Tips Lolos Beasiswa Monbukagakusho (MEXT) Jepang
Beasiswa MEXT atau Monbukagakusho adalah beasiswa yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Jepang untuk mahasiswa internasional termasuk Indonesia. Beasiswa ini bervariasi mulai dari diploma sampai doctoral. Namun kali ini, artikel ini lebih fokus kepada jenjang S2 dan S3. Sebelum lebih banyak membahas tentang bagaimana tips lolos beasiswa bergengsi dari jepang ini, kamu harus tahu bahwa Beasiswa Monbukagakusho memiliki dua jalur yaitu U-to-U dan G-to-G. U-to-U adalah University Recommendation sedangkan G-to-G adalah Embassy Recommendation.
Baca juga: Cara Mendapatkan Beasiswa KGSP Jalur Embassy
Jalur U-to-U
Persiapan yang kamu lakukan hanyalah persiapan dokumen saja karena pada Beasiswa Monbukagakusho jalur U-to-U tidak ada seleksi wawacara. seleksi berkas dilakukan oleh universitas di Jepang yang dituju. Peserta yang lolos seleksi tersebut akan direkomendasikan oleh universitas untuk mendapatkan beasiswa MEXT. Untuk tips lolos jalur U-to-U adalah kamu sebaiknya mendaftar ke universitas besar seperti University of Tokyo, Kyoto University, dan Osaka University, karena peluang untuk diterima dan mendapatkan beasiswa juga akan semakin besar.
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Jalur G-to-G
Jalur G-to-G kita perlu mengikuti seleksi di kedutaan besar Jepang di Indonesia. ada beberapa tahapan yang harus kamu lalui seperti seleksi administrasi, Tes bahasa inggris Tes bahasa jepang, dan Tes interview. Kamu tidak perlu khawatir dengan test bahasa jepang, karena kamu tidak perlu untuk mengerjakannya atau kosongi saja jika memang tidak menguasai.
Setelah kamu memutuskan jalur apa yang akan kamu pilih, selanjutnya adalah mempersiapkan semua hal dengan sungguh-sungguh. Persiapan yang kamu lakukan sebaiknya tidak dadakan. Paling bagus memang dari semester awal kamu mulai kuliah, atau paling tidak semester 6 kamu sudah memulai persiapan untuk berjuang mendapatkan beasiswa.
Mencari informasi
Informasi adalah kunci dari sebuah keberhasilan. Saat kamu menguasai informasi, kamu sudah satu langkah lebih dengan dengan tujuanmu. Oleh karena itu, mulailah dengan bergabung dengan grup-grup pejuang beasiswa khususnya beasiswa Monbukagakusho Jepang sehingga kamu tetap update informasi terbaru. Selain itu, kamu mulai mencari program studi dengan pengantar bahasa inggris kecuali kamu menguasai bahasa jepang. Kamu bisa googling dengan keyword ‘G30 program’. Tidak kalah penting, sering-sering lah bertanya dan berdiskusi dengan dosen dan penerima beasiswa ke Jepang.
Kemampuan bahasa
Jika kamu berniat mendaftar kelas internasional dimana bahasa pengantaranya adalah bahasa inggris, kamu harus mempertimbangkan untuk menyiapkan kemampuan bahasa inggris baik dalam bentuk skill atau pun sertifikat bahasa. Skill bahasa inggris bermanfaat saat kamu harus menghadapi interview dan belajar di kelas nantinya. Sedangkan sertifikat bahasa bermanfaat sebagai syarat administratif. Ada banyak macam sertifikat bahasa inggris seperti TOEFL ITP, TOEFL iBT, dan IELTS. Dan yangmana yang sebaiknya kamu siapkan adalah tergantung pada persyaratan yang ada pada universitas tujuan kamu. Yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa sertifikat bahasa inggris yang kamu miliki adalah sertifikat resmi. Untuk TOEFL, contoh sertifikat resmi dapat dilihat disini
Baca juga: Pengalaman Meraih Beasiswa Turki Burslari
IPK
IPK bagaimanapun selalu menjadi syarat awal sebuah beasiswa. Ibaratnya sebuah rumah, IPK adalah pintu dari rumah tersebut. Jika kamu memiliki IPK 3.00, kamu boleh merasa aman untuk mendaftar. Namun demikian, jika kamu masih punya kesempatan untuk membuat IPK kamu lebih tinggi atau bahkan cumloude, sebaiknya kamu usahakan terus.
