Panduan Penulisan Esai Beasiswa Cendekia Baznas 2022

Panduan Penulisan Esai Beasiswa Cendekia Baznas 2022

Esai adalah salah satu persyaratan yang paling sering muncul dalam pendaftaran beasiswa, salah satu di pendaftaran Beasiswa Cendekia Baznas. Jika kamu masih bingung dengan tata cara penulisan esai, maka kamu wajib membaca artikel ini. Di artikel kali ini, Scholars akan memberikan panduan bagaimana menulis esai untuk mendaftar Beasiswa Cendekia Baznas. Yuk, simak artikelnya di bawah ini agar peluangmu lolos beasiswa makin besar. Untuk persiapan beasiswa lain, click di sini.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5

Aturan Penulisan

Sebelum memulai penulisan dan menentukan bagaimana kamu akan memulai kalimat pertamamu, hal paling pertama yang harus kamu ketahui adalah aturan penulisannya. Pihak Beasiswa Cendekia Baznas telah menentukan aturan penulisan berupa jenis font, ukuran font, serta spasi yang digunakan. Untuk jenis font yang digunakan, pihak BCB menentukan bahwa pendaftar harus menggunakan font Calibri. Sementara untuk ukuran atau size font, ditetapkan di angka 12. Yang terakhir adalah aturan spasinya yang ditetapkan pada spasi 1.

Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa Cendekia Baznas

Panjang Tulisan

Hal berikutnya yang perlu kamu ketahui adalah panjang tulisan/esai. Pihak BCB juga telah menetapkan batasan minimal dan maksimal tulisan. Batasan minimalnya adalah 1 halaman di kertas berukuran A4. Sementara untuk batasan maksimalnya adalah 2 halaman. Jadi, pastikan panjang tulisanmu tidak kurang atau pun tidak lebih dari batas minimal dan maksimal yang telah ditetapkan.

Baca juga: Fakta Unik dan Menarik Beasiswa Jentera

Isi Tulisan

Nah, bagian ini adalah bagian paling penting dalam proses penulisan. Karena melalui isi esaimu, pihak beasiswa akan menentukan lolos atau tidaknya pendaftar. Terdapat tiga poin utama yang harus kamu gambarkan dalam esaimu, yakni kekuatan diri, rencana pasca lulus, serta kontribusi untuk zakat dan Indonesia.

Pertama, kekuatan diri yang dimaksud adalah keunggulan-keunggulan yang kamu miliki. Kamu bisa mendeskripsikan seperti apa potensi yang kamu miliki dan kamu unggulkan sehingga hal tersebut menjadi nilai plus yang tidak dimiliki oleh pendaftar lain. Ketika kamu menuliskan satu keunggulan atau potensimu, sebaiknya tidak hanya asal menuliskan potensi apa. Tapi, juga mencantumkan bagaimana potensi tersebut memberikan dampak dalam kehidupanmu dan berguna kepada orang lain.

Baca juga: Fakta Unik dan Menarik Beasiswa Grab Scholar untuk Mahasiswa S1 Dalam Negeri

Kedua, rencana pasca lulus adalah bagaimana kamu akan menata masa depan setelah lulus kuliah. Di poin ini, kamu bisa menggambarkan cita-cita atau rencana yang ingin kamu gapai. Bisa dalam segi pendidikan (misalnya melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi) atau rencana karir ke depan. Saat menuliskan rencana-rencanamu, pastikan untuk menuliskan alasannya juga. Kenapa kamu merencanakan hal tersebut? Bagaimana kamu akan mewujudkan hal tersebut?

Ketiga, kontribusi untuk zakat dan Indonesia. Pada poin ini kamu diminta untuk menceritakan bagaimana kamu akan turut berkontribusi untuk masyarakat secara umum dan khususnya dalam bidang zakat. Program beasiswa yang dikelola oleh Baznas ini tentunya ingin melihat bagaimana para penerima beasiswanya akan memberikan dampak positif dalam perkembangan pengelolaan zakat di masa depan. Jadi, silakan deskripsikan inovasi-inovasi apa saja yang akan menjadi sumbangsihmu terkait bidang zakat yang tentunya diharapkan akan memajukan Indonesia.

Baca juga: Penjelasan Persyaratan Beasiswa Kepemimpinan Teladan Tanoto Foundation 2023

Leave a Reply

Your email address will not be published.