Essay Beasiswa LPDP: 11 kesalahan receh tapi fatal yang sering banget kejadian pas nulis essay Beasiswa LPDP
Udah nulis essay LPDP berlembar-lembar, tapi tetep gagal? Bisa jadi kamu kejebak di kesalahan-kesalahan receh yang sering banget diremehin!
Banyak pejuang beasiswa ngerasa udah curahin effort maksimal buat nulis essay, tapi tanpa sadar masih ngulang kesalahan teknis atau isi yang kurang “nendang”. Padahal, hal-hal kecil kayak ini bisa jadi penentu kamu lanjut atau ke-cut dari proses seleksi.
Nah, biar gak kejeblos di lubang yang sama, yuk kenali 11 kesalahan receh tapi fatal yang sering banget kejadian pas nulis essay LPDP. Wajib tahu sebelum submit!
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5
1. Kesalahan tata bahasa, tanda baca dan ejaan
Sekarang udah ada AI yang bisa bantu kamu buat perbaiki ejaan, tata bahasa dan tanda bahasal
Contoh:
Saya ingin melanjutkan studi S2 karena saya ingin mengembangkan potensi saya di bidang pendidikan saya.
Perbaikan:
Saya ingin melanjutkan studi S2 untuk mengembangkan potensi di bidang pendidikan.
Penjelasan:
Kalimat tersebut terlalu berulang, ejaan kurang efektif, dan strukturnya membingungkan.
2. Kata hubung yang tidak tepat
Kesalahan yang terlihat remeh tapi bisa bikin penyeleksi bingung karena hubungan sebab akibatnya tidak jelas.
Contoh:
Saya berasal dari keluarga sederhana, sehingga saya memiliki semangat tinggi untuk belajar.
Perbaikan:
Saya berasal dari keluarga sederhana, oleh karena itu saya memiliki semangat tinggi untuk belajar.
Penjelasan:
Penggunaan “sehingga” tidak tepat karena itu untuk akibat, bukan penjelasan sebab.
3. Gaya bahasa tidak tepat
Penggunaan gaya bahasa harus seimbang, jangan terlalu kaku atau malah terlalu santai.
Contoh terlalu kaku:
Berdasarkan pengamatan empiris serta literatur yang telah saya kaji secara mendalam, saya merasa terdorong untuk melanjutkan studi.
Contoh terlalu santai:
Pokoknya aku pengin lanjut kuliah karena pengen upgrade diri aja gitu.
Perbaikan (seimbang):
Berdasarkan pengalaman dan minat pribadi, saya terdorong untuk melanjutkan studi guna meningkatkan kapasitas diri.
Penjelasan:
Gaya bahasa harus profesional, tapi tetap natural dan mudah dipahami. Jangan terlalu akademik atau terlalu casual.
4. Paragraf terlalu panjang
Biasanya 1 ide utama dapat disampaikan dalam 100-150 tidak boleh lebih dari itu karena bisa membingungkan penyeleksi.
Contoh:
Sejak kecil saya sudah memiliki ketertarikan dalam dunia lingkungan, terutama ketika saya melihat banyaknya pencemaran di sungai dekat rumah saya yang membuat saya merasa prihatin, lalu ketika SMA saya mengikuti organisasi pecinta lingkungan dan di sana saya belajar banyak tentang pengelolaan sampah dan konservasi, yang membuat saya makin yakin bahwa saya ingin berkontribusi dalam bidang ini di masa depan, oleh karena itu saya ingin melanjutkan pendidikan S2 di bidang Environmental Science.
Perbaikan:
Sejak kecil, saya memiliki ketertarikan pada isu lingkungan karena sering melihat pencemaran di sekitar tempat tinggal. Saat SMA, saya bergabung dengan organisasi pecinta lingkungan dan mempelajari pengelolaan sampah serta konservasi. Pengalaman ini memperkuat keinginan saya untuk melanjutkan studi S2 di bidang Environmental Science.
Baca juga: Essay Beasiswa LPDP : 5 Hook Paling Ampuh Dalam Menulis Essay LPDP
5. Kalimat yang terlalu panjang
Pangkas kata-kata yang tidak bermakna sehingga tidak pemborosan kata dan kalimat tetap jelas dan efektif
Contoh:
Saya ingin melanjutkan studi karena saya percaya bahwa pendidikan adalah hal yang sangat penting, dan dengan pendidikan yang lebih tinggi saya dapat berkontribusi lebih banyak kepada negara saya, terutama dalam bidang yang saya geluti sekarang yaitu pemberdayaan masyarakat.
Perbaikan:
Saya ingin melanjutkan studi karena percaya pendidikan memegang peranan penting. Dengan pendidikan yang lebih tinggi, saya dapat berkontribusi lebih besar dalam pemberdayaan masyarakat.
