Esai Beasiswa LPDP: Do’s and Don’ts menulis esai beasiswa LPDP per paragraf dan secara umum
Esai adalah salah satu penentu nasibmu lolos atau tidak di beasiswa LPDP. Banyak pelamar punya niat dan mimpi besar, tapi gagal menyampaikannya secara terstruktur dalam esai, akhirnya peluangmu bisa hilang sia-sia. Padahal, esai LPDP bukan sekadar tugas menulis panjang, tapi cerminan siapa dirimu, bagaimana cara berpikirmu, dan seberapa serius kamu menjalani tujuan studi dan kontribusi untuk Indonesia.
Dalam menulis esai LPDP, ada do’s and don’ts yang perlu kamu pegang, baik per paragraf maupun secara umum, agar esaimu tidak berakhir datar atau tidak terbaca. Kamu akan belajar cara menulis paragraf pembuka yang langsung mengaitkan dirimu dengan mimpimu, paragraf tengah yang memuat rekam jejak dan rencana kontribusi secara spesifik, hingga paragraf penutup yang kuat dan mengundang reviewer untuk mengenalmu lebih dalam. Yuk, Siapkan catatanmu!
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5
Do’s and Don’ts menulis esai beasiswa LPDP per Paragraf
Paragraf Pembukaan
| Do’s | Don’ts |
| – Tulis pembuka yang personal, relevan dengan jurusan/negara tujuan. – Jelaskan motivasi kamu mengambil bidang tersebut dan kaitkan dengan pengalaman atau masalah nyata. – Pakai kalimat aktif, to the point, dan menggugah rasa penasaran reviewer. – Membuka esai dengan pengalaman pribadi yang konkret menciptakan daya tarik dan kredibilitas. – Mengaitkan latar belakang kamu dengan kontribusi nyata yang telah kamu lakukan di masyarakat. Sehingga pernyataan tersebut bersifat relevan | – Jangan terlalu generik seperti “Saya ingin kuliah S2 agar menambah ilmu.” – Hindari langsung menulis “Saya ingin membantu bangsa” tanpa penjelasan relevan. – Jangan copy-paste kutipan motivasi yang tidak dengan dirimu. – Menulis hal yang kurang relevan dan tidak menunjukkan hubungan antara mimpi kamu dengan misi LPDP, yaitu kontribusi untuk Indonesia. – Menggunakan kalimat yang cenderung menimbulkan kesan egois karena berfokus pada pengalaman pribadi tanpa menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat atau negara. |
| Contoh: Sebagai seorang pendidik, saya memahami tantangan besar yang dihadapi oleh generasi muda Indonesia. terutama di daerah terpencil. Selama lima tahun terakhir, saya telah mengabdikan diri sebagai guru di pedesaan Sulawesi Selatan. | Contoh:Sejak kecil, saya selalu bermimpi untuk belajar di luar negeri. Saya percaya pengalaman ini akan membuat saya menjadi pribadi yang lebih mandiri dan membuka wawasan saya tentang dunia |
Baca juga: Beasiswa LPDP: Do and don’t persiapan syarat LPDP
Paragraf Latar Belakang Diri
| Do’s | Don’ts |
| – Ceritakan latar belakang pendidikan, organisasi, atau pekerjaan yang relevan dengan rencana studi. – Tekankan kontribusi atau capaian yang menunjukkan kapabilitasmu. – Tulis narasi, bukan daftar poin. | – Jangan hanya mengulang CV atau transkrip. – Hindari menulis “Saya adalah orang yang rajin dan tekun” tanpa bukti nyata. – Jangan menggunakan bahasa berlebihan seperti “Saya paling hebat” tanpa dasar. |
| Contoh: Saya merupakan lulusan S1 Ilmu Kelautan Universitas X dengan IPK 3,65. Selama kuliah, saya aktif dalam organisasi kampus dan menjadi koordinator program pengolahan sampah plastik di pantai, yang berhasil mengurangi sampah plastik hingga 30% di daerah tersebut dalam enam bulan. Pengalaman ini semakin memperkuat niat saya untuk melanjutkan studi di bidang kelautan, khususnya dalam pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan. | Contoh: Saya aktif organisasi |
Paragraf Permasalahan yang Ingin Dipecahkan
| Do’s | Don’ts |
| – Jelaskan masalah di Indonesia yang relevan dengan bidangmu. – Tulis secara spesifik, berikan data atau contoh konkret. – Hubungkan dengan keilmuan yang akan kamu ambil saat studi. | – Hindari masalah yang terlalu umum seperti “Pendidikan Indonesia tertinggal.” – Jangan hanya menyalahkan pemerintah tanpa solusi. – Jangan menulis terlalu panjang tanpa arah. |
| Contoh: Indonesia sebagai negara kepulauan masih menghadapi masalah dalam pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan, terutama tingginya penangkapan ikan ilegal dan kerusakan terumbu karang akibat aktivitas penangkapan yang tidak ramah lingkungan. Berdasarkan data KKP 2024, sekitar 38% terumbu karang Indonesia dalam kondisi rusak. Permasalahan ini memerlukan sumber daya manusia yang memiliki keahlian dalam pengelolaan laut secara berkelanjutan untuk menjaga ekosistem laut Indonesia. | Contoh: Indonesia banyak masalah. |
