Penjelasan Persyaratan Dokumen Beasiswa Fulbright untuk Kuliah S2 di Amerika

Penjelasan Persyaratan Dokumen Beasiswa Fulbright untuk Kuliah S2 di Amerika

Kuliah di luar negeri tentunya menjadi hal yang dicita-citakan banyak orang. Salah satunya adalah Amerika, negara satu ini termasuk negara yang paling banyak dicita-citakan untuk melanjutkan pendidikan. Amerika menawarkan sistem dan kualitas pendidikan yang sudah diakui oleh seluruh dunia. Nah, bagi kamu yang bercita-cita untuk kuliah di Amerika, saat ini beasiswa Fulbright sedang membuka pendaftaran loh. Nah, untuk itu, yuk segera persiapkan dirimu untuk mendaftar. Sebagai panduan, berikut ini Scholars hadirkan artikel seputar persyaratan dokumen beasiswa Fulbright. Untuk persiapan beasiswa lain, click di sini.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5

Formulir Pendaftaran

Dokumen satu ini merupakan dokumen utama untuk mendaftar beasiswa Fulbright. Untuk panduan pengisiannya, kamu bisa membaca artikel selengkapnya di sini dan di sini. Kamu tinggal mendownload formulir yang sudah disediakan di laman resmi beasiswa Fulbright lalu mengisinya dengan lengkap. Pastikan untuk mengisi formulirmu dengan mengetik, bukan dengan menulis tangan. Selain itu, jangan lupa tempelkan foto di formulir pendaftaranmu.

Baca juga: Panduan Pengisian Formulir Pendaftaran Beasiswa Fulbright untuk Kuliah S2 di Amerika Part 1

Study Objective

Pada dokumen ini, kamu harus menuliskan jurusan yang ingin kamu ambil ketika kuliah S2 di Amerika. Jabarkan secara jelas dan detail tentang jurusan tersebut dan alasanmu memilihnya. Pastikan study objective yang kamu tulis tak lebih dari satu lembar yang ditulis dengan spasi 1. Di study objective, kamu diminta untuk menggambarkan bidang jurusan (khususnya mata kuliah) yang ingin kamu pelajari. Selain itu, kamu juga diminta untuk mengaitkan antara jurusan tersebut dengan jenjang pendidikan sebelumnya atau pengalaman kerjamu, serta bagaimana jurusan yang kamu pilih itu akan menunjang karirmu ke depan.

Baca juga: Panduan Pengisian Formulir Pendaftaran Beasiswa Fulbright untuk Kuliah S2 di Amerika Part 2

Personal Statement

Untuk personal statement, kamu diminta untuk menyatakan atau memberikan gambaran tentang bagaimana kamu akan mencapai goals atau tujuanmu. Pada dokumen ini sebaiknya kamu menghindari untuk sekadar menulis list atau daftar-daftar yang sifatnya hanya teori. Namun, sebaiknya kamu menyajikan informasi yang mendetail tentang pendidikanmu, pengalaman kerja yang pernah kamu lakukan, bidang yang diminati, serta rencana karirmu. Untuk memperkuat pernyataan tersebut, kamu bisa menambahkan contoh nyata dari kegiatan-kegiatan yang pernah kamu lakukan, baik di lingkungan akademik maupun di lingkungan kerjamu. Dokumen ini juga harus ditulis maksimal 1 halaman dengan spasi 1.

Baca juga: Fasilitas dan Pembiayaan yang didapatkan dari Beasiswa Fulbright untuk S2 di Amerika

Daftar Rujukan dari Tulisan

Tulisan yang dimaksud adalah tulisan ilmiah, baik berupa jurnal, artikel, buku, atau pun tulisan-tulisan yang tidak terpublikasi seperti skripsi saat menempuh pendidikan S1. Dari tulisan-tulisan tersebut, tentunya ada daftar rujukan atau daftar pustakanya. Nah, kamu diminta untuk melampirkan daftar rujukanmu secara lengkap sebagai salah satu dokumen persyaratan beasiswa Fulbright.

Baca juga: Penjelasan Persyaratan Beasiswa Fulbright untuk S2 di Amerika

Contoh Tulisan Akademik

Contoh tulisan akademik yang dipersyaratkan oleh pihak beasiswa Fulbright bertujuan untuk menilai kemampuan menulismu. Dokumen satu ini juga harus ditulis dalam bahasa Inggris dalam satu atau dua halaman. Tulisan akademik yang dimaksud adalah tulisan yang terkait dengan jurusan pilihanmu. Jadi, pastikan kamu menulis sesuai dengan jurusan yang kamu daftar. Bukannya malah menulis dengan topik yang tidak terkait dengan jurusanmu.

