Pengalaman Mendapatkan Beasiswa Cendekia Baznas
Halo semuanya. Perkenalkan, saya Hasnan Habib Harahap, biasa dipanggil Hasnan. Saya berasal dari Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Saya adalah mahasiswa jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di IAIN Padangsidimpuan. Saya adalah awardee Beasiswa Cendekian Baznar (BCB) untuk periode tahun 2018-2020. Untuk persiapan beasiswa lain, click disini.
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Badan Amil Zakat Nasional atau baznas adalah lembaga pengelolaan zakat nasional. Salah satu bentuk penyaluran dana zakat adalah melalui sebuah lembaga yang disebut Lembaga Beasiswa Baznas (LBB). LBB sendiri memiliki beberapa jenis beasiswa. Untuk info lebih lengkap, bisa langsung kunjungi Instagram @lembagabeasiswabaznas.
Beasiswa Cendikia Baznas (BCB) terbagi menjadi 3 kategori, yaitu BCB Studentpreneur Muda, BCB Aktivis Muda, dan BCB Teladan Muda. Pertama, BCB Studentpreneur Muda ditujukan kepada para pemuda yang sedang merintis usaha (besar kecilnya usaha tidak dipermasalahkan yang penting mau berkembang). Kedua, BCB Aktivis Muda ditujukan kepada para pemuda yang aktif dalam kegiatan kerelawanan atau aktif berkontribusi dalam kegiatan kemasyarakatan. Ketiga, BCB Teladan Muda ditujukan kepada mahasiswa yang aktif di organisasi internal maupun eksternal kampus, serta aktif dalam berbagai lomba baik nasional maupun internasional.
Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa KGSP di Korea Selatan Jalur Embassy
Seleksi Berkas
Seleksi berkas dilakukan oleh pihak LBB. Ada dua poin inti yang akan LBB lihat dari berkas para pendaftar. Pertama, apakah tergolong mustahik (orang yang berhak menerima zakat). Kedua, apakah sesuai dengan kategori yang diminta (studentpreneur, aktivis, atau teladan). Formulir pendaftaranmu harus memiliki jawaban “Ya” terhadap kedua pertanyaan itu. Itu hanyalah dua poin inti. Tentunya ada beberapa poin yang menjadi pertimbangan lain terhadap formulir yang diterima LBB.
Pastikan untuk melengkapi semua berkas yang diminta. Berkas yang tidak lengkap bisa menjadi alasan tidak lolosnya kamu menjadi awardee. Bagaimana dengan situasi pandemi covid-19 yang menghalangi kita mengurus berkas? LBB sudah memberikan jawaban langsung atas pertanyaan ini, seperti jika kamu tidak memungkinkan untuk mengurus surat aktif kuliah, kamu bisa menggunakan Kartu Rencana Studi. Kalau orang tua tidak punya slip gaji karena bukan pegawai/karyawan. Kamu bisa menggantinya dengan surat penghasilan yang ditandatangani oleh lurah/kepala desa.
Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa MEXT di Jepang
Selanjutnya, telitilah dengan jawaban yang diisi pada formulir. Sebagian pertanyaan di formulir memiliki relevansi satu sama lain, seperti pendapatan dan pengeluaran. Kalau pengeluaran per bulan Rp 2 juta, maka tidak relevan jika mengisi jumlah pendapatan Rp 1 juta. Pastikan untuk menghitung dengan baik agar tidak terkesan mengada-ada. Selain itu, show up kelebihanmu di kolom prestasi dan organisasi. Usahakan semua kolom di prestasi dan organisasi terisi. Kamu bisa memilih top 3 dari prestasi dan organisasi selama kuliah. Besar tidaknya organisasi atau prestasi itu urusan terakhir.
Selanjutnya, usahakan formulirnya rapi. Kalau kamu berniat untuk menggunakan tulisan tangan pada formulirnya, saya sarankan jangan ya (dikhawatirkan ada tulisan yang susah dibaca). Saya sarankan untuk mengisi formulirnya di word, kemudian print dan lengkapi formulir yang tidak bisa diisi di word (seperti tanda tangan). Selanjutnya, kumpulkan formulir dan lampiran sesuai urutan (pastikan sudah lengkap). Kemudian, scan (pastikan juga lengkap dan sesuai urutan). Terakhir, kirim. Pada saat mengirim berkas, pastikan ukuran berkas sesuai yang diminta (pasfoto max 1 MB, formulir max 10 MB).
Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa LPDP
Seleksi Wawancara
Setelah dievaluasi oleh LBB, maka tahapan selanjutnya adalah wawancara. Seleksi wawancara akan dilakukan oleh pihak kampus masing-masing. Setiap kampus tentunya memberikan proses wawancara yang berbeda-beda. Jadi, pastikan untuk lebih memahami bagaimana keadaan kampus masing-masing.
Kamu bisa bertanya kepada awardee BCB angkatan sebelumnya di kampus masing-masing tentang siapa yang bertanggungjawab terhadap kegiatan BCB (biasanya bagian akademik kampus). Ada kemungkinan merekalah yang akan menjadi pewawancara nantinya. Kamu bisa bertanya kepada para awardee seperti karakteristik pewawancara sehingga kamu lebih matang untuk bersikap ketika diwawancarai. Selain itu, harapan kampus terhadap para awardee BCB (dari sini kamu bisa mengumpulkan beberapa gambaran pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan).
Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa Unggulan
Selanjutnya, ceritakanlah tentang diri kamu. Pada bagian ini, kamu tidak perlu terlalu berpanjang lebar, cukup 1-2 menit atau maksimal 2-5 menit untuk menceritakan tentang diri kamu. Ada tiga poin penting yang harus kamu sampaikan, dan itu terwakili oleh tiga pertanyaan, yaitu siapakah kamu, mengapa kamu orang yang tepat, dan mengapa mendaftar beasiswa ini.
Siapakah kamu, ceritakanlah secara garis besar kamu seperti nama, jurusan, fakultas, serta minat kamu. Ceritakan juga latar belakang keluarga, seperti anak keberapa, pekerjaan orangtua, dan kamu dibesarkan dimana. Selanjutnya, mengapa kamu orang yang tepat. Ceritakan pencapaian kamu, seperti prestasi dan pengalaman. Jangan terlalu banyak menyebutkan prestasimu, tapi pilihlah yang paling menonjol. Selanjutnya, mengapa kamu mendaftar beasiswa ini. Tunjukkan antusias (ketertarikan) kamu terhadap beasiswa ini, seperti kesempatan untuk berkembang dengan pembinaan dan mentoringnya.
Baca juga: Pengalaman Mendaftar Lolos dan Kuliah di PKN STAN
Sampaikan juga tujuan mendapat beasiswa ini, jelaskan apa yang akan kamu lakukan dengan dana beasiswa, pembinaan, dan mentoring yang akan kamu terima nanti. Pada saat wawancara, pastikanlah untuk menjaga kontak mata. Tatap diantara 2 alis, sesekali tatap mata pewawancara. Dengarkan dan fokus kepada pertanyaan, tunjukkan rasa antusias, gunakan bahasa formal, bersikap komunikatif dan percaya diri, serta jujur dan jangan mengada-ada.
Baca juga: Pengalaman Mendaftar dan Mendapatkan Beasiswa Djarum Plus dari Beswan Djarum


