Penjelasan Proses Seleksi Beasiswa AAS

Penjelasan Proses Seleksi Beasiswa AAS

Apakah kamu berminat melanjutkan studi S2 atau S3 mu di luar negeri dengan beasiswa? Jika iya, kamu bisa mencoba mendaftar beasiswa AAS. Apa itu Beasiswa AAS? Jaman sekarang siapa sih yang tidak tahu beasiswa AAS? Beasiswa AAS adalah beasiswa penuh yang diberikan oleh Pemerintah Australia. Selain menyediakan scholarship AAS juga memberikan program fellowship. Nah kabar baiknya Indonesia termasuk negara penerima Beasiswa AAS terbesar loh selain Vietnam dan Papua Nugini. Untuk mendapatkan beasiswa ini tentunya kamu harus berkompetisi dengan pendaftar dari seluruh dunia. Untuk proses seleksinya sendiri dibagi menjadi 2 bagian, yaitu seleksi berkas & Interview dan tes IELTS. Untuk mengetahui lebih dalam tentang proses seleksinya pastikan kamu baca artikelnya sampai selesai ya. Untuk info beasiswa lain, click disini.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Seleksi Berkas

Pada proses seleksi berkas pihak AAS akan mengecek dan mengkaji secara detail berkas-berkas yang telah kamu kirimkan. Apakah berkas yang telah kamu kirimkan sudah lengkap dan sesuai persyaratan atau tidak. Jika tidak lengkap atau tidak sesuai maka kemungkinan kamu tidak akan lolos seleksi berkas. Nah sebelum kamu mengirim dokumen-dokumen tersebut, pastikan kamu sudah mengecek kelengkapan dokumenmu. Kalau perlu buatlah list dan beri checklist untuk dokumen yang telah ada.

Usahakan juga berkasmu itu berbobot, maksud dari berbobot disini adalah pada transkrip nilai, pastikan IPKmu diatas batas minimal persyaratan, dan pada CV kamu tertulis kontribusi atau prestasi yang sesuai dengan bidangmu. Sehingga dokumenmu bisa dipertimbangkan lebih daripada pendaftar lain.

Kemudian, jangan sampai mengirim berkas mepet deadline ya karena server website AAS pastinya akan lebih susah di akses mendekati deadline. Dan jangan sampai mengirim dokumen lebih dari deadline pendaftaran juga yaitu tgl 30 April 2020. Karena setelah deadline dokumen-dokumen apapun tidak akan diterima oleh pihak AAS.

Baca juga:Penjelasan Syarat Dokumen Beasiswa AAS

Interview dan Tes IELTS

Pada tahap ini, interview dilakukan oleh tim seleksi bersama paling lama 20 menit. Yang dimaksud tim seleksi bersama yaitu pihak yang akan menjadi interviewer adalah dari Indonesia dan Australia. Untuk program master, tim penyeleksi terdiri dari 2 interviewer yaitu 1 orang Indonesia dan 1 orang Australia. Sedangkan untuk program PhD, tim penyeleksi terdiri dari 4 interviewer yaitu 2 orang Indonesia dan 2 orang Australia. Bahasa yang digunakan saat wawancara nanti adalah bahasa inggris, jangan sampai gugup ya pastikan kamu sudah mempersiapkan diri sebelumnya.

Yang menarik lagi dari tahap ini adalah dari awal semua informasi diberikan secara transparan. Bahkan sebelum interview, kamu akan diberi tahu seperti apa pertanyaan-pertanyaan yang diberikan dan poin-poin penilaiannya. Jadi, kamu akan bisa benar-benar bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin. Dalam tahap interview ini, ada 3 poin penting untuk penilaian, yaitu kompetensi akademik, potensi kontribusi pada pembangunan di negara asal, profesionalitas, dan skill kepemimpinan.

Pada tahap Tes IELTS yang terpenting adalah kamu dapat mencapai batas nilai minimal yaitu 5,5. Hasil tes IELTS kemudian akan digunakan untuk menentukan masa Pre-Departure Training (PDT) yang akan dilaksanakan oleh awardee sebelum berangkat ke Australia. Semakin tinggi nilai yang kamu dapatkan, maka durasi PDT yang akan kamu tempuh juga akan semakin singkat. PDT sendiri adalah kegiatan yang ditujukan untuk penerima beasiswa untuk mempersiapkan diri sebelum menempuh pendidikan di Australia.

Baca juga: Penjelasan Rincian Pembiayaan Beasiswa AAS (Australia Awards Scholarship)

Leave a Reply

Your email address will not be published.