Baca juga: Tips Lolos Beasiswa Fulbright

Surat Rekomendasi

Untuk surat rekomendasi, kamu diminta melampirkan dua surat rekomendasi baik dari pembimbing, dosen, atau professor yang mengenalmu dengan baik. Kenapa perlu mengenal dengan baik? Karena tanpa mengenalmu, pemberi rekomendasi tidak akan mampu menuliskan data-data yang sesuai dengan karakter atau kepribadianmu. Karena itu, pastikan kamu meminta surat rekomendasi dari orang-orang yang mengenalmu dengan baik. Bukan asal meminta rekomendasi dari dosen-dosen dengan pangkat tinggi atau dengan gelar professor atau doktor. Untuk format surat rekomendasinya sendiri telah disediakan oleh pihak beasiswa Fulbright, jadi kamu hanya perlu mendownloadnya dan meminta pemberi rekomendasimu untuk melengkapi dan menandatanganinya.

Baca juga: Panduan Penulisan Essay Beasiswa Van Deventer Maas Indonesia untuk Mahasiswa D3 dan S1 Dalam Negeri

Ijazah dan Transkrip Nilai

Ijazah dan transkrip nilai tentunya menjadi dokumen penting yang tak boleh ketinggalan. Untuk pendaftaran beasiswa Fulbright, kamu diminta untuk melampirkan salinan ijazah dan salinan transkrip nilaimu. Selain itu, bagi kamu yang ijazah dan transkrip nilainya dalam bahasa Indonesia, kamu wajib menyertakan terjemahan dalam bahasa Inggris. Dokumen terjemahan yang harus kamu lampirkan adalah dokumen aslinya, artinya bukan salinan atau foto copy.

Baca juga: Penjelasan Persyaratan Beasiswa Turkiye Burslari (YTB)

Sertifikat Kemampuan Bahasa Inggris

Sertifikat kemampuan bahasa Inggris juga menjadi salah satu dokumen yang harus kamu lampirkan ketika mendaftar beasiswa Fulbright. Kamu bisa menggunakan salinan sertifikat TOEFL, IELTS, atau sertifikat sejenis yang memenuhi syarat. Pastikan sertifikat kemampuan bahasamu tak lebih dari dua tahun sejak kamu mengikuti tes. Selain itu, pastikan jika score tesmu tidak kurang dari batas minimal score yang ditetapkan.

Baca juga: Fakta Unik dan Menarik Beaiswa IDCloudHost untuk Kuliah S1 di Telkom University

Salinan Kartu Identitas

Kartu identitas juga perlu kamu lampirkan dalam pendaftaranmu. Kamu bisa menggunakan salinan KTP atau paspor untuk mendaftar beasiswa Fulbright. Kamu bisa melampirkan salinan keduanya, baik KTP maupun paspor. Namun, kamu juga tetap diperbolehkan mendaftar, jika hanya melampirkan salah satunya. Bagi kamu yang menggunakan paspor sebagai kartu identitas, pastikan masa berlaku paspormu masih aktif.

Baca juga: Cara Mendaftar dan Mendapatkan Beasiswa Quipper Scholarship Award untuk Kuliah S1 Dalam Negeri

Salinan SK Pengangkatan

Dokumen ini khusus bagi pendaftar yang bekerja sebagai staf di sebuah fakultas di universitas, baik staf akademik maupun non-akademik. Jadi, bagi kamu yang tidak bekerja di universitas, kamu tak perlu melampirkan dokumen ini. Nah, bagi kamu yang bekerja sebagai staf di suatu universitas, maka kamu wajib menyertakan salinan SK Pengangkatan atau SK PNS dan ditandatangani oleh rektor atau pimpinan dari universitasmu.

Baca juga: Fakta Unik dan Menarik Beasiswa Wells Mountain Initiative 2022 untuk Kuliah S1

Curriculum Vitae

CV atau Curriculum Vitae juga menjadi dokumen yang dipersyaratkan untuk mendaftar beasiswa Fulbright. Untuk penulisan CV, pihak beasiswa Fulbright telah memberikan panduan untuk menuliskannya dalam maksimal 4 halaman. Selain itu, dalam CV yang kamu buat pastikan untuk mencantumkan data-data pendidikan (universitas, jenjang, dan tanggal mendapatkan gelar), pengalaman kerja, pengalaman mengajar dan nama institusi tempat mengajar (jika ada), daftar publikasi ilmiah, kegiatan-kegiatan profesional yang dilakukan (workshop, seminar, atau konsultasi), keterlibatan dalam organisasi, prestasi, penghargaan, beasiswa yang pernah diterima, serta kegiatan-kegiatan pelayanan public yang pernah dilakukan.

Baca juga: Cara Mendaftar dan Mendapatkan Beasiswa Mitsui Bussan untuk Kuliah S1 di Jepang

Leave a Reply

Your email address will not be published.