Pengalaman Mendapatkan Beasiswa MoE di Taiwan
Halo semuanya, perkenalkan nama saya adalah Aldy Vajero. Saya berasal dari Palembang. Saya adalah lulusan S2 di National Taipei University of Technology dengan Program Studi Fintech and Innovative Entrepreneur (MBA). Saya adalah salah satu awardee atau penerima beasiswa MoE di Taiwan. Beasiswa MoE atau beasiswa dari Ministry of Education Taiwan adalah program beasiswa yang didanai oleh pemerintah Taiwan. Di artikel ini, saya akan membagikan bagaimana proses yang saya lalui hingga mendapatkan beasiswa MoE di Taiwan. Untuk persiapan beasiswa lain, click disini.
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Dokumen-Dokumen Pendaftaran
Sebelum memulai proses pendaftaran, saya memulai dengan mempersiapkan dokumen-dokumen persyaratan beasiswa MoE. Dokumen-dokumen yang saya persiapkan meliputi, formulir pendaftaran, salinan akta kelahiran, salinan paspor, salinan KK, salinan ijazah dan transkrip nilai yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dab disahkan di notaris, salinan sertifikat kemampuan Bahasa Inggris (TOEFL minimal 550 dan IELTS minimal 6,5), salinan sertifikat kemampuan Bahasa Mandarin (jika ada).
Selain itu, kamu juga harus menyiapkan surat rekomendasi (surat rekomendasi bisa kamu minta dari rektor, dekan, profesor, atau pembimbingmu), essay tentang study plan yang isinya adalah rencana perkuliahanmu selama di Taiwan (buat sedetail mungkin, jelaskan target waktumu), serta essay yang berisi personal statement. Pada personal statementmu, pastikan kamu menuliskan keunggulan-keunggulanmu yang bisa menjadi pertimbangan bagi reviewer untuk meloloskanmu.
Baca juga: Pengalaman Menerima Beasiswa Jalur Syekh-Toyyib untuk Kuliah di Sudan
Mengirimkan Dokumen
Setelah menyiapkan dokumen-dokumen pendaftaran, kamu bisa melanjutkannya dengan mengirimkan dokumen-dokumenmu. Dokumen-dokumen pendaftaran dikirim ke kantor perwakilan Taiwan di Indonesia atau TETO (Taipei Economic Trade Office) yang beralamat di Jakarta, gedung Artha Graha lantai 12. Pastikan kamu telah melengkapi semua dokumen persyaratan beasiswa MoE sebelum mengirimkannya. Jadi, jangan ragu untuk melakukan double check atau meminta review dari teman atau keluargamu sebelum mengirimkan dokumenmu.
Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa Maroko
Jangan Pesimis atau Cepat Menyerah
Berhasil atau gagal adalah urusan belakang. Yang terpenting kamu sudah mencoba. Jika kamu gagal 10 kali bangkitlah sampai 100 kali, jangan sampai putus asa. Terkadang timeline atau rejeki kita ada di waktu yang lain. Jadi, apapun tantangan atau kesulitan yang kamu hadapi dalam proses pendaftaranmu, jangan cepat minder dengan prestasi atau kehebatan orang lain. Tapi, tetaplah pada jalanmu sendiri dan yakin kalau kamu bisa.
Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa ICCR India


