hidup saya yang penuh keterbatasan
- Sebagai seseorang yang telah kehilangan kedua orang tua, saya merasa hidup saya penuh perjuangan. Mohon pertimbangkan kondisi saya ini, karena tanpa bantuan beasiswa, saya tidak mampu melanjutkan pendidikan yang saya impikan
Baca Juga : Tips Menulis Esai Beasiswa Australia Awards Scholarships (AAS) part 1
Baca Juga : Tips Menulis Esai Beasiswa Australia Awards Scholarships (AAS) part 2
Gimana nih guys, udah paham belum hal yang red flag dalam essay AAS? mau tau tips dan trik lebih dalam lagi?? Yuk, Join Kelas Persiapan Beasiswa Scholars!