6. Struktur berantakan
Menulis essay tanpa outline sehingga timeline kronologi menjadi tidak jelas alias alurnya maju mundur
Contoh:
Saat kuliah saya aktif organisasi, lalu saya ingin mengambil S2, dan dulu saya pernah ikut pelatihan, dan saya suka menulis artikel tentang sosial.
Perbaikan (dengan alur jelas):
Ketertarikan saya terhadap isu sosial dimulai saat mengikuti pelatihan menulis artikel bertema masyarakat. Pengalaman ini saya lanjutkan dengan aktif berorganisasi selama kuliah. Kini, saya ingin memperdalam bidang ini melalui studi S2.
Penjelasan:
Tanpa struktur atau outline, ide bisa maju mundur dan membingungkan penyeleksi. Gunakan kronologi yang runtut: latar belakang → pengalaman → tujuan → kontribusi.
7. Tidak menjawab Instruksi essay beasiswa LPDP
Inti dari essay adalah rencana kontribusi di Indonesia, jadi harus mendapatkan porsi lebih besar di essay
Contoh:
Saya ingin kuliah di luar negeri karena saya ingin memperluas wawasan, bertemu orang-orang baru, dan memperbaiki karier saya.
Perbaikan:
Saya ingin melanjutkan studi untuk memperdalam keahlian saya dalam bidang pendidikan, agar bisa mengembangkan program pelatihan guru di daerah tertinggal saat kembali ke Indonesia.
Penjelasan:
Esai LPDP fokus pada kontribusi untuk Indonesia, bukan sekadar tujuan pribadi. Jawaban harus menyentuh aspek pengabdian.
Baca juga: Essay Beasiswa LPDP: 3 Metode Ini Akan Mempermudah Kamu Dalam Menulis Essay Beasiswa
8. Menggunakan kalimat yang terlalu umum
Ganti penggunaan kalimat yang terlalu luas dan masih abstrak dengan argumen yang lebih spesifik
Contoh:
Saya ingin membantu masyarakat agar menjadi lebih baik.
Perbaikan:
Saya ingin membantu masyarakat desa dengan mendirikan pusat pelatihan digital agar mereka memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.
Penjelasan:
Kalimat umum seperti “membantu masyarakat” terlalu luas. Harus dibuat spesifik dan terukur.
9. Rencana kontribusi terlalu ambisius
Tulislah rencana kontribusi yang realistis dan masuk akal dan dapat diwujudkan.
Contoh:
Saya akan membangun sekolah gratis di seluruh pelosok Indonesia dalam lima tahun ke depan.
Perbaikan:
Saya berencana memulai dengan membangun satu pusat belajar gratis di daerah asal saya sebagai proyek percontohan, kemudian mengembangkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan NGO untuk memperluas dampaknya secara bertahap.
Penjelasan:
Rencana kontribusi harus realistis dan terukur, bukan muluk-muluk yang terkesan tidak masuk akal.
10. Terlalu fokus pada pengembangan karir pribadi
Ingat pihak LPDP mencari awardee yang bisa berkontribusi di masyarakat, jadi pastikan tujuan mu tidak hanya fokus pada pengembangan karir pribadi
Contoh (Kurang Tepat):
Saya ingin melanjutkan studi S2 di bidang Keuangan agar bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan multinasional, memperluas jaringan profesional, dan mempercepat jenjang karier saya.
Masalah:
Fokus utama ada di pengembangan diri dan karier pribadi, tidak menyinggung kontribusi untuk Indonesia atau masyarakat.
Perbaikan (Lebih Sesuai):
Saya ingin melanjutkan studi S2 di bidang Keuangan untuk memperkuat kapasitas saya dalam merancang kebijakan fiskal yang inklusif. Setelah studi, saya berkomitmen untuk kembali dan bekerja di sektor publik guna membantu peningkatan literasi keuangan dan perencanaan anggaran daerah, terutama di wilayah tertinggal.
11. Tidak konsisten
Pastikan ada korelasi antara tantangan yang ingin diselesaikan, rencana studi dan rencana kontribusi
Contoh (Tidak Konsisten):
Tantangan yang saya lihat adalah kurangnya kualitas pendidikan dasar di desa. Karena itu, saya ingin melanjutkan S2 di bidang Bioteknologi. Rencananya, saya akan membuka klinik pertanian setelah lulus.
Masalah:
Tidak ada hubungan yang logis antara masalah (pendidikan dasar), studi (bioteknologi), dan kontribusi (klinik pertanian). Ini membuat penyeleksi bingung: apa sebenarnya fokus dan niat pelamar?
Perbaikan (Konsisten):
Tantangan yang saya lihat adalah minimnya akses teknologi pertanian di desa. Untuk menjawab tantangan ini, saya ingin melanjutkan studi S2 di bidang Bioteknologi, dengan fokus pada pertanian berkelanjutan. Setelah lulus, saya akan membangun klinik pertanian berbasis teknologi di desa asal saya untuk mendampingi petani secara langsung.
Ingin essay beasiswa LPDP perfect?Scholars punya rahasianya untukmu!