Baca juga: Esai Beasiswa LPDP: Ini Rahasia Nulis Esai Ala Penerima Beasiswa LPDP
Paragraf Rencana Studi
| Do’s | Don’ts |
| – Tuliskan rencana studi: mata kuliah, riset yang ingin diambil, dan hubungannya dengan karirmu. – Jelaskan alasan memilih kampus tujuan. – Hubungkan dengan masalah yang ingin kamu selesaikan. | – Jangan menulis “Saya ingin belajar semua mata kuliah.” – Hindari menulis asal ingin kuliah di luar negeri tanpa penjelasan mengapa kampus itu relevan. – Jangan copy-paste deskripsi kampus dari website. |
| Contoh:Saya berencana untuk melanjutkan studi S2 di bidang Sustainable Marine Resource Management di University of X, yang memiliki fokus riset pengelolaan laut berkelanjutan dan kebijakan kelautan berbasis masyarakat. Program ini memiliki mata kuliah seperti Marine Policy, Coastal Ecosystem Management, dan Community-Based Fisheries yang sangat relevan dengan rencana kontribusi saya ke depan. | Contoh: Saya ingin belajar semua mata kuliah. |
Paragraf Rencana Kontribusi
| Do’s | Don’ts |
| – Jelaskan kontribusi nyata setelah studi: di tempat kerja, riset, atau komunitas. – Kaitkan dengan masalah di paragraf sebelumnya. – Sertakan target waktu kontribusi (misal 1–2 tahun pasca studi). | – Jangan menulis “Saya ingin membantu Indonesia” tanpa detail bagaimana caranya. – Hindari rencana kontribusi yang tidak sesuai bidangmu. – Jangan hanya menulis “Saya akan menjadi dosen” tanpa alasan kuat. |
| Contoh: Setelah menyelesaikan studi, saya berencana kembali ke daerah asal saya untuk mengembangkan program pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pelatihan penangkapan ikan ramah lingkungan dan pengolahan hasil laut bernilai tambah. Selain itu, saya ingin berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan pengelolaan laut berbasis masyarakat sehingga ekosistem laut tetap terjaga dan ekonomi masyarakat meningkat. | Contoh: Saya akan berkontribusi untuk Indonesia |
Baca juga: Esai Beasiswa LPDP: 50 checklist bikin esai beasiswa LPDP anti di skip
Paragraf Penutup
| Do’s | Don’ts |
| – Tulis penutup yang menegaskan komitmenmu. – Beri kesan optimis, tulus, dan tidak berlebihan.Ucapkan terima kasih secara ringkas. – Gunakan kalimat positif yang menunjukkan keyakinan. – Tulis kesimpulan yang merangkum: motivasi, tujuan studi, kontribusi. | – Hindari penutup terlalu panjang. – Jangan menulis terlalu merendah atau terlalu sombong. – Jangan menggunakan bahasa pasrah seperti “Saya hanya berharap semoga diterima.” – Jangan menggunakan kalimat pasif dan lemah. – Hindari “Mohon doanya semoga saya diterima,” di esai. – Jangan tutup dengan kata klise seperti “Sekian dan terima kasih.” |
| Contoh: Beasiswa LPDP akan menjadi langkah penting untuk mewujudkan visi saya, karena mendukung saya dalam mengembangkan keahlian teknis dan jejaring global yang relevan. Saya berkomitmen untuk membawa perubahan nyata dalam pendidikan di daerah terpencil Indonesia. | Contoh: Saya berharap LPDP dapat membantu saya mewujudkan impian ini. Setelah lulus, saya ingin bekerja di sektor swasta untuk memajukan karier saya. |
Baca juga: Essay LPDP : 4 Elemen Pelengkap yang Bikin Essay Beasiswa LPDP Kamu Makin Powerfull
Don’ts and Do’s menulis esai beasiswa LPDP secara umum
| Don’ts | Do’s |
| Menulis esai yang dramatis biar lolos. | Boleh angkat cerita personal, tapi tetap berdasarkan fakta dan jujur. Plus, relevan sama topik esai. |
| Tulis esai panjang dan super lengkap. Menggunakan kalimat-kalimat panjang biar semua cerita tersampaikan. | Perhatikan ketentuan jumlah kata. Cantumkan informasi dan pencapaian relevan. Cukup ambil 1-2 pencapaian yang ada di CV. |
| Meniru contoh esai dari Awardee, biar ketularan lolos. | Ingat, esai itu personal. Jadikan contoh dari mereka sebagai panduan, bukan bahan jiplakan. |
| Bikin esai mepet-mepet deadline. | Berikan waktu minimal 1 bulan buat menulis esai, biar hasilnya lebih maksimal. |
| Setelah menulis, langsung kirim karena udah yakin. | Revisi, revisi, revisi! Hindari kesalahan ejaan, typo, bahkan poin-poin dalam isi. Selain revisi sendiri, minta bantuan orang lain buat proofread. Kalau enggak ada teman yang bisa bantu, coba cari jasa proofread. Kamu juga bisa sekalian minta feedback dari esai. |
| Hindari menulis poin acak yang tidak nyambung antarparagraf. | Pastikan 1 paragraf = 1 ide inti |
Baca juga: Essay Beasiswa LPDP: 11 cara biar esai LPDP kamu gak nyebar vibes sombong
Pengen membuat esai beasiswa LPDP yang bikin lolos seleksi LPDP?Scholars punya rahasianya untukmu!