CV
CV memuat banyak informasi tentang kamu. Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat membuat CV. Pertama adalah pastikan bahwa konten yang ada di CV tersebut berhubungan dengan keilmuan yang kamu miliki. Contoh, jika kamu adalah jurusan pendidikan, maka masukanlah semua kegiatan dan pengalaman yang kamu miliki yang berhubungan dengan pendidikan. Jika kurang relevan, sebaiknya tidak dimasukkan. Jika kamu tidak memiliki kegiatan yang berhubungan dengan program studi mu, setelah ini kamu harus memikirkan dan mulai action.
Publikasi ilmiah
Kamu pasti sadar bahwa Jepang adalah negara yang sangat concern dengan penelitian dan publikasi ilmiah. Untuk menambah kemungkinan kamu diterima adalah dengan memiliki penelitian dan publikasi ilmiah yang berhubungan dengan bidang dan konsentrasi keilmuan kamu nantinya karena pada aplikasi pendaftaran beasiswa Monbukagakusho terdapat isian tentang publikasi ilmiah apa yang kamu miliki.
Proposal penelitian
Proposal penelitian adalah persyaratan krusial yang harus benar-benar diperhatikan karena menyangkut beberapa hal sebagai berikut: pertama, topik penelitian yang kamu tulis harus sesuai dengan dosen atau profesor pembimbing kamu di Jepang. Topik penelitian dengan domain yang sama menjadi salah satu faktor penting agar kamu diterima sebagai mahasiswa bimbingan sensei tersebut. Walaupun kamu mendapatkan beasiswa, tapi kamu tidak mendapatkan pembimbing, kamu paham kan apa yang akan terjadi selanjutnya?
Profesor
Kamu pasti penasaran tentang bagaimana caranya menghubungi profesor di Jepang yang bahkan kamu tidak kenal. Well, karena ini butuh perjuangan, sebaiknya kamu menghubungi profesor di Jepang jauh-jauh hari sebelum kamu mendaftar beasiswa. Mulai dengan mengunjungi website kampus tujuan mu. Baca profil profesor tersebut dan pilihlah profesor dengan publikasi ilmiah yang sama dengan topik penelitian mu. Membaca publikasi ilmiah juga bisa menjadi topik pembicaraan saat mengirim email dengan profesor pilihan mu. Oh ya, menghubungi profesor via email, kamu harus cukup sabar karena kamu bisa saja membutuhkan lebih banyak waktu untuk mendapatkan balasan atau bahkan tidak mendapatkan balasan sama sekali. Jangan panik, itu hal lumrah kok. Jadi sebaiknya kamu memiliki beberapa list nama profesor sebagai backup.
Surat Rekomendasi
Surat rekomendasi dapat diartikan bahwa seseorang mempromosikan kamu kepada beasiswa dan universitas tujuan. Siapa yang memberikan informasi jga akan memberikan pengaruh pada kekuatan surat rekomendasi tersebut. Jadi, saat kamu mau meminta surat rekomendasi, pastikan orang yang memberikan rekomendasi adalah seseorang yang mengenal mu dengan baik dan memahami kelebihan akademis mu. Selain itu, akan sangat bagus jika kamu mendapatkan surat rekomendasi dari profesor, dekan atau kajur. Namun, jika tidak ada, dosen pembimbing skripsi mu juga bagus.
Baca juga:
Cara Kuliah Ke Luar Negeri dengan Beasiswa


