Pengalaman Menjadi Delegasi International

Pengalaman Menjadi Delegasi International

Hallo, pejuang beasiswa! Saya Firdhaus Putri Isa Efendhi dari IAIN Tulungagung jurusan S1 Tadris Bahasa Inggris. Saya adalah salah satu kandidat yang berhasil lolos menjadi delegasi di Asia Youth International MUN atau bisa juga disebut sebagai simulasi konferensi PBB. Pada saat itu saya berkesempatan menjadi perwakilan negara Kamboja di lembaga UNICEF. Nah, pada kesempatan kali ini, saya ingin membagikan cerita pengalaman saya menjadi delegasi international ini. untuk info beasiswa, silahkan click disini.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Berkesempatan ke luar negeri adalah salah satu mimpi saya sejak Sekolah Menengah Pertama. Namun pada saat itu, ke luar negeri hanyalah sebuah mimpi tanpa aksi. Hingga kemudian saya memasuki jejang Sekolah Menengah Atas, saya mulai mencoba untuk mewujudkan mimpi saya itu. Saya beberapa kali mencoba berpartisipasi di olimpiade bahasa Inggris. Namun, sayangnya, selama 4 tahun mencoba, saya belum behasil lolos.

Baca juga: Pengalaman Mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah

Lulus SMA, saya berhasil menjadi salah satu mahasiswa IAIN Tulungagung jurusan S1 Tadris Bahasa Inggris. Setelah menjadi mahasiswa, saya memutuskan untuk mulai fokus pada goal saya. Pada tahun pertama semasa kuliah, saya memfokuskan diri pada minat saya di bidang sastra, tepatnya puisi. Alhamdulillah, hingga saat ini sudah ada 11 puisi saya yang diterbitkan dalam buku antologi puisi. Namun, saat itu, saya juga mencoba untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terkait kegiatan, beasiswa, atau volunteer ke luar negeri.

Baca juga: Pengalaman Mempublikasikan Artikel Ilmiah

Tahun kedua kuliah, saya mulai mencoba untuk mewujudkan mimpi saya untuk keluar negeri. Untuk mewujudkan mimpi tersebut, saya mulai mencoba mendaftar di beberapa program keluar negeri, seperti seleksi volunteer, pertukaran pelajar, hingga konferensi international. Walaupun saya gagal lolos seleksi petukaran pelajar, alhamdulillah saya berhasil lolos konferensi international atau MUN.

Baca juga: Pengalaman Mengikuti Model United Nation (MUN) PBB

Saat itu, saya lolos program MUN hanya menyediakan akomodasi self-funded. Untuk membantu biaya pengeluaran, saya coba mengajukan sponsor ke kampus dan bank. Alhamdulillah, kampus menyetujui sponsor yang saya minta. Namun, tetap saja saya harus menggunakan uang pribadi untuk keperluan lain, seperti visa dan sisa biaya akomodasi. Untungnya saya sudah menabung sejak tahun 2013. Tabungan tersebutlah yang saya gunakan untuk biaya akomodasi selama mengikuti kegiatan MUN.

Baca juga: Pengalaman Kuliah di Jepang

Sekian cerita dari saya. Saya harap cerita ini bisa menjadi motivasi buat kamu yang memiliki mimpi keluar negeri melalui program konferensi atau beasiswa. Untuk mewujudkan mimpi tersebut memang bukanlah hal yang mudah, tapi juga bukan sesuatu yang mustahil. Hal yang perlu kamu pegang teguh adalah pantang menyerah, fokus, dan bersabar.

Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa PPA

Leave a Reply

Your email address will not be published